Diumumkan Malam, Berlaku Dini Hari

Harga Baru Premium Rp 6500, Solar Rp 5500

JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan persiapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Yang terbaru, beredar informasi bahwa pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM pada malam ini (21/6). Harga baru BBM itu paling cepat efektif berlaku mulai Sabtu (22/6) pukul 00.00.

Informasi tersebut berhembus kencang sepanjang kemarin (20/6). Bukan hanya pihak istana, beberapa lembaga pemerintahan terkait menguatkan indikasi tersebut. Salah satunya lembaga pengatur sektor hilir migas, yakni Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas.

Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto membenarkan bahwa pemerintah bakal mengumumkan kenaikan harga BBM hari ini. Dengan begitu, menurut pengalaman selama ini, peraturan tersebut bakal terhitung efektif Sabtu (22/6) pukul 00.00. “Yang sudah-sudah seperti itu,” kata Djoko di kantornya kemarin.

“Kalau Kemenkeu sih mintanya paling lambat Kamis (20/6). Tapi ‘kan susah, Tidak mungkin malam ini (20/6) karena harus memproses BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat). Wapres minta BLSM harus dibagikan Sabtu.”

Meski demikian, dia menegaskan bahwa keputusan akhir jadwal pengumuman kenaikan itu belum final. Menurut Djoko, pemerintah terus mengadakan rapat persiapan kompensasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Dengan begitu, BLSM bisa langsung dibagikan saat kenaikan berlaku.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri belum memberi pernyataan resmi tanggal kenaikan harga BBM. Sepanjang kemarin, SBY mengadakan sidang kabinet paripurna membahas kenaikan harga BBM dan kompensasinya. Dalam sidang kabinet tersebut, Menkeu menjabarkan penjelasan terkait APBN-P 2013, sementara Menkokesra memaparkan persiapan program perlindungan sosial pasca kenaikan BBM.

“Dalam sidang kali ini, agar kita semua paham apa yang telah disepakati dan dituangkan dalam UU (APBN-P) yang baru ini, Menkeu akan menjelaskannya. Setelah itu, Menko Kesra akan menjelaskan soal kesiapan bantuan dan proteksi sosial kepada golongan tidak mampu, apakah dalam bentuk raskin (berat miskin), PKH (Program Keluarga Harapan), BSM (Bantuan Siswa Miskin) dan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat),’’ papar SBY saat membuka sidang kabinet paripurna.

Sementara itu, kalangan menteri belum satu suara soal tanggal pengumuman kenaikan harga BBM. Menko Perekonomian Hatta Rajasa hanya menuturkan kenaikan BBM akan diumumkan secepatnya. “Saudara pasti bertanya kapan akan dinaikkan secepatnya. Kalau cepat ya ini hari Kamis (kemarin), nah secepatnya” jelas Hatta di Kantor Presiden, kemarin.

Sedang Menteri ESDM Jero Wacik mengaku siap mengumumkan kenaikan harga BBM jika ditunjuk oleh Presiden SBY. Namun dia memberi syarat, yakni pada saat mengumumkan, dirinya harus ditemani para menteri yang lain. “Kalau diperintahkan Bapak Presiden, saya siap mengumumkan, asalkan ditemani juga oleh para menteri lainnya. Karena ini tanggungjawab bersama, jadi harus bersama-sama menjalani,” ujar Jero di Kantor Presiden, kemarin.

Saat ditanya apakah pengumuman kenaikan harga dilakukan Jumat malam, Jero enggan menjawab. Jero hanya memastikan, semua persiapan teknis untuk peraturan dan dasar hukum menaikkan harga BBM telah final dan sudah dilaporkan ke presiden dalam sidang paripurna hari ini. “Ya, kita lihat-lah,” ujarnya.

Jadi saat ini, lanjut Jero, pihaknya tinggal menunggu sinyal dari SBY kapan waktu yang tepat megumumkan kenaikan harga BBM. Sebab dalam mengumumkan kenaikan harga BBM perlu dipertimbangkan banyak aspek termasuk politik dan kondisi masyarakat. “Sudah siap, cuma nunggu sinyal beliau (SBY),” imbuh dia.

Seperti yang sudah dinyatakan, Pertamina menjamin pasokan BBM bersubsidi masih aman. Saat ini, ketahanan stok Premium cukup untuk 22 hari sedangkan solar cukup 20 hari. Di sisi lain, pasokan premium ditingkatkan 12,5 persen dari 80 ribu kiloliter per hari menjadi 90 ribu kiloliter per hari. Kemudiam, penyaluran solar naik 11,6 persen dari 43 ribu kiloliter per hari menjadi 48 ribu kiloliter per hari. (bil/ken/c10/agm/jpnn/zal/k6)

Sumber http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/23201/diumumkan-malam-berlaku-dini-hari.html

Innova Hantam Bus, Dua Tewas

SAMARINDA – Jalan poros Balikpapan-Samarinda kembali bersimbah darah. Dua tewas ketika bus Pulau Indah Jaya bertabrakan dengan mobil Toyota Innova di Km 62 area Bukit Soeharto, Kamis (20/6) pagi.

