Erau Berjalan Sukses

Kian Ramai, Tahun Depan Lebih Meriah

SUKSES: Bupati Rita menyampaikan sambutan saat penutupan Erau.

TENGGARONG – Tuntas sudah gelaran Erau Pelas Benua dan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Pesta adat yang selama sepekan menghibur rakyat Kukar, wisatawan lokal, hingga mancanegara itu berakhir, Minggu (7/7). Kegiatan yang dihadiri delapan negara itu tak sekadar berjalan sukses, tapi pemkab mendapat banyak apresiasi. Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, Erau tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sebab, tahun ini digandeng EIFAF, sehingga membuat lebih semarak. “Kegiatan ini (Erau) berjalan dengan sukses, karena dari semua rangkaian acara mampu menyedot minat pengunjung,” bebernya.
Sejumlah acara yang mampu menyita perhatian, di antaranya upacara adat dari Keraton Kesultanan Kukar Ing Martadipura, bepelas yang menyita perhatian tamu mancanegara. Selain itu, pada pentas seni dan budaya yang juga diisi dengan kesenian dari delapan negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) sangat diminati pengunjung. Expo Erau pun tak kalah menarik. Hal tersebut terpantau dari selalu dipadatinya arena expo di Gedung Bulu Tangkis Rondong Demang.
“Artinya Erau ini sukses dan menarik minat orang di luar Kukar,” imbuhnya, saat menutup Erau, kemarin pagi di beranda Museum Mulawarman, Tenggarong.
Menurutnya, suatu kehormatan bisa buat hiburan internasional di Kukar. Semua dapat menjalin persahabatan kepada negara lain yang datang. Begitu juga partisipasi dari kabupaten/kota lainnya. “Ini bisa membuka mata, supaya kesenian kita semakin maju lagi,” jelasnya. Dikatakan, Erau yang dibuka sejak 30 Juni lalu, itu berimbas pada Kota Raja yang kian ramai. Berbagai pertunjukan selalu dipadati pengunjung dan wisatawan luar. Itu menunjukkan tingginya kunjungan ke Kukar.
Ia berharap, Erau selanjutnya bisa lebih banyak lagi menarik minat pengunjung. Rita mengajak seluruh warga mempersiapkan diri dengan menjadi tuan rumah yang baik, karena Kukar merupakan salah tujuan wisata di Indonesia. Bupati menambahkan, bahwa cinta kepada budaya bangsa itu, bagaimana membangun karakter diri agar berbudaya. “Kita harus memiliki kontribusi untuk memelihara alam. Tak hanya kaya sumberdaya alam berupa tambang minyak, gas, dan batu bara, Kukar juga kaya akan seni dan budaya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin, mengatakan Erau tahun ini berlangsung aman, lancar, dan mendapat perhatian antusiasme yang baik dari warga dan wisatawan. Menurutnya, kehadiran kelompok seni dari delapan negara anggota CIOFF itu, merupakan terobosan baru Pemkab Kukar memeriahkan Erau. “Ini sekaligus wujud untuk mengapresiasi budaya daerah sendiri dan kesenian dari luar,” ujarnya, dalam sambutan penutupan Erau.
Ia menjelaskan, ada tiga hal penting untuk mengembangkan pariwisata, yakni atraksi seni budaya dan keindahan alam. Hal itu juga harus dipadu dengan akomodasi dan konsumsi, serta yang paling penting adalah infrastruktur yang mendukung. “Saya akan laporkan pada atasan (Gubernur Kaltim) tentang kebutuhan Kukar mengenai infrastruktur,” katanya.
Aswin mengucapkan, terima kasih kepada semua yang terlibat dalam pelaksanaan Erau. Khususnya kepada kerabat Kesultanan Kukar Ing Martadipura dan Pemkab Kukar. “Ide Erau tahun ini pantas diapresiasi, karena jumlah pengunjung meningkat,” pungkasnya. (hmp03/rom/k8)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/24549/erau-berjalan-sukses.html