Posted On March 7, 2012 By In BEKIAS KEDIP MATA, Informasi Penting And 465 Views

TIGA HARI ROBOHKAN PILAR KARTANEGARA

SANGASANGA – Pylon (pilar) Jembatan Kartanegara, Tenggarong, bakal dirobohkan mulai besok, Kamis (8/3). Itu sesuai kesepakatan kontrak kerja antara Pemkab Kukar dengan PT Hutama Karya (HK), pemenang lelang. Pekerjaan tahap awal berupa pengecekan dan pemantapan teknis perobohan pilar.

“Karena perobohan yang direncanakan ini baru pertama kali di dunia, jadi harus benar-benar diperhitungkan secara matang,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Kukar Dafip Harianto, di sela peresmian Pabrik Bioethanol di Kelurahan Pendingin, Sangasanga, kemarin (6/3).

Waktu perobohan, menurut Dafip akan dilakukan selama tiga hari, dengan konsekuensi menutup seluruh kegiatan lalu lintas Sungai Mahakam selama kurun waktu tersebut. “Kami harus mengefektifkan waktu sebaik mungkin, dan tiga hari penutupan lalu lintas Mahakam tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya risiko keselamatan kerja, saat proses penurunan pylon,” paparnya.

Ia berharap, pylon akan dapat dirobohkan sesuai jadwal. Mengingat, penutupan lalu lintas sungai memiliki risiko besar terkait perputaran ekonomi di Kukar maupun daerah-daerah sekitarnya. Untuk itu, selama masa pemantapan teknik perobohan di lapangan yang dimulai Kamis ini, Pemkab berharap HK benar-benar dapat mematangkan langkah kerjanya.

Disebutkan, kegiatan tersebut sempat ada penawaran menggunakan metode peledakan dalam presentasi perobohan yang akan dilakukan HK. Namun, menurut Dafip, cara tersebut sangat riskan. Sebab, dalam metode peledakan diperlukan standar keselamatan dan batas radiaus pembersihan lingkungan.

“Posisi pylon kita ini tergolong sangat strategis dari tempat-tempat vital, terutama perkantoran pemkab. Jika dipaksakan menggunakan metode peledakan, bisa jadi malah merusak fasilitas-fasilitas pemerintahan maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Proses perobohan nantinya cenderung akan menggunakan metode perebahan menggunakan tiang-tiang penyangga. Untuk batang pylon dan besi-besi bekas jembatan, saat ini juga tengah memasuki tahap penawaran harga. Di mana telah mencapai penaksiran harga Rp 800 miliar.

“Proses penawaran harga dan pelelangan akan diserahkan melalui Kementerian Keuangan, yang nantinya bisa memberikan royalti sebanyak 15 persen ke kas negara. Sedangkan 85 persen akan masuk ke kas Pemkab Kukar sebagai PAD,” jelasnya.

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=128328

About