Pagi itu, bus yang bertolak dari Banjarmasin menuju Samarinda ini dikendarai Musyafri (40) dan mengangkut 20 penumpang. Namun, memasuki Km 62, Musyafri terkejut saat berpapasan dengan Innova KT 1070 MV yang tampak oleng ke kanan dan melewati marka jalan. Dia coba menurunkan kecepatan menjadi sekitar 50 kilometer, kemudian menginjak rem.

“Sopir Innova itu membanting setir ke kiri. Saya juga banting ke kiri (menghindari, Red),” terang warga Jalan Poros Provinsi RT 10 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara ini.

Namun telat, kecelakaan tidak bisa dielakkan. Moncong Innova menabrak bagian kanan bus. Bus pun terseret sepuluh meter hingga menabrak pepohonan di tepi jalan. “Mungkin kalau enggak ada pohon, mobilnya sudah masuk ke jurang,” kata Musyafri. Kaca depan hancur, meski seluruh penumpang bus selamat.

Tapi nahas menimpa Innova. Sang sopir, Stefanus Gole Koten (28), tewas di tempat. Sementara tiga penumpang mobil itu selamat. Risky Leo Wirawan (21) luka bagian dada, kemudian Leni Marlina (32) luka patah bagian tangan kanan, satu lagi bocah perempuan Elisa Apra Adila (8, putri Leni) luka bagian kepala, tangan, kaki patah. Semuanya dibawa ke dilarikan ke RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Malam tadi, Elisa menghembuskan napas terakhir setelah kondisinya memburuk.

Stefanus Gole Koten (28) tinggal di Jalan Taman Siswa KM 1, Loa Janan Ilir, Kutai Kartanegara. Perantau asal Waimana, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini meninggalkan seorang istri dan anak berumur dua tahun. “Istrinya baru saja sebulan di sini. Dua bulan sebelum berhenti bekerja di hotel (Aston Samarinda, Red) dia pulangkan istrinya ke kampung,” terang Philip Weking, sepupu Stef, sapaan korban.

Korban baru belakangan ini menjadi driver jasa angkut Samarinda-Balikpapan. Dia mengoperasikan Innova yang enam bulan lalu dibeli kakak sepupunya, Yohanes De Silva, yang menanggung uang muka.

Kemarin pagi, Stef bertugas mengantar tiga penumpangnya ke Bandara Sepinggan untuk mengerja penerbangan jam 10.00. “Waktu lihat mobilnya hancur dari jauh, saya sudah lemas,” terang Philip, yang kebetulan bekerja di Samboja. Rencananya jenazah dikebumikan hari ini. Sementara orangtua Stef baru tiba di Samarinda dua hari lagi.

Menanggapi sering terjadinya lakalantas di jalur lintas Balikpapan-Samarinda, Wadirlantas Polda Kaltim AKBP Widaryanto menjelaskan, tanah yang labil atau permukaan tidak rata menjadi salah satu alasan pengemudi kerap oleng hingga keluar jalur.

“Soal tabrakan di Taman Bukit Soeharto, kami masih selidiki. Yang jelas di sana tanahnya labil,” terang Widaryanto.

Mantan Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) tersebut menuturkan, subuh atau sekitar pukul delapan pagi ke bawah, tak jarang kecelakaan mengakibatkan kematian pengendara atau penumpang mobil. Terlebih bagi mereka yang mengebut mengejar pesawat di bandara. Sehingga, tidak memedulikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.

Pengendara juga biasanya mengantuk. Padahal, jika istirahat sebentar lalu dilanjutkan mengemudi, bisa mengantisipasi kecelakaan. Lucunya, kata Widaryanto, ada sopir memilih mengebut ketimbang pelan agar posisinya terus terjaga. Padahal diketahui itu salah besar. “Ya, kalau capek atau mengantuk, istirahat sebentar. Jangan memilih ngebut,” terangnya.

Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Kaltim Kompol Sumarno menerangkan, selama Januari-Maret ada 337 kasus kecelakaan di Kaltim. Selain menimbulkan korban jiwa 129 orang, juga kerugian materil mencapai Rp 1,98 miliar (lihat grafis, Red).

Polisi kembali mengimbau pengendara agar semaksimal mungkin tertib dan patuh berlalu lintas. “Yang tertib saja masih bisa celaka, apa lagi yang tak tertib,” jelas Sumarno. (*/bjo/aim/ede/her/*/riz/zal/k6)

Sumber http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/23212/innova-hantam-bus-dua-tewas.html