Kukar akan Perjuangkan DAU

Kemampuan APBD Mengalami Penurunan

TENGGARONG- Kemampuan fiskal yang mengalami penurunan di tahun ini membuat Kukar berpeluang mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat. Namun, untuk mendapatkan DAU harus menjalani proses yang cukup panjang. Butuh perjuangan datang ke kementrian keuangan (Kemenkeu) dan bernegosiasi sehingga Pemerintah Pusat akan membahasnya di APBN Perubahan 2016.
“ Kemampuan keuangan Kukar dalam membiayaai pembangunannya di tahun ini sedang mengalami penurunan, Kukar berpotensi mendapatkan DAU dari pusat, “ kata Pengamat Ekonomi Universitas Kutai Kartanegara(Unikarta) Tenggarong, Heru Suprapto, kepada Koran Kaltim, Selasa(26/1).
Pertimbangan pusat memberikan DAU kepada daerah adalah melihat kemampuan keuangan yang dialami daerah dengan struktur APBD mengalami penurunan. Jika kemampuan keuangan daerah cukup kuat, maka DAU tidak akan diberikan. Kukar sendiri tidak mendapatkan DAU pada tahun 2014 dan 2015. Pada tahun tersebut APBD Kukar lumayan besar. “ Kalau APBD Kukar besar maka tidak akan mendapatkan DAU, jika APBD Kukar kecil maka dipastikan mendapatkan DAU. Biasanya nilai DAU yang diterima juga tidak terlalu besar, “ katanya.
Sementara itu, Pj Bupati Kukar, Chairil Anwar mengatakan, dengan kondisi keuangan mengalami penurunan pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH), maka Pemkab Kukar berencana memperjuangkan DAU. DAU akan digunakan untuk membantu pembiayaan pemkab Kukar seperti belanja pegawai atau belanja publik lainnya yang krusial.
“DBH yang diterima Kukar tahun ini, mengalami penurunan yang cukup signifikan, memungkinkan untuk mengajukan DAU ke pusat untuk tahun ini, “ ujarnya.
Diketahui, Kukar yang biasanya mendapatkan DBH dari pusat sekitar Rp 4,8 triliun per tahun, diperkirakan tahun ini hanya mendapatkan jatah sebesar Rp 3,2 triliun. Selain itu, Pemkab Kukar sedang berhutang kepada kontraktor yang telah menyelesaikan proyek 2015 sebesar Rp 546 miliar. “Hutang Pemkab Kukar kepada kontraktor pasti dibayar tahun ini, “ kata Chairil. (Ran415)

Sumber : http://www.korankaltim.com/kukar-perjuangkan-dau/

Mitra Kukar Juara Piala Jenderal Sudirman

Mitra Kukar akhirnya mengukuhkan sebagai jawara di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Pada laga puncak di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (21/1), Naga Mekes menekuk perlawanan Semen Padang dengan skor 2-1.

Kemenangan Semen Padang ini ditentukan oleh dua gol dari pemain pengganti, Michael Orah dan Yogi Rahadian. Sebelumnya, Mitra Kukar tertinggal lewat aksi Adi Nugroho.

Pertandingan berjalan dengan sengit sejak awal pertandingan. Hujan yang turun membuat kondisi lapangan Stadion Gelora Bung Karno terdapat genangan di beberapa tempat. Hal ini sempat membuat kedua tim sulit mengembangkan permainan.

Semen Padang mengambil inisiatif serangan dengan dimotori Vendri Mofu di lini tengah. Hanya saja, kondisi lapangan membuat serangan yang dibangun oleh Kabau Sirah kerap tersendat di oleh genangan.

Kubu Mitra Kukar yang lebih banyak ditekan mengandalkan bola lambung. Dari lini belakang, bola langsung diarahkan kepada Patrick dos Santos yang ada di depan. Skema yang bisa diantisipasi dengan mudah oleh Mahamadou Alhadji dan Hamdi Ramdan.

Hingga 30 menit laga berjalan dan memasuki waktu water break, skor tetap imbang 0-0. Kebuntuan pecah tiga menit berselang. Berawal dari inisiatif Vendry Mofu yang menguasai bola di dekat kotak penalti, bola dilanjutkan kepada Irsyad Maulana.

Dengan cedrik, Irsyad membuka ruang dan memberikan umpan sangat matang. Mudah Adi Nugroho mampu mengkonversi menjadi gol lewat sundulan kepala. Keunggulan Semen Padang ini bertahan hingga babak pertama usai.

Giliran Mitra Kukar yang menyerang pada babak kedua, sepakan bebas Patrick pada menit ke-49 nyaris menyamakan kedudukan. Beruntung Jandia Eka Putra masih sigap menepis bola.

