Pemkab Kukar Lakukan Mou dengan Kemenkominfo

Rita Widyasari dan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dr.Ir. Ashwin Sasongko,M.Sc, didampingi Direktur E-government Ir.Firmansyah Lubis,MIT saat melakukan Penandatanganan Mou Implementasi dan Pengembangan Aplikasi Informatika.

JAKARTA – Bupati Kutai Kartanegara atasnama Pemkab Kukar, Kamis ( 11/7 ) melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding Mou tentang Implementasi dan Pengembangan Aplikasi Informatika dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Ruang Ukir Lantai II Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta. Penandatangan ini langsung dilakukan oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dr.Ir. Ashwin Sasongko,M.Sc, didampingi Direktur E-government Ir.Firmansyah Lubis,MIT, sekaligus juga disaksikan Direktur E-business Ir.Azhar Hasyim,MT, Direktur Pemberdayaan Informatika Marian F.Barata, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Ir.Herry Abdul Aziz,M.Eng, Direktur Keamanan Informasi Bambang Heru Thahjono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara, H Surip didampingi beberapa Kasi dilingkungan Diskominfo Kukar.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dr.Ir. Ashwin Sasongko,M.Sc, dalam sambutannya mengatakan, dewasa ini, peranan informasi semakin penting, baik untuk kepentingan individu, bisnis maupun pemerintahan. Dengan adanya teknologi informasi, khususnya internet, dunia seakan tanpa batas/ borderless, tidak ada lagi hambatan ruang dan waktu dalam menjalin interaksi dengan siapapun dan dimanapun. Penandatanganan Mou yang dilaksanakan terkait dengan berbagai bidang sesuai dengan Inpres Tahun 2003. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI selalu berupaya mengembangkan dan menyebarluaskan penggunaan dan kemajuan teknologi informasi agar terus dikembangkan sekaligus menjaga, memelihara dan memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan perundang – undangan yang berlaku, sekaligus turut serta dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ada 3 ( tiga ) proyek besar di Wilayah Kalimantan yang telah dilaksanakan sejak Tahun 2012 lalu dan dipusatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Mou ini merupakan dasar Review 3 ( tiga ) proyek tersebut. Ashwin Sasongko berharap, Kabupaten Kukar bisa melaksanakan e-Goverment sesuai dengan Perintah Presiden , lebih efisien ,lebih transparan dan akuntabel sehingga Pemkab Kukar lebih maju lagi, dan hubungan harmonis antara masyarakat, Dinas/Instansi seluruh SKPD dengan pemerintah terjalin lebih baik lagi . Pihaknya siap membantu untuk ditindak lanjuti apakah dalam bentuk proyek pelatihan, penggunaan software maupun bimbingan teknis bisa dilakukan lebih instensif .

Sementara itu, Bupati Kukar Rita Widyasari dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program gerbang raja berusaha melakukan perubahan secara bertahap dan kontinyu dalam menata Pemerintahan yang baik atau yang lebih dikenal dengan istilah Good Governance terutama dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sedang giat-giatnya berbenah menuju era transformasi digital dan ini menjadi tantangan bagi kami semua, mengingat mengubah mindset konvensional ke mindset digital bukan lah hal mudah .

Setelah MoU ini ditandatangani, Rita berharap agar semua Direktorat dibawah Dirjen Aptika dapat turut berperan aktif menjalankan Komunikasi sinergis kepada Pemkab Kukar sekaligus dapat membantu mengembangkan semua aplikasi yang disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah. Dan Kabupaten Kutai Kartanegara siap menjadi Kabupaten Percontohan atau pilot project di Indonesia dalam Implementasi dan Pengembangan semua aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang arahnya pada Implementasi dan Pengembangan Egovernment sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-government, tambah Rita Widyasari.

