Rekor Dunia Bendera Pioneering Dipecahkan

PENGIBARAN BENDERA 1.000 METER DI LAMARU BALIKPAPAN

BALIKPAPAN- Rekor dunia kembali ditorehkan Indonesia bertempat di objek wisata Pantai Lamaru, Balikpapan kemarin,. Bendera merah putih raksasa yang berukuran 1.000 meter persegi dengan tinggi menara bambu pioneering 53 meter berhasil dikibarkan. Kegiatan yang bertajuk “Berkibarlah Benderaku” diikuti oleh seluruh komponen pemuda dan elemen bangsa seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Basarnas Balikpapan, pondok-pondok pesantren, kelompok tani dan nelayan, UKM, pecinta alam, PMR, OSIS dan Pramuka seluruh Kaltim.

“Ini bukti bahwa pemuda Indonesia mampu menciptakan sebuah rekor dunia,” papar Ketua Pelaksana Berkibarlah Benderaku, Supriyadi, kemarin (21/5).

Dalam pengerjaan menara pioneering menghabiskan 1.200 batang bambu. Sedang tali sebagai pengikatnya menghabiskan 2 ton tali. “Bambu kami datangkan dari Samboja serta melibatkan 350 orang yang terdiri dari SAR Hidayatullah seluruh Indonesia, Saka Bhayangkara Balikpapan, Denzipur TNI AD serta komunitas seluruh Kaltim,” terangnya.

Dalam pengerjaan menara pionering hanya dibutuhkan waktu 10 hari saja, walaupun terdapat kendala karena cuaca yang tidak bersahabat.

“Indonesia patut berbangga, sejarah baru telah terukir karena pemegang rekor dunia sebelumnya untuk menara pioneering adalah Amerika dengan ketinggian 40 meter dengan waktu pengerjaan 15 hari,” jelasnya.

Untuk diketahui bahwa prestasi cipta rekor dunia sebelumnya terukir dengan mengapungkan bendera merah putih 1.000 meter persegi di kedalaman 10 meter di bawah permukaan air laut dengan melibatkan 445 penyelam yang diikuti oleh penyelam dalam dan luar negeri di pantai Pasir Putih Situbondo Jawa Timur. Pembentangan bendera merah putih 1.000 meter juga pernah dilakukan di Pulau Sebatik Nunukan.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kaltim Awang Faroek, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal HP, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky W Usman, Kapolda Kaltim Irjen Pol Anas Yusuf dan perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kota Balikpapan. (Yud513)

Sumber : http://www.korankaltim.com/rekor-dunia-bendera-pioneering-dipecahkan/

Rita : Reformasi Birokrasi Harga Mati

TENGGARONG–Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Selasa (21/5) membuka bimbingan teknis penilaian mandiri pelaksanaan reformasi di wilayah Kukar, di Ruang Serbaguna kantor Bupati di Tenggarong. Kegiatan ini digelar oleh Kantor Inspektorat Kukar bekerja-sama dengan Kementerian Pendaya-gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Jakarta.
Bupati Rita mengatakan reformasi birokrasi secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk melakukan perubahan terhadap birokrasi, sehingga birokrasi secara terus-menerus akan menunjukkan kinerja yang semakin baik. “Reformasi birokrasi menuntut perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan,” katanya.
Reformasi birokrasi berkaitan dengan upaya perbaikan atas banyaknya overlaping fungsi-fungsi pemerintahan, melibatkan banyak manusia dan melibatkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, reformasi birokrasi memerlukan terobosan baru dengan langkah-langkah secara bertahap, konkret realistis, sungguh-sungguh, serta upaya luar biasa, karena merupakan sebuah peraturan besar dalam menyongsong tantangan di masa depan. “Sebab, apabila gagal dilaksanakan akan muncul ancaman ketertinggalan dan kegagalan dalam upaya mewujudkan good governance,” jelas Rita.
Ia juga mengatakan reformasi birokrasi merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mengingat upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja aparatur lebih efektif, efisien, dan transparan, serta akuntabel masih mendapat berbagai kendala. Pemerintah secara serius melakukan berbagai perbaikan, perubahan, serta penataan birokrasi melalui pembinaan aparatur yang profesional dan berkualitas.
Ketua panitia pelaksana Machmudan, mengatakan kegiatan ini diikuti 42 peserta terdiri dari 21 kepala SKPD dan 21 Asesor (Sekre-taris dan Kasubag Program) ber-tujuan sebagai sarana pembelajaran sebagai aparatur pelaksana refor-masi birokrasi di instansi pemerintah daerah dalam hal pemahaman penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi (RMPRB), proses aplikasi (RMPRB), memperoleh imformasi mengenai perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi pemerintah daerah. (hmp04).

