COBA MAHA

Bulan Puasa Ramadan Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam

TENGGARONG – Selama bulan puasa Ramadan 1434 Hijriah, jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikurangi satu jam. Dari yang biasanya 7,5 jam menjadi 6,5 jam setiap harinya. Perubahan jam kerja PNS dilingkungan Pemerintah Kukar selama bulan puasa Ramadan diatur melalui Surat edaran Sekretaris Kabupaten Kukar Nomor 060/587/ORG/2013 Tentang Ketentuan Jam Kerja Selama Ibadah Puasa Ramadan 1434 H/2013 M.

Diluar bulan puasa Ramadan PNS masuk kerja pada pukul 07.30 Wita dan pulang pada pukul 15.30 Wita, sedangkan selama bulan puasa Ramadan PNS bekerja pada pukul 08.00 Wita dan pulang pada pukul 15.00 wita, kecuali hari Jumat PNS masuk kerja pada pukul 08.00 wita dan pulang pukul 11.00 wita.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa perubahan jam kerja dilakukan dalam rangka untuk memberikan ketenangan dan ketentraman selama menjalankan ibadah puasa Ramadan serta tidak mengurangi ketentuan jam kerja sebagaimana diatur dengan keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 Tanggal 27 September 1995, keputusan Menteri Pendayaan Aparatur Negara RI Nomor 08 Tahun 1996 Tanggal 13 Maret 1996, serta Surat Wakil Gubernur Kaltim Nomor 061.2/6022/ORG.

“Pemberlakukan jam kerja tersebut berlaku efektif terhitung permulaan sampai dengan berakhirnya bulan Ramadan Tahun 1434 H/2013 M yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, “ kata Sekretaris Kukar Edi Damansyah.
Menurut Edi Damansyah selama bulan Ramadan pelaksanaan apel pagi dan apel gabungan Tanggal 17 Juli ditiadakan, absensi bekerja tetap dilaksanakan diruang kerja masing-masing, namun tetap mengacu pada ketentuan pengisian daftar hadir PNS dilingkungan Pemerintah Kukar.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi unit kerja penyelenggaraan pelayanan umum kepada masyarakat agar dapat menyesuaikan, sehingga perubahan jam kerja selama bulan Ramadan tidak mengganggu pelayanan umum kepada masyarakat. “Keputusan ini selain berlaku untuk PNS juga untuk tenaga honorer. Datangnya bulan puasa diharapkan tidak mengganggu semangat kerja pegawai, malah menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” harapnya (Rud-hmp02)

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2013/7235/bulan-puasa-ramadan-jam-kerja-pns-berkurang-1-jam-.html

Bupati Kecewa PNS Tak Pakai Miskat

TENGGARONG , Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita widyasari merasa kecewa karena banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungannya tidak mengenakan baju miskat, saat masuk kerja perdana usai libur lebaran, Kamis (23/8).

Hal tersebut diungkapkan Rita saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, Kecamatan Tenggarong dan Dinas Cipta Karya.

Untuk diketahui, sejak dua tahun lalu, PNS dilingkungan Pemkab Kukar diatur untuk mengenakan Miskat yang merupakan salah satu pakaian adat Kutai setiap hari Kamis.

Dari Sidak terebut ada dua dinas yang PNS-nya banyak tak mengenakan Miskat yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya.

“Padahal sudah dua tahun saya instruksikan PNS pakai Miskat hari Kamis, kenapa masih saja banyak yang tak pakai,” ujarnya di sela-sela memantau PNS

Rita juga sempat menanyakan langsung kepada PNS yang bersangkutan alasan mengapa tidak mengenekan Miskat, apakah belum punya atau memang tidak dipakai. Jawabannya rata-rata sudah memiliki Miskat namun tidak dipakai, alasannya beragam ada yang mengatakan ribet, hingga lupa.

Untuk itu kedepannya Rita mengimbau kepada kepala SKPD agar memantau stafnya untuk mengenakan Miskat hari kamis.

“Kita seharusnya bangga punya tardisi yang juga menjadi identitas, jadi saya minta pimpinan instansi agar menanamkan kesadaran dan memberi motifasi pada stafnya untuk memakai Miskat,” tegasnya.

Pada Sidak tersebut juga dilakukan pemeriksaan daftar hadir, haslinya ada PNS yang memang belum turun bekerja.
Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf meminta kepala SKPD memberi teguran tegas kepada PNS yang mangkir dengan alasan tidak jelas.

“Saya juga minta kepala SKPD untuk melaporkan PNS yang mangkir tersebut kepada Sekda, kita berikan teguran ini tentunya menjadi peringatan agar PNS tidak lagi melakukan kegiatan indisipliner,” demikian ujar Ghufron saat ditemui usai Sidak itu.

Dalam Sidak tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kukar didampingi Sekretaris Daerah HAPM Haryanto Bachroel, serta segenap asisten Setka Kukar. (vb/hayru)

sumber : http://www.vivaborneo.com/bupati-kecewa-pns-tak-pakai-miskat.htm