Kemudian melalui Program Gerbang Raja (Gerakan Rakyat Sejahtera), Pemkab Kukar secara bertahap akan melanjutkan pembangunan jaringan internet ke semua sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara, membangun kawasan IT park di Tanjung, pembangunan jaringan komunikasi data hingga ke Desa, pengembangan infrastruktur NOC (Network Operating Center) dan Pengembangan Infrastruktur jaringan, hingga ke semua Desa di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan menjalankan aplikasi e-office, aplikasi e-arsip, aplikasi sistem manajemen potensi Daerah, Simreda (Sistem Perencanaan Daerah), Aplikasi E- Audit, dan Sistem Integrasi Layanan (SIL), Selanjutnya melalui kesempatan ini , Rita berharap pada tahun 2014, Kabupaten Kutai Kartanegara dapat diberikan kesempatan untuk menerima hibah fasilitas Pusat Komunitas Kreatif dari Kementerian Komunikasi.

Rita merasa salut dan bangga dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas moment yang di gagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kementerian Kominfo RI, mengingat tahun 2011 lalu Kabupaten Kutai Kartanegara terpilih sebagai Kabupaten penerima panji keberhasilan di bidang Egovernment tingkat Provinsi Kaltim dan Piagam ICT Pura Muda dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dan Kami berharap prestasi ini sebagai pendorong semangat dalam rangka pengembangan Egovernment di Kabupaten Kutai Kartanegara dan dapat mempertahankan penghargaan ini dan dapat menjadi Kabupaten Pertama di Kalimantan yang memperoleh penghargaan PEGI tingkat Nasional, ujar Rita . ( Hmp 04/ Betty ).

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2013/7241/pemkab-kukar-lakukan-mou-dengan-kemenkominfo.html

Bulan Puasa Ramadan Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam

TENGGARONG – Selama bulan puasa Ramadan 1434 Hijriah, jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikurangi satu jam. Dari yang biasanya 7,5 jam menjadi 6,5 jam setiap harinya. Perubahan jam kerja PNS dilingkungan Pemerintah Kukar selama bulan puasa Ramadan diatur melalui Surat edaran Sekretaris Kabupaten Kukar Nomor 060/587/ORG/2013 Tentang Ketentuan Jam Kerja Selama Ibadah Puasa Ramadan 1434 H/2013 M.

Diluar bulan puasa Ramadan PNS masuk kerja pada pukul 07.30 Wita dan pulang pada pukul 15.30 Wita, sedangkan selama bulan puasa Ramadan PNS bekerja pada pukul 08.00 Wita dan pulang pada pukul 15.00 wita, kecuali hari Jumat PNS masuk kerja pada pukul 08.00 wita dan pulang pukul 11.00 wita.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa perubahan jam kerja dilakukan dalam rangka untuk memberikan ketenangan dan ketentraman selama menjalankan ibadah puasa Ramadan serta tidak mengurangi ketentuan jam kerja sebagaimana diatur dengan keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 Tanggal 27 September 1995, keputusan Menteri Pendayaan Aparatur Negara RI Nomor 08 Tahun 1996 Tanggal 13 Maret 1996, serta Surat Wakil Gubernur Kaltim Nomor 061.2/6022/ORG.

“Pemberlakukan jam kerja tersebut berlaku efektif terhitung permulaan sampai dengan berakhirnya bulan Ramadan Tahun 1434 H/2013 M yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, “ kata Sekretaris Kukar Edi Damansyah.
Menurut Edi Damansyah selama bulan Ramadan pelaksanaan apel pagi dan apel gabungan Tanggal 17 Juli ditiadakan, absensi bekerja tetap dilaksanakan diruang kerja masing-masing, namun tetap mengacu pada ketentuan pengisian daftar hadir PNS dilingkungan Pemerintah Kukar.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi unit kerja penyelenggaraan pelayanan umum kepada masyarakat agar dapat menyesuaikan, sehingga perubahan jam kerja selama bulan Ramadan tidak mengganggu pelayanan umum kepada masyarakat. “Keputusan ini selain berlaku untuk PNS juga untuk tenaga honorer. Datangnya bulan puasa diharapkan tidak mengganggu semangat kerja pegawai, malah menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” harapnya (Rud-hmp02)

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2013/7235/bulan-puasa-ramadan-jam-kerja-pns-berkurang-1-jam-.html

Erau Berjalan Sukses

Kian Ramai, Tahun Depan Lebih Meriah

SUKSES: Bupati Rita menyampaikan sambutan saat penutupan Erau.

