Bupati Puji Warga Dayak Kenyah

Ajak Gali Nilai-Nilai Budaya, Kembangkan Industri Pariwisata

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari membuka acara adat Mecaq Undat di Balai Desa Tukung Ritan, Kecamatan Tabang, Jumat (10/5) Lalu. Rita hadir bersama Wakil Bupati (Wabup) HM Ghufron Yusuf, dan Komandan Kodim (Dandim) 0906 Tenggarong, Letkol Inf Dendi Suryadi. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 Wita dan disambut dengan prosesi tepung tawar oleh ketua Adat Dayak Kenyah, Ibau Atoq.
Percikan air tawar ini sebagai penanda ritual penyambutan tamu kehormatan. Sebelumnya, bupati naik di sebuah gong kemudian diperciki air dan dikenakan topi khas Dayak Kenyah, Tapung Jipen. Sepanjang jalan menuju Balai Desa, ratusan warga setempat dengan pakaian adat beraneka ragam yang melambangkan sejarah perjalanan kehidupan Suku Dayak Kenyah, berdiri berjejer menyambut kedatangan bupati beserta rombongan.
Mecaq Undat yang dibuka Bupati Kukar Rita Widyasari, juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim HM Aswin, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kukar Sri Wahyuni, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sumarlan, Kadis Perkebunan dan Kehutanan HM Marli, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Getsmani Zeth, beberapa perwakilan SKPD, unsur FKPD, para ketua adat dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Rita dalam sambutannya mengatakan, sebelum dirinya menjadi bupati, dia telah beberapa kali mengunjungi Desa Ritan Baru. Ia melihat telah banyak perubahan dan kemajuan pada masyarakat Dayak Kenyah. “Saya kalau berada di sini (Ritan Baru, Red.), di tengah masyarakat Dayak Kenyah seperti bukan berada di Indonesia. Tetapi serasa di Korea, atau Belanda. Itu karena cewek-nya cantik-cantik dan kayak bule. Ini luar biasa dan menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara,” kata Rita.
Hal tersebut, menurut Rita, harus ditampilkan dan ditunjukkan kepada dunia melalui peran instansi terkait.
Rita berharap, untuk menunjang kunjungan wisata ke Ritan hendaknya disediakan penginapan bagi wisatawan. Penginapan yang dia maksud tidak mesti berbentuk hotel, namun bisa menggunakan rumah-rumah penduduk, dengan menyediakan salah satu kamar dirumahnya untuk disewakan kepada tamu. Tentu dilengkapi fasilitas penunjang, seperti kamar mandi dan WC, serta pendingin ruangan.
“Bagaimana orang mau berkunjung ke sini bila tidak ada tempat untuk menginap,” Ujar Rita. Ia pun bercerita, dahulu dirinya pernah menginap di salah satu rumah penduduk selama beberapa hari. Begitu baiknya penerimaan masyarakat dan telah dianggap bagian dari masyarakat Dayak Kenyah, sehingga Rita pernah dianugerahi gelar Tiling Madang, yang artinya Burung yang selalu aktif membawa kabar baik kepada masyarakat, dan bersuara nyaring. “Saya bangga sekali dengan gelar itu. Jadi, saya ini orang dayak juga,” ujarnya.
Rita mengajak masyarakat Dayak Kenyah untuk terus menggali nilai-nilai budayanya guna menambah keanekaragaman kebudayaan di Kukar. Bila perlu dilakukan kolaborasi, sehingga memberikan nilai lebih. Pemkab Kukar akan mendukung semua upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini. Industri pariwisata harus dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Mari kita jadikan Kukar, tujuan wisata tidak hanya di Kaltim, tapi Indonesia,” tandasnya. (hmp12/kri)