Sempat Ditutup, Akses Perbatasan Malaysia dan Krayan Kembali Normal

sempat-ditutup-akses-perbatasan-malaysia-dan-krayan-kembali-normal
KEMBALI NORMAL : Inilah akses perbatasan Long MIdang Krayan dengan Ba Kalalan, Lawas, Malaysia yang sudah dibuka dan sudah kembali normal. (IST)
PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah sempat ditutup dan kembali dibuka sekira pukul 13.00 WITA, Selasa (2/5) lalu, kini akses jalan Long Midang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan dengan Ba Kalalan, Lawas, Malaysia, mulai kembali normal.

Camat Krayan, Helmi mengatakan, hal ini menjadi pembelajaran bagi kedua pihak. Sebab masyarakat juga bersyukur penutuipan ini tak berlangsung lama. “Sekarang sudah lancar aktivitas juga sudah kembali normal seperti sebelumnya,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, kemarin.

Diketahui, hari pertama di buka akses ini terpantau tidak ada masyarakat yang melintas. Bahkan, kendaraan yang sebelumnya ramai menjadi sepi. Menurutnya, beberapa waktu lalu pemerintah Malaysia sempat meminta maaf kepada warga Krayan atas insiden tersebut. Selain itu, kata dia, pemerintah Malaysia juga menjamin keselamatan warga Krayan yang melintas. Memang diakuinya, penutupan akses ini bukanlah keinginan pemerintah Malaysia melainkan masyarakat Ba Kalalan, Lawas, Malaysia “Baik masyarakat kita (Krayan, Red.) maupun mereka (Malaysia, Red.) itu sudah aman. Kalau ada yang bilang penutupan jalan itu dari pemerintah Malaysia itu tidak benar. Itu hanya sekelompok orang saja,” terangnya.

Kata dia, untuk suplai sembako di Kecamatan Krayan sudah kembali seperti sedia kala. “Sembako dari Malaysia sedang berlangsung pengirimannya sampai saat ini,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah mengancam akan menutup akses perbatasan Malaysia, warga Ba Kelalan, Lawas Sabah Malaysia akhirnya membukti ancaman tersebut. Ini terjadi lantaran mereka tak terima tiga warganya ditangkap lantaran ketahuan bawa narkoba jenis sabu-sabu, belum lama ini.

Penutupan akses ini dibenarkan oleh Ketua Komisi I, DPRD Nunukan, Aprem kepada Kaltara Pos, kemarin. Menurutnya, penutupan akses I ni sudah terjadi sejak (1/5) kemarin dengan memblokis jalan menggunakan alat berat eksavator.

Kata dia, penutupan ini merupakan hal yang klasik yang sebelumnya pernah terjadi ketika mengantar warga perbatasan mengalami masalah. Itu terjadi di jalan yang menghubungkan antara Lawas, Sabah Malaysia dan Long Midang, Kecamatan Krayan.

“Memang permasalahan itulah yang dihadapi masyarakat kita, yang ada di Krayan selama ini. Di sana masalah transportasi dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ada di Bakelalan Malaysia. Sekarang mereka membuktikan penutupan jalan itu, jadi yang begitu sering terjadi memang,” tuturnya.

Lanjut dia, pemerintah seharusnya hadir dan bertanggungjawab dan tidak membiarkan masyarakat Krayan terus-terusan mengahadapi masalah penutupan akses perbatasan. Pasalnya, kebutuhan pokok masyarakat di Krayan sebagian besar masih bergantung dengan produk Malaysia.

Masih dikatakannya, DRPD sendiri berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menghubungkan dari Kecamatan Krayan menuju Kabupaten Malinau. Ini dilakukan agar warga Krayan tidak lagi bergantung dengan bahan pokok asal Malaysia. Artinya, ketika persoalan penutupan jalan terjadi, warga Krayan tidak perlu lagi khawatir akan kebutuhan pokoknya, dengan cara mengambil dari dalam negeri saja.

“Kebutuhan pokok di Krayan ini kan 90 % didatangkan dari Malaysia, jadi selama akses jalan darat yang tidak tembus dari Malinau mungkin selama itulah warga di Krayan akan kesulitan ketika ada kejadian penutupan seperti ini,” ungkapnya.

“Dari sejak Zaman dahulu, kebutuhan Krayan memang banyak diambil dari Malaysia sampai sekarang. Jadi, karena mereka tahu bahwa kebutuhan kita ini dari Malaysia, mereka sedikit-sedikit mengancam menutup akses. Tapi saya yakin jika akses itu sudah terbuka ke Malinau yang satu daratan, saya yakin tidak ada lagi kata menutup dari pihak sana,” ujarnya.

Kedua belah pihak baik warga warga Bakelalan, Lawas Malaysia, maupun warga Long Midang Krayan, diakuinya sama-sama saling membutuhkan. Sebab, kedua belah pihak ini dari dulu sudah menjalankan bisnis, dan saling bertransaksi, baik produk asal Krayan yakni Beras Krayan, yang menjadi ikon perbatasan yang banyak diminati hingga ke Malaysia. Begitu pula dengan warga Krayan yang banyak bergantung dengan bahan pokok asal Malaysia.

“Tapi untuk saat ini, karena belum ada akses darat Ke Malinau, kalau kita tutup akses mereka, mereka bisa ke kota mereka mengambil barang. Kalau mereka yang menutup mau kemana warga Krayan untuk kebutuhan pokoknya,” terangnya. (*/yua)

Sumber : http://kalpos.prokal.co/read/news/3483-sempat-ditutup-akses-perbatasan-malaysia-dan-krayan-kembali-normal