TENGGARONG – Tuntas sudah gelaran Erau Pelas Benua dan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Pesta adat yang selama sepekan menghibur rakyat Kukar, wisatawan lokal, hingga mancanegara itu berakhir, Minggu (7/7). Kegiatan yang dihadiri delapan negara itu tak sekadar berjalan sukses, tapi pemkab mendapat banyak apresiasi. Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, Erau tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sebab, tahun ini digandeng EIFAF, sehingga membuat lebih semarak. “Kegiatan ini (Erau) berjalan dengan sukses, karena dari semua rangkaian acara mampu menyedot minat pengunjung,” bebernya.
Sejumlah acara yang mampu menyita perhatian, di antaranya upacara adat dari Keraton Kesultanan Kukar Ing Martadipura, bepelas yang menyita perhatian tamu mancanegara. Selain itu, pada pentas seni dan budaya yang juga diisi dengan kesenian dari delapan negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) sangat diminati pengunjung. Expo Erau pun tak kalah menarik. Hal tersebut terpantau dari selalu dipadatinya arena expo di Gedung Bulu Tangkis Rondong Demang.
“Artinya Erau ini sukses dan menarik minat orang di luar Kukar,” imbuhnya, saat menutup Erau, kemarin pagi di beranda Museum Mulawarman, Tenggarong.
Menurutnya, suatu kehormatan bisa buat hiburan internasional di Kukar. Semua dapat menjalin persahabatan kepada negara lain yang datang. Begitu juga partisipasi dari kabupaten/kota lainnya. “Ini bisa membuka mata, supaya kesenian kita semakin maju lagi,” jelasnya. Dikatakan, Erau yang dibuka sejak 30 Juni lalu, itu berimbas pada Kota Raja yang kian ramai. Berbagai pertunjukan selalu dipadati pengunjung dan wisatawan luar. Itu menunjukkan tingginya kunjungan ke Kukar.
Ia berharap, Erau selanjutnya bisa lebih banyak lagi menarik minat pengunjung. Rita mengajak seluruh warga mempersiapkan diri dengan menjadi tuan rumah yang baik, karena Kukar merupakan salah tujuan wisata di Indonesia. Bupati menambahkan, bahwa cinta kepada budaya bangsa itu, bagaimana membangun karakter diri agar berbudaya. “Kita harus memiliki kontribusi untuk memelihara alam. Tak hanya kaya sumberdaya alam berupa tambang minyak, gas, dan batu bara, Kukar juga kaya akan seni dan budaya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin, mengatakan Erau tahun ini berlangsung aman, lancar, dan mendapat perhatian antusiasme yang baik dari warga dan wisatawan. Menurutnya, kehadiran kelompok seni dari delapan negara anggota CIOFF itu, merupakan terobosan baru Pemkab Kukar memeriahkan Erau. “Ini sekaligus wujud untuk mengapresiasi budaya daerah sendiri dan kesenian dari luar,” ujarnya, dalam sambutan penutupan Erau.
Ia menjelaskan, ada tiga hal penting untuk mengembangkan pariwisata, yakni atraksi seni budaya dan keindahan alam. Hal itu juga harus dipadu dengan akomodasi dan konsumsi, serta yang paling penting adalah infrastruktur yang mendukung. “Saya akan laporkan pada atasan (Gubernur Kaltim) tentang kebutuhan Kukar mengenai infrastruktur,” katanya.
Aswin mengucapkan, terima kasih kepada semua yang terlibat dalam pelaksanaan Erau. Khususnya kepada kerabat Kesultanan Kukar Ing Martadipura dan Pemkab Kukar. “Ide Erau tahun ini pantas diapresiasi, karena jumlah pengunjung meningkat,” pungkasnya. (hmp03/rom/k8)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/24549/erau-berjalan-sukses.html

Sejarah Pertama Kali di Kaltim, Kukar Raih Opini WTP

Kepala BPK RI Rizal Djalil saat menyerahkan hasil laporan keuangan pemkab Kukar tahun 2012 dengan Opini WTP kepada Bupati Kukar Rita Widyasari, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar, Senin (8/7) di Ruang Sidang Gedung DPRD Kukar Lantai II.