Petaka bagi datang bagi Semen Padang pada menit ke-51. Yuu Hyun Ko harus keluar lapangan setelah mengoleksi kartu kuning ke duanya. Sebelumnya, Yuu menghentikan aksi Rodrido dengan tekel keras. Kini Semen Padang bermain dengan sepuluh pemain.

Kondisi yang membuat Naga Mekes mulai dominan. Aksi Rizky Pellu dan Rodrigo cukup dominan di tengah. Sementara Kabau Sirah mengandalkan kecepatan dari Irsyad Maulana dan Nur Iskandar untuk melancarkan serangan balik. Hasil pertandingan belum berubah hingga water break babak kedua.

Michel Orah akhirnya membuat Mitra Kukar menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Sepakan bebas eks pemain Persepam Madura ini gagal diantisipasi dengan baik oleh Jandia Eka. Skor kini sama kuat 1-1. Sebelumnya Orah masuk mengganti Zulkilfy yang cedera.

Mitra Kukar akhirnya unggul pada menit ke-89. Yogi Rahadian menjadi aktornya, pemain yang masuk menggantikan Defri Rizky. Pemain 20 mampu menyisir sisi sayap Semen Padang dan melewati beberapa pemain sebelum melepas sepakan yang menembus pertahanan Jandia. Mitra Kukar unggul 2-1 saat laga masuk perpanjangan waktu empat menit.

Hingga bubar para pemain Semen Padang gagal mencetak gol penyama kedudukan. Mitra Kukar tampil sebagai juara Piala Jenderal Sudirman.

Susunan Pemain Semen Padang vs Mitra Kukar:

Semen Padang: Jandia Eka; Hengky Ardilles, Mamodou Alhadji, Hamdi Ramdhan, Novan Setya; Yuu Hyun Koo, Vendy Mofu Alwi Slamat, Adi Nugroho; Nur Iskandar, James Koko

Mitra Kukar: Shahar Ginanjar; Zulkifli Syukur, Yanto Basna, Arthur Cunna, Syahrizal; Rizky Pellu, Hendra Ridwan; Defri Rizky, Syakir Sulaeman, Septian David Maulana; Patrick Dos Santos
(bola/asa)

Sumber : http://www.bola.net/indonesia/mitra-kukar-juara-piala-jenderal-sudirman-28c83a.html

Pemkab Bangun Jembatan Bentang Panjang di Sebulu

Maket jembatan Sebulu Tenggarong Seberang.

TENGGARONG –Setelah jembatan Kukar selesai dibangun dan dapat di pergunakan untuk umum, kini pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berencana membangun jembatan dengan bentang panjang di Kecamatan Sebulu. Jembatan yang bentuknya akan menyerupai jembatan Guri Amsa yang ada di Korea itu akan di bangun awal tahun ini.

Prediksi penyelesaian jembatan akan memakan waktu 3 hingga 4 tahun mendatang. Jembatan ini akan mempermudah akses warga dari Tenggarong menuju wilayah kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, serta wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur.

Perencanaan pembangunan jembatan Sebulu sudah masuk finalisasi Detail Engineering Design (DED) dan akan mulai dilakukan pembebasan lahan mulai tahun 2016 ini. Terang Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar, Ahyani Fadianur Diani.

Memiliki total panjang jembatan 600 meter dengan bentang tengah sepanjang 185 meter. Dengan demikian jembatan tersebut termasuk jembatan bentang panjang yang harus mendapatkan pengawasan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum seperti jembatan Kartanegara.

\”Pembangunan jembatan ini akan menggunakan APBD Kukar. Pembangunannya direncanakan selama 3,5 tahun atau maksimal 4 tahun, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 400 milyar khusus untuk jembatan saja, tidak termasuk bentang pendekat,\” terangnya.

Jembatan Sebulu telah dirancang khusus dari segi keamanannya, yakni jika salah satu kabel hanger atau kabel penggantungnya mengalami perlemahan hingga putus, hal itu tak akan mengganggu keseimbangan jembatan. \”Jembatan akan tetap kokoh meski ada satu kabel yang terlepas atau putus,\” demikian ujarnya. (HMS.DI.07)

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2016/9968/pemkab-bangun-jembatan-bentang-panjang-di-sebulu.html#

Dah Mulai Tepasang Rangka Lantai Jembatan Pulau Kumala

TENGGARONG – Pelaksanaan pembangunan jembatan penyeberangan ke Pulau Kumala, Tenggarong, mulai Kamis (7/1) merian tu dah mulai ke tahap masangi rangka lantai jembatan di atas pilar beton. Ngan nggunakan crane, rangka pertama lantai jembatan Kumala tu di angkit pas tepasang di atas pilar beton. Sehari sebelumnya tu, profil-profil baja ini diangkit dulu ke atas ponton.

habistu sida nya bekerja di atas ponton profil baja tu dirakit ntuk jadi rangka lantai jembatan. “Perakitan profil baja ne dah sudah dikerjai tulak kemai. Tapi karna hari dah mulai petang ndak ngerjai tu makanya di lanjutkan sida hari ne,” uje leh busu Makruf selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kumala.

