Innova Hantam Bus, Dua Tewas

SAMARINDA – Jalan poros Balikpapan-Samarinda kembali bersimbah darah. Dua tewas ketika bus Pulau Indah Jaya bertabrakan dengan mobil Toyota Innova di Km 62 area Bukit Soeharto, Kamis (20/6) pagi.

Pagi itu, bus yang bertolak dari Banjarmasin menuju Samarinda ini dikendarai Musyafri (40) dan mengangkut 20 penumpang. Namun, memasuki Km 62, Musyafri terkejut saat berpapasan dengan Innova KT 1070 MV yang tampak oleng ke kanan dan melewati marka jalan. Dia coba menurunkan kecepatan menjadi sekitar 50 kilometer, kemudian menginjak rem.

“Sopir Innova itu membanting setir ke kiri. Saya juga banting ke kiri (menghindari, Red),” terang warga Jalan Poros Provinsi RT 10 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara ini.

Namun telat, kecelakaan tidak bisa dielakkan. Moncong Innova menabrak bagian kanan bus. Bus pun terseret sepuluh meter hingga menabrak pepohonan di tepi jalan. “Mungkin kalau enggak ada pohon, mobilnya sudah masuk ke jurang,” kata Musyafri. Kaca depan hancur, meski seluruh penumpang bus selamat.

Tapi nahas menimpa Innova. Sang sopir, Stefanus Gole Koten (28), tewas di tempat. Sementara tiga penumpang mobil itu selamat. Risky Leo Wirawan (21) luka bagian dada, kemudian Leni Marlina (32) luka patah bagian tangan kanan, satu lagi bocah perempuan Elisa Apra Adila (8, putri Leni) luka bagian kepala, tangan, kaki patah. Semuanya dibawa ke dilarikan ke RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Malam tadi, Elisa menghembuskan napas terakhir setelah kondisinya memburuk.

Stefanus Gole Koten (28) tinggal di Jalan Taman Siswa KM 1, Loa Janan Ilir, Kutai Kartanegara. Perantau asal Waimana, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini meninggalkan seorang istri dan anak berumur dua tahun. “Istrinya baru saja sebulan di sini. Dua bulan sebelum berhenti bekerja di hotel (Aston Samarinda, Red) dia pulangkan istrinya ke kampung,” terang Philip Weking, sepupu Stef, sapaan korban.

Korban baru belakangan ini menjadi driver jasa angkut Samarinda-Balikpapan. Dia mengoperasikan Innova yang enam bulan lalu dibeli kakak sepupunya, Yohanes De Silva, yang menanggung uang muka.

Kemarin pagi, Stef bertugas mengantar tiga penumpangnya ke Bandara Sepinggan untuk mengerja penerbangan jam 10.00. “Waktu lihat mobilnya hancur dari jauh, saya sudah lemas,” terang Philip, yang kebetulan bekerja di Samboja. Rencananya jenazah dikebumikan hari ini. Sementara orangtua Stef baru tiba di Samarinda dua hari lagi.

Menanggapi sering terjadinya lakalantas di jalur lintas Balikpapan-Samarinda, Wadirlantas Polda Kaltim AKBP Widaryanto menjelaskan, tanah yang labil atau permukaan tidak rata menjadi salah satu alasan pengemudi kerap oleng hingga keluar jalur.

“Soal tabrakan di Taman Bukit Soeharto, kami masih selidiki. Yang jelas di sana tanahnya labil,” terang Widaryanto.

Mantan Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) tersebut menuturkan, subuh atau sekitar pukul delapan pagi ke bawah, tak jarang kecelakaan mengakibatkan kematian pengendara atau penumpang mobil. Terlebih bagi mereka yang mengebut mengejar pesawat di bandara. Sehingga, tidak memedulikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.

Pengendara juga biasanya mengantuk. Padahal, jika istirahat sebentar lalu dilanjutkan mengemudi, bisa mengantisipasi kecelakaan. Lucunya, kata Widaryanto, ada sopir memilih mengebut ketimbang pelan agar posisinya terus terjaga. Padahal diketahui itu salah besar. “Ya, kalau capek atau mengantuk, istirahat sebentar. Jangan memilih ngebut,” terangnya.

Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Kaltim Kompol Sumarno menerangkan, selama Januari-Maret ada 337 kasus kecelakaan di Kaltim. Selain menimbulkan korban jiwa 129 orang, juga kerugian materil mencapai Rp 1,98 miliar (lihat grafis, Red).

Polisi kembali mengimbau pengendara agar semaksimal mungkin tertib dan patuh berlalu lintas. “Yang tertib saja masih bisa celaka, apa lagi yang tak tertib,” jelas Sumarno. (*/bjo/aim/ede/her/*/riz/zal/k6)

Sumber http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/23212/innova-hantam-bus-dua-tewas.html