Rita Harap Investor Tangkap Peluang Bisnis Pariwisata Kukar

Nyalakan Brong: Bupati Kukar Rita Widyasari saat menyalakan Brong atau obor besar menandai pembukaan Erau.(hmp03)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengatakan dengan dilaksanakannya EIFAF tahun ini, akomodasi atau Hotel di Tenggarong hampir tak mampu menampung pengunjung dan tamu. “Hotel di Tenggarong terisi penuh, saya harap investor dapat menangkap peluang ini untuk menanamkan modalnya membangun akomodasi, atau usaha pariwisata lainnya,” ujar Rita daam sambutannya apada pembukaan EIFAF tersebut.

Rita juga optimistis pariwisata Kukar terus berkembang, salah satunya kerana berpartisipasinya tim folklore atau kesenian dari negara-negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art (CIOFF). Berpartisipasnya folklore CIOFF sejak Erau 2013 lalu merupakan upaya untuk menggaungkan Erau dan Kukar dalam kancah Internasional.

“EIFAF ini untuk melestarikan budaya daerah dalam pergaulan budaya antar bangsa, tim kesenian CIOFF akan menyampaikan kenegaranya masing-masing tentang bagaimana Erau dan Tenggarong, ini baik untuk pariwisata Kukar,” katanya. Erau merupakan agenda pariwisata daerah dan nasional, yang merupakan komitmen Kesultanan bersama Pemkab Kukar untuk menjunjung warisan tradisi, yang bermuara pada pengembangan pariwisata.

Menurut Rita hal itu juga merupakan salah satu upaya Pemkab untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada sumberdaya alam yang tak terbarukan. “Sektor pariwisata adalah merupakan salah satu strategi pembanguan Gerbang Raja, sehingga akan terus kami kembangkan,” demikian katanya. (hayru;hmp03)

sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2014/8281/rita-harap-investor-tangkap-peluang-bisnis-pariwisata-kukar.html

Setkab Kukar Terima ISO 9001:2008

Terima ISO; Bupati Kukar Rita Widyasari menerima sertifikat ISO 9001 : 2008 untuk Setkab Kukar dari Menejer Bisnis PT SGS Indonesia Shashi Bhushan Jogan.(hmp03)

TENGGARONG – Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menerima sertifikat ISO 9001 : 2008 dari PT SGS yang dikenal sebagai Badan Sertifikasi terbesar di Indonesia. Sertifikat ISO tersebut diserahkan oleh Menejer Bisnis PT SGS Indonesia Shashi Bhushan Jogan, kepada Bupati Kukar Rita widyasari dan Sekretaris Daerah Kukar Edi Damansyah, Senin (9/6) pada apel pagi dihalaman Setkab Kukar.

Kemudian sertifikat ISO tersebut diserahkan Rita kepada 12 Kepala Bagian yang ada di Setkab Kukar. ISO 9001:2008 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu atau kualitas. Edi Damansyah selaku Top Manajemen Penerapan Sistem Manajemen Mutu, mengatakan proses persiapan sertifikasi ISO tersebut dikerjakan selama enam bulan sejak Oktober 2013 hingga Maret 2014. Yaitu tahap pertama Oktober-Desember 2013 adalah perencanaan dan persiapan, kemudian tahap ke dua Januari-Maret 2014 dilakukan implementasi dan pelaksanaan audit.

Selanjutnya Edi mengatakan tanggal 3 – 7 Maret 2014 dilaksanakan audit internal ISO pada 12 Bagian di Setkab Kukar, dilanjutkan dengan tinjauan manajemen oleh PT SGS Indonesia. “Dari hasil audit sertifikasi tersebut, maka pada 4 April 2014 Setkab Kukar dinyatakan memenuhi semua persyaratan dalam rangka penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008,” ujarnya. Edi menambahkan, selama tahapan proses dan implementasi penerapan sistem manajeman mutu ISO 9001:2008 di Setkab Kukar, mendaptakan pendampingan dan bimbingan langasung dari konsultan PT Galore Indonesia.

Menurut Edi, Setkab Kukar sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan aparatur berjumlah 1062 orang, terdiri dari 1786 PNS dan 376 Tenaga Harian Lepas (THL), dengan sarana prasaran terbatas telah membuktikan mampu meraih ISO 9001:2008.
“Ini menunjukkan aparat Setkab telah melaksanakan perubahan secara sistematis dan bertahap dalam kinerja sesuai sistem yang terukur,” demikan ujarnya. Acara penyerahan ISO tersebut, selain dihadiri staf dan kepala instansi dilingkungan Pemkab Kukar, juga dihadiri forum unsur koordinasi pimpinan daerah.(hayru;hmp03).

sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2014/8247/setkab-kukar-terima-iso-9001-2008.html

Bupati: Sertifikat ISO Jangan Sekedar Pajangan

Amanat tingkatkan pelayanan: Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada 12 Kabag di Setkab Kukar.(hmp03)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari berpesan kepada 12 Kepala Bagian di Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, agar terus menjaga standar mutu pelayanan yang sudah diterapkan sehingga Setkab Kukar meraih ISO 9001:2008. “Sertifikat ISO ini jangan sekedar pajangan atau hiasan dinding kantor anda, tapi sebagai pelecut semangat untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan,” pesan Rita saat menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada 12 Kabag di Setkab Kukar.