Tekait ngan embangun jembatan Kumala lewat dari 31 Desember 2015, busu Makruf ngakui lamun sida pihak kontraktor PT Hutama Karya dah ngajukan perpanjangan waktu ngerjaikan jembatan tu ke Pemkab Kukar tapi dah disetujui. “Perpanjangannya maksimal 50 hari kerja tapi mandik tanpa konsekuensi. Kontraktor pelaksana wajib mbayar denda manjangikan waktu sesuai ngan progress nya dah dijalankan,” ujenya. (HMS.DI.04)

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2016/9964/dah-mulai-tepasang-rangka-lantai-jembatan-pulau-kumala.html#

Saksikan Kemenangan Naga Mekes

KEBERSAMAAN: Pj Bupati Kukar Chairil Anwar (keenam kanan, pakai topi), berfoto bersama kedua tim sebelum pertandingan dimulai.

TENGGARONG–Pj Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar menyaksikan pertandingan Mitra Kukar melawan Arema Malang pada leg pertama semifinal Indonesia Championship Jenderal Sudirman Cup di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Sabtu (9/1) malam.

Hadir pula pada kesempatan itu, Ketua DPRD Salehuddin SFil, Wakil Bupati Kukar terpilih Edi Damansyah, anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahri, Plt Sekkab Kukar Marli. Berikut Ketua Umum KONI Kukar Ria Handayani, Dayang Kartini Syaukani, dan Bupati Kukar terpilih Rita Widyasari.

Laga penuh drama tersaji saat Naga Mekes, menjamu Arema Cronus di stadion kebanggaan masyarakat Kukar. Mulai saling kejar gol hingga kericuhan kecil mewarnai 90 menit laga. Berambisi memetik poin penuh, Naga Mekes memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Beberapa peluang berhasil diperoleh. Namun tak ada yang berhasil dikonversikan menjadi gol.

Sedangkan Arema yang tampil rapat pada barisan pertahanan, sesekali melancarkan serangan berbahaya. Namun juga tak ada peluang yang berhasil menjadi gol. Skor tanpa gol menyudahi jalannya babak pertama.

Tidak ingin mengecewakan para petinggi Pemkab Kukar dan publik Kota Raja yang hadir menyaksikan, Rizky Pellu (Kapten Mitra Kukar) dan kawan-kawan terus berupaya maksimal mencetak gol. Akhirnya straker Naga Mekes, Patrick Crus berhasil membobol gawang lawan pada menit ke-52 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti Arema.

Pendukung setia Naga Mekes sempat termenung di interval babak kedua. Eloco julukan, Cristian Gonzales yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti Mitra Kukar dan membuat skor imbang 1-1.

Namun gol kemenangan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di menit ke-75. Yogi Rahadian yang mendapat umpan terobosan dari Pellu berhasil mengonversikannya menjadi gol. Keunggulan 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pj Bupati Chairil Anwar memberikan apresiasi kepada Mitra Kukar yang telah bekerja keras untuk memenangkan leg pertama semifinal Jenderal Sudirman Cup.

“Saya atas nama pribadi maupun warga Kukar berharap pada leg kedua di kandang Singo Edan, yakni Stadion Kanjuruhan, Malang, Rizky Pellu dan kawan-kawan kembali memenangkan pertandingan dan maju ke babak final, selanjutnya menjadi juara,” serunya. (hmp05/san/k11)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/255319-saksikan-kemenangan-naga-mekes.html

Tuntut Dana DBH

Lakukan Konsultasi ke Kemendagri dan Kemenkeu

HARI PERTAMA: Pertemuan rombongan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang dipimpin Pj Bupati Chairil Anwar mengadakan pertemuan dengan Dirjen Depdagri di Jakarta.

