Proyek Senilai Rp23 Miliar Dikeluhkan ! Kantor Desa Diserbu Massa

Kepala Desa Bumiharjo, Jatmiko menunjukkan siring yang rusak di Jalan Pelabuhan, kemarin. //FOTO : Calvin/Kalteng Pos

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Proyek dengan nilai sekitar Rp23 miliar yang dipakai untuk peningkatan jalan dalam Kota Pangkalan Bun, atau tepatnya di Jalan Pelabuhan Bumiharjo dikeluhkan. Warga keberatan dengan debu yang bertebaran sepanjang jalan. Kepala Desa Bumiharjo, Jatmiko, membenarkan hal tersebut. Bahkan, kantornya diserbu oleh massa warga yang keberatan atas proyek jalan sepanjang sepanjang 1,4 kilometer itu. “Warga mengeluhkan gangguan kesehatan pernapasan,” katanya kepada awak media, Senin (22/5).

Pihaknya dalam hal ini telah bermusyawarah yang dihadiri Dinas PU dan kontraktor serta juga warga desa. Hasilnya, pihak kontraktor berjanji terkait masalah debu itu, akan melakukan penyiraman tiga kali sehari. “Untuk realisasinya bisa ditanyakan langsung ke warga,”sebutnya.

Ia menambahkan, dalam pengerjaannya diduga juga tidak sesuai. Seharusnya jalan dulu yang dikerjakan, baru setelah itu dilanjutkan membuat siringnya. Namun, kenyataan di lapangan tak seperti seharusnya. “Jalan belum selesai, siring sudah dibangun. Akibatnya bisa kita lihat sendiri belum berapa lama siring ini dibuat sudah hancur, tak karuan,” cetusnya seraya menunjukkan siring yang dalam kondisi rusak di beberapa titik kepada awak media.

Selain itu, siring yang sudah dalam kondisi rusak itu pun tak sesuai, karena seharusnya tinggi siring itu tingginya sama rata dengan jalan. “Bukan seperti ini, kayak punggung kuda,” kesal Jatmiko menggambarkan siring yang tingginya jauh lebih rendah dibandingkan dengan jalan. Ia mengkhawatirkan jika kondisi siring yang seperti itu dibangun, maka akibatnya ke depan akan berisiko banjir di pemukiman warga di sekitar jalan yang dikerjakan itu. “Ya masa proyek sebesar ini, tidak memperhatikan warga sekitar,” ucapnya.

Narsih, warga yang rumahnya berada tak jauh dari jalan yang dikerjakan itu mengeluhkan, dagangannya tak laku, semenjak ada pekerjaan proyek tersebut. “Jauh banget mas, sekarang banyak gak laku. Debu itu menutupi jualan saya, mana ada yang mau beli kalau debu bertebaran seperti ini,”pungkasnya.(vin/ram/dar)

Sumber :http://kalteng.prokal.co/read/news/38697-proyek-senilai-rp23-miliar-dikeluhkan-kantor-desa-diserbu-massa