Rita Minta Masyarakat Tabang Mau Direlokasi

TENGGARONG– Sebanyak 18 desa di Kecamatan Tabang terkena musibah banjir yang menenggelamkan rumah warga di sepanjang Sungai Mahakam. Banjir terbesar yang melanda setelah tahun 1991 tersebut terjadi pada Jumat (19/4) lalu. Bupati Kukar Rita Widyasari meminta agar masyarakat setempat bersedia direlokasi ke daerah yang lebih tinggi.
Hal tersebut diungkapkan bupati dalam kunjungannya ke Tabang untuk melihat dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir, Selasa (23/4) kemarin. Rita datang bersama Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana, Asisten II Setkab Bahteramsyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Darmansyah, dan perwakilan instansi lainya.
Bantuan yang diberikan Pemkab Kukar berupa 12