TENGGARONG–Penjabat (Pj) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar pada Kamis dan Jumat (7-8/1) lalu melakukan konsultasi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Berkaitan dengan molornya pengucuran alokasi dana bagi hasil (DBH) pajak maupun bukan pajak oleh pemerintah pusat ke kas daerah Pemkab Kukar.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Kukar didampingi Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Marli, Asisten II dan Asisten III, Ketua DPRD Salehuddin, wakil ketua, dan sejumlah anggota DPRD. Berikut, staf ahli DPRD Kukar, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dispenda, dan sejumlah pimpinan SKPD terkait.

Pengucuran dana tersebut seharusnya dilakukan Desember 2015 lalu, namun

hingga 6 Januari 2016 belum ditransfer. “Kenyataan itu, selain menjadikan pembayaran kepada rekanan tertunda, pembayaran gaji dan TPP (tambahan penghasilan pegawai, Red) pun molor, hingga sekarang belum terbayarkan,”

tegas Chairil Anwar.

Materi yang dikonsultasikan, yaitu terkait dasar aturan untuk melaksanakan percepatan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan perubahan APBD 2016 yang diharapkan bisa dilakukan pada triwulan pertama

2016. Sekaligus membahas pembayaran piutang kepada rekanan mendahului APBD Perubahan 2016.

Rombongan yang berjumlah 20 orang tersebut, pada hari pertama (Kamis, 7/1) mendatangi Dirjen Depdagri. Mereka diterima di Ruang Rapat Sumatera Kantor Kemendagri. Pihak Pemkab Kukar menjelaskan, setelah dilakukan evaluasi penerimaan 2015, per 31 Desember ada beberapa kewajiban kepada pihak ketiga khususnya kontraktor yang belum

terealisasi karena penerimaan Kukar tidak mencapai target dari DBH migas. Setelah dihitung oleh SKPD teknis, kewajiban yang harus dipenuhi kepada pihak ketiga nilai kumulatifnya sebesar Rp 546 miliar.

Selanjutnya Pj Bupati Chairil Anwar menjelaskan, Pemkab Kukar bingung karena tak bisa membayar gaji untuk bulan Januari 2016, dan TPP bulan Desember 2015. “Setelah mengadakan pertemuan dengan DPRD Kukar pada 5 Januari, Pemkab Kukar melakukan roadshow ke Biro Keuangan Pemprov Kaltim. Pemprov tidak bisa menjamin Pemkab Kukar bisa melakukan percepatan perubahan APBD. Oleh karena itu, kami memutuskan melakukan konsultasi ke Kemendagri dan Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Dari pertemuan di Kemendagri, kepada Pemkab Kukar diberikan alternatif Permendagri 52 Tahun 2015 yang berkaitan dengan adanya perubahan parsial. “Intinya, untuk menanggulangi utang tersebut bisa dilakukan dengan Peraturan Bupati Kepala Daerah sebab di dalamnya ada penjabaran APBD dan itu

cukup diberitahukan kepada DPRD tidak melalui persetujuan. Kalau perubahan APBD harus melalui persetujuan DPRD sesuai Permendagri,” ujar Pj Bupati.

Sedangkan hasil konsultasi ke Kementerian Keuangan, rombongan yang diterima Direktur Perimbangan Daerah Rukijo mendapatkan jawaban yang cukup melegakan. Pada Jumat (8/1) sore atau paling lambat Senin (11/1) kemarin, dana sebesar Rp 365 miliar akan ditransfer ke kas Pemkab Kukar. Berikutnya, untuk dana pajak total akan kembali masuk ke kas Pemkab Kukar sebesar Rp 450

miliar.

Sedangkan mengenai DBH reguler 2016 masih diusahakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Biasanya transfer pertama hanya 20 persen, namun Pemkab Kukar meminta dapat direalisasikan hingga 25 persen.

“Mudah-mudahan dalam bulan Januari ini

sudah ditransfer lagi. Jadi, masalah gaji bulan Januari sudah selesai, begitu pula bulan Februari tidak bermasalah lagi,” jelas Chairil Anwar.

Mengenai kewajiban kepada pihak ketiga, Chairil Anwar menegaskan bahwa Pemkab Kukar akan segera melakukan inventarisasi, apa benar jumlah tagihan mereka sebesar yang terdata. Lantaran ada informasi atau analisis

dari anggota DPRD yang menyatakan besaran utang Pemkab Kukar tidak sebesar yang

diperhitungkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, dari pertemuan yang dilakukan Pemkab Kukar ke Kemendagri dan Kementerian Keuangan, hasilnya menggembirakan. Dananya sudah masuk kas Pemkab Kukar. Kami akan segera melakukan pembayaran gaji pegawai, TPP, dan kepada pihak ketiga. Insya Allah, dalam waktu dekat ini direalisasikan,” tegas Chairil Anwar. (hmp02/san/k11)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/255238-tuntut-dana-dbh.html