TENGGARONG – Setelah sekian lama penilaian atas Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mendapat Opini Disclaimer. Ahirnya pada Senin (8/7) pagi merupakan hari yang bersejarah bagi Pemkab Kukar sukses meraih hasil laporan keuangan 2012 dengan predikat langsung mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tentunya hal ini sangat mengejutkan dan disambut penuh kegembiraan, dimana hasil laporan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BPK RI Dr H Rizal Djalil kepada Bupati Kukar Rita Widyasari dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dengan agenda Penyampaian Laporan Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemkab Kukar Tahun Anggaran 2012, dipimpin Ketua DPRD Kukar Salehuddin.

Ketua BPK RI Rizal Djalil, mengucapkan selamat kepada Pemkab Kukar atas opini WTP yang diberikan oleh BPK RI. “Selamat atas predikat opini WTP,” katanya.

Menurut dia, ini merupakan hari yang bersejarah, dimana penilaian tersebut dalam konteks perbaikan tata kelola keuangan. Kata Rizal Pemkab Kukar berkali-kali mendapat opini disclaimer, dan tahun ini saya sampaikan lagi Kukar mendapat opini WTP. “Saya mengingatkan kepada Bupati, agar opini WTP ini dapat dipertahankan secara terus menerus, kalau tidak hati-hati bisa turun, seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang dulunya mendapat WTP sekarang disclaimer,” ujarnya.

Dikatakan Rizal dan merasa yakin atas kepemimpinan Bupati Rita Widyasari opini WTP ini bisa dilakukan dan dipertahankan. Kenapa WTP ini bisa dicapai, jelas Rizal dari sisi sumber daya manusia (sdm) berkali-kali dilakukan pembinaan, dan secara teknis BPKP memberikan bimbingan khusus, dengan menurunkan 20 orang yang di datangkan dari Jakarta. “Jadi jelas bukan sesuatu yang jatuh dari langit, melainkan hal ini merupakan hasil kerja keras semua perangkat daerah, SKPD, DPRD Kukar, dan pemeriksaan keuangan ini dilakukan selama 60 hari, dan saya katakan di Kaltim baru Kukar yang mendapat opini WTP,” jelas Rizal.

Sekali lagi selamat atas peraihan opini WTP dan saya katakan juga, tahun ini dalam hasil penilaian keuangan, Kukar juga pertama kalinya tepat waktu dalam pelaporannya, “Biasanya molor hingga 6 bulan, tapi tahun ini Kukar pertama kali tepat waktu, semoga tahun-tahun berikutnya dapat dipertahankan,” katanya.

Ditambahkan dia, berharap juga kepada Bupati Kukar menyangkut sdm agar segera melakukan review terhadap dinas pendidikan Kukar, “Saya ingin katakan bahwa diknas itu memiliki anggaran yang besar, menyangkut hajat hidup orang banyak, menurut saya bupati harus segera melakukan review atau revitalisasi, jangan ditunda lagi kalau ingin lebih baik,” pesan Rizal, yang langsung di sanggupi Rita, siap.

Sementara itu Bupati Rita Widyasari dengan gembiranya mengatakan bahwa opini WTP ini sungguh merupakan sejarah bagi kabupaten Kutai Kartanegara. “Mimpi saja saya tidak berani, namun hari ini merupakan hari yang bersejarah atas opini WTP, dan saya mengucapkan terimakasih dan memberikan penghormatan kepada Kepala BPK RI Rizal Djalil yang menyerahkan langsung hasil pemeriksaan keuangan pemkab Kukar 2012,”.katanya. (hmp4)

Sumber : http://humas.kutaikartanegarakab.go.id/read/news/2013/7238/sejarah-pertama-kali-di-kaltim-kukar-raih-opini-wtp.html