Rita mengatakan, meraih ISO bukan pekerjaan gampang, namun ISO tersebut bukan tujuan akhir, kerena tujuan yang sesungguhnya adalah bagaimana aparatur pemerintah selalu berfikir untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dengan acuan pelayanan berstandar Internasional.

Sertifikasi ISO 9001:2008 itu menurut Rita merupakan tekad Pemkab Kukar untuk melakukan perubahan manajemen pemerintah untuk memberikan pelayanan lebih baik. “Alqur’an menyebutkan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang berusaha merubahnya. Inilah yang kita lakukan di Setkab Kukar, kami berubah untuk maju,” ujarnya.

ISO 9001:2008 yang merupakan penghargaan atas manajemen mutu yang dilaksanakan Setkab Kukar, dianggap Rita adalah sebuah ujian. “Jangan sampai terlena dengan raihan ISO, ini adalah ujian bagi kita. Makanya manajmen mutu harus terus ditingkatkan, karena kita berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan,” imbaunya. Rita juga berharap SKPD lainnya yang berhubungan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat, contohnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil harus bersertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2015.

Sementara Menejer Bisnis PT SGS Indonesia Shashi Bhushan Jogan mengatakan, bahwa sertifikasi ISO 9001:2008 biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta, sehingga sangat jarang dilakukan lembaga Pemerintah. “Sedikit sekali Pemerintah di Indonesia yang bersertifikat ISO 9001:2008 mungkin bisa dihitung dengan jari, jadi saya ucapkan selamat kepada Pemkab Kukar,” ujar Shashi kepada Bupati Rita. (hayru/hmp03).

sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2014/8248/bupati-sertifikat-iso-jangan-sekedar-pajangan.html

Adipura di Pangkuan Kota Raja

Diarak Keliling Tenggarong, Warga Menyambut

 

DI Bawah kepemimpinan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Tenggarong mengalami perubahan pesat. Branding Kukar “The Heart of Borneo” bukan sekadar slogan, lantaran Kota Raja dinyatakan sebagai salah satu pemenang dari 86 kota sensasional yang memboyong Piala Adipura.
Bahkan lambang supremasi kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keindahan kota dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) itu diarak puluhan kilometer bak raja keliling kota, Sabtu (7/8). Langkah yang dilakukan perempuan pertama menjadi kepala daerah di Kaltim ini cukup progresif untuk ukuran kota-kota di tanah Borneo.
Setelah lebih dari satu dekade (18 tahun) kota yang dulu bernama Tangga Arung (rumah raja) ini acap kali gagal mendapatkan Adipura. Namun baru sekitar tiga tahun lebih memimpin Kukar, banyak gebrakan yang dilakukan Rita. Dia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang ia kunjungi dalam rangka perjalanan dinas.
Yang diwujudkan hanya untuk memikirkan kepentingan publik, salah satunya penataan kawasan tepi sungai di Tenggarong, yang difungsikan bagi pejalan kaki dan jogging track. Yang tak kalah penting, pemukiman Tanjong yang kerap kali gagal direlokasi bahkan hingga berganti bupati, namun Rita mampu merelokasi pemukiman kumuh Tanjong yang berdiri di atas muara Sungai Mahakam itu hampir tanpa gejolak.
Kemudian merelokasi para penghuni itu untuk menempati rumah sewa sederhana (RSS) di Kelurahan Mangkurawang. “Akhirnya Adipura kembali didapat Kukar saat saya berjuang untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kami cukup berkeringat luar biasa dengan merubah mindset para pejabat.
Namun perjuangan mendapatkan Adipura ini lebih luar biasa lagi,” ungkapnya, di sela-sela pidato syukuran Adipura di Pendopo Odah Etam Bupati Kukar. Dikatakan Rita, langkah keberhasilan Adipura ini salah satunya setelah membongkar pemukiman Tanjong, menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok menjadi arena bermain semua usia.
Bahkan tadinya pembuangan sampah open dumping tak lagi dilakukan namun sistemnya ditimbun dalam lubang berventilasi. Langkah tersebut, lanjut dia, berlanjut dengan mengolah sampah tersebut menjadi bahan bakar pembangkit listrik. Bahkan mesin pengolah sampah dalam waktu dekat akan didatangkan dari Tiongkok. “Beroperasinya Pasar Mangkurawang dan RSUD AM Parikesit di Tenggarong Seberang juga turut menambah nilai Adipura,” jelasnya.
Sekadar diketahui, Piala Adipura tiba di Tenggarong pukul 13.00 Wita dibawa oleh Rita Widyasari dengan menggunakan helikopter. Saat lepas landas piala tersebut dibawa pasukan pengibar bendera (paskibra) dengan iringan mobil dan club motor.
Setibanya di depan Kantor BPD Kaltim Cabang Tenggarong di Jalan KH Akhmad Mukhsin, Adipura disambut Dara Kukar yang diikuti jajaran pengurus Forum Kabupaten Sehat (FKS) dan diketuai Abrianto Amin, ada pula Camat Tenggarong Mulyadi serta ratusan pasukan kuning serta pelajar yang mengiringi dengan berjalan kaki hingga Pendopo Odah Etam Bupati Kukar.(adv/adw/rom/k14)
sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/78080/adipura-di-pangkuan-kota-raja.html