Sumber : http://www.korankaltim.com/rita-reformasi-birokrasi-harga-mati/

Pagi Ini Jalur Imam Bonjol Dan Ahmad Yani Ditutup

TENGGARONG –Pagi ini, warga Kota Tenggarong yang ingin melintas di jalur Jl Imam Bonjol dan Ahmad Yani harus mencari jalur alternatif. Sebab, jalur tersebut ditutup sekaitan dengan agenda Ketua Mahkamah Agung (MA) DR HM Hatta Ali.
Hatta Ali meresmikan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong bersamaan dengan 37 gedung pengadilan tingkat pertama se-Indonesia. Kota Tenggarong dipilih menjadi tuan rumah peresmian 38 gedung pengadilan yang kini memiliki prototype-nya sendiri. Di mana, di depan pengadilan akan ditemui empat pilar yang merupakan simbol dari empat lingkungan peradilan yang ada di Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Wakil Ketua MA bidang Non Yudisial, para Ketua Muda, para Ketua Pengadilan Tinggi, para pejabat eselon I dan II di lingkungan MA, dan para undangan lainnya.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar melakukan pengalihan arus lalu lintas. PS Kaur Bin Ops (KBO) Aiptu Sofwan menjelaskan, penutupan jalan akan dilakukan mulai pagi sekitar pukul 07.00 Wita hingga selesai acara, sekitar pukul 15.00 Wita.
Untuk rute yang ditutup yakni Jl Imam Bonjol menuju arah RSUD AM Parikesit Tenggarong, Jl Cut Nyak Dien, Jend A Yani hingga simpang 3 dekat lokasi peresmian gedung PN Tenggarong. “Jadi bagi masyarakat yang ingin menuju arah rumah sakit, bisa melintas melalui Jl Cut Nyak Dien karena hanya setengah jalur saja yang akan kita tutup. Kemudian melalui jalan Muso bin Salim, dekat Polsek Tenggarong,” jelas Sofwan.
Selanjutnya, apabila ingin menuju Pasar Tangga Arung Tenggarong, bisa melintas melalui Jl S Parman atau Kantor Telkom Tenggarong. “Kami harap masyarakat bisa memaklumi dengan adanya pengalihan arus ini,” harap Sofwan.
Dalam pengalihan arus ini, Satlantas akan mengerahkan sebanyak 45 personel. Di tiap ruas jalan dijaga sejumlah personel. “Apabila ada warga yang kebingungan, bisa bertanya langsung dengan petugas yang ada,” tuturnya. (bio)

Sumber : http://www.korankaltim.com/pagi-ini-jalur-imam-bonjol-dan-ahmad-yani-ditutup/

Sepatu Roda Mulai Digemari di Kukar

Meskipun baru diawal tahun 2013 di tangani secara serius, cabang olahraga sepatu roda di Kutai Kartanegara ternyata banyak peminat. Kini atlit nya tercatat hampir 100 orang, mulai dari usia dini atau balita hingga pelajar setingkat SMA terutama di Tenggarong.

Untuk lebih bisa mengakomodir penggemar olahraga inilah maka dibentuk klub Sepatu Roda Lecit Tenggarong. Peminatnya yang terutama anak usia pendidikan dasar di berasal dari kota Tenggarong dan Loa Kulu. Dalam sepekan ada 3 hari klub Lecit ini melakukan pelatihan bagi anggotanya yaitu Rabu dan Jumat sore serta minggu pagi.

Rahman ketua sekaligus pelatih Klub sepatu roda Lecit ditemui saat melatih anak asuhannya di halaman Masjid Minggu pagi kemarin mengakui jika peminat cabor sepatu roda kian meningkat jumlahnya. Sebagian besar mereka adalah anak pelajar usia pendidikan dasar seperti pelajar SD, SMP dan SMA bahkan ada diantaranya anak usia dini atau balita. Rahman yang juga pengurus teras Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia atau Perserosi Cabang Kukar ini menambahkan jika dilihat usia maka atlit binaannya itu terdiri dari 3 kelompok usia yakni mulai 5 hingga 10 tahun, kemudian 11 hingga 16 tahun dan 17 sampai 20 tahun. Menurutnya atlit pemula yang rata rata berusia muda sangat potensial untuk di poles menjadi atlit sepatu roda handal berbakat. Sebab dalam membina atlit khususnya sepatu roda memang idealnya dilakukan sejak usia dini.

