Maret 2015, Kota Bangun – Tabang Tembus Dua Jam

Ahyani: Konstruksi Jalan Layang Mirip di Jembatan Suramadu

TENGGARONG – Akses jalan penghu-bung antarkecamatan di hulu Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal tuntas di 2015 mendatang. Jalur tersebut menghubungkan Kecamatan Kota Bangun menuju Kenohan, Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang yang selama ini saling terisolasi.
“Tahun 2015, jalan antarkecamatan itu bisa dilintasi pada Maret 2015,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Ahyani Fahdianur Diani, kemarin.
Ia menjelaskan, pemasangan file slab yang menghubungkan Kecamatan Kota Ba-ngun melalui jembatan Martadipura menu-ju Desa Sebelimbingan, Kecamatan Keno-han tinggal menyisakan 4,5 kilometer.
“File slab untuk jalan layang yang menghubungkan Kota Bangun dan Kenohan dengan jarak 13 Km tinggal sedikit lagi akan selesai, hanya tinggal 4,5 kilometer. Konstruksi jalan layangnya itu seperti yang dihubungkan oleh jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di Jatim,” katanya.
Ahyani yakin target itu terwujud karena saat ini progres pengerjaan jalan untuk membuka keterisolasian hulu mahakam sudah mencapai 70 persen lebih. Apalagi semua proyek mutiyers yang dikerjakan sebagian sudah selesai.
“Saya lupa tinggal berapa proyek yang belum selesai. Tapi yang pasti, untuk 2014 ini kembali dilanjutkan pembangunannya dan sudah dalam tahap pelelangan,” ucapnya kepada Koran Kaltim, kemarin.
Ahyani membeberkan, proyek untuk membuka akses ke hulu Mahakam dimulai sejak 2008 silam dengan panjang jalan 172 Km. Dana yang dihabiskan sudah mencapai triliunan rupiah. “Kami tentu senang dengan pencapaian ini, nanti Kota Bangun-Tabang bisa ditempuh selama dua jam lebih dengan kecepatan 60 Km/jam. Nanti bisa menggunakan angkutan darat ke Tabang,” terangnya.
Untuk diketahui, selama ini daerah hulu Mahakam seperti Kenohan, Kem-bang Janggut dan Tabang sangat terisolir. Tiga kecamatan terjauh di hulu Maha-kam ini hanya bisa ditempuh dengan transportasi sungai dengan biaya yang cukup besar. (ami)

Sumber : http://www.korankaltim.com/maret-2015-kota-bangun-tabang-tembus-dua-jam/

Kuliah S-3 sejak 2005, Baru Ujian Awal Disertasi

BUPATI Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mendapatkan penilaian terbaik pada ujian tahap awal disertasi program doktoral (S-3) di Universitas Utara Malaysia (UUM), pertengahan Februari 2014 lalu. “Karena persiapan sudah bagus, alhamdulillah ujian awal disertasi saya minor kesalahan, jadi tak ada yang diperbaiki. Sehingga saya dapat penilaian tertinggi,” ujar Rita saat ditemui, Kamis (20/2) malam. Rita mengaku kuliah di UUM sejak 2005 lalu, dan menyiapkan berbagai makalah tentang studi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Namun, karena kesibukan dan aktivitasnya, Rita baru bisa mengikuti ujian tahap awal disertasi pertengahan Februari tahun ini. Adapun jurusan yang diambil Bupati perempuan pertama di Kaltim itu adalah Manajemen Publik, dengan judul disertasi, yakni Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara di Era Otonomi Daerah. Sedangkan tim pengawas atau dosen penguji disertasi Rita, yaitu Prof Dr Muhammad Ali Embi dan Prof Dr Oemar Hamdan Hj Djuhri.

Dikatakan Rita, disertasi miliknya dibuat dalam bahasa Melayu atau bahasa Malaysia, tetapi saat ujian tahap awal tersebut dia boleh menggunakan bahasa Indonesia, karena ada satu dosen pengujinya orang Indonesia. “Jadi saya pas ujian boleh pakai bahasa Indonesia, tapi kalau disertasi yang diserahkan di kampus itu, ya bahasa Malaysia,” ujar putri mantan Bupati Kukar HM Syaukani HR itu. Selanjutnya, dalam tiga bulan ke depan, Rita akan kembali mempersiapkan disertasinya untuk ujian akhir di UUM, untuk mendapatkan gelar doktor. “Insya Allah dalam tiga bulan ini saya akan mengikuti ujian akhir, mudah-mudahan lulus dengan baik,” harapnya. (hmp03/ibr/k9

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/61599/kuliah-s-3-sejak-2005-baru-ujian-awal-disertasi.html