Rahman mengharapkan cabor sepatu roda ini terus berkembang di Kukar. Tentunya dengan bantuan dan kepedulian Pemkab atau KONI Kukar seperti tempat latihan berupa lintasan permanen dan sarana berlatih lainnya. Disamping itu juga dukungan dana terutama untuk biaya melakukan tryout ke Kabupaten/kota se Kaltim. Agar dapat diketahui kemampuan atlit yang berlatih tekun selama ini. Dan tidak kalah pentingnya adalah apresiasi masyarakat terhadap olahraga ini. (joe)

Sumber : http://www.kutaikartanegarakab.go.id/index.php/read/sepatu_roda_mulai_digemari_di_kukar/

Bupati Puji Warga Dayak Kenyah

Ajak Gali Nilai-Nilai Budaya, Kembangkan Industri Pariwisata

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari membuka acara adat Mecaq Undat di Balai Desa Tukung Ritan, Kecamatan Tabang, Jumat (10/5) Lalu. Rita hadir bersama Wakil Bupati (Wabup) HM Ghufron Yusuf, dan Komandan Kodim (Dandim) 0906 Tenggarong, Letkol Inf Dendi Suryadi. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 Wita dan disambut dengan prosesi tepung tawar oleh ketua Adat Dayak Kenyah, Ibau Atoq.
Percikan air tawar ini sebagai penanda ritual penyambutan tamu kehormatan. Sebelumnya, bupati naik di sebuah gong kemudian diperciki air dan dikenakan topi khas Dayak Kenyah, Tapung Jipen. Sepanjang jalan menuju Balai Desa, ratusan warga setempat dengan pakaian adat beraneka ragam yang melambangkan sejarah perjalanan kehidupan Suku Dayak Kenyah, berdiri berjejer menyambut kedatangan bupati beserta rombongan.
Mecaq Undat yang dibuka Bupati Kukar Rita Widyasari, juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim HM Aswin, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kukar Sri Wahyuni, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sumarlan, Kadis Perkebunan dan Kehutanan HM Marli, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Getsmani Zeth, beberapa perwakilan SKPD, unsur FKPD, para ketua adat dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Rita dalam sambutannya mengatakan, sebelum dirinya menjadi bupati, dia telah beberapa kali mengunjungi Desa Ritan Baru. Ia melihat telah banyak perubahan dan kemajuan pada masyarakat Dayak Kenyah. “Saya kalau berada di sini (Ritan Baru, Red.), di tengah masyarakat Dayak Kenyah seperti bukan berada di Indonesia. Tetapi serasa di Korea, atau Belanda. Itu karena cewek-nya cantik-cantik dan kayak bule. Ini luar biasa dan menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara,” kata Rita.
Hal tersebut, menurut Rita, harus ditampilkan dan ditunjukkan kepada dunia melalui peran instansi terkait.
Rita berharap, untuk menunjang kunjungan wisata ke Ritan hendaknya disediakan penginapan bagi wisatawan. Penginapan yang dia maksud tidak mesti berbentuk hotel, namun bisa menggunakan rumah-rumah penduduk, dengan menyediakan salah satu kamar dirumahnya untuk disewakan kepada tamu. Tentu dilengkapi fasilitas penunjang, seperti kamar mandi dan WC, serta pendingin ruangan.
“Bagaimana orang mau berkunjung ke sini bila tidak ada tempat untuk menginap,” Ujar Rita. Ia pun bercerita, dahulu dirinya pernah menginap di salah satu rumah penduduk selama beberapa hari. Begitu baiknya penerimaan masyarakat dan telah dianggap bagian dari masyarakat Dayak Kenyah, sehingga Rita pernah dianugerahi gelar Tiling Madang, yang artinya Burung yang selalu aktif membawa kabar baik kepada masyarakat, dan bersuara nyaring. “Saya bangga sekali dengan gelar itu. Jadi, saya ini orang dayak juga,” ujarnya.
Rita mengajak masyarakat Dayak Kenyah untuk terus menggali nilai-nilai budayanya guna menambah keanekaragaman kebudayaan di Kukar. Bila perlu dilakukan kolaborasi, sehingga memberikan nilai lebih. Pemkab Kukar akan mendukung semua upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini. Industri pariwisata harus dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Mari kita jadikan Kukar, tujuan wisata tidak hanya di Kaltim, tapi Indonesia,” tandasnya. (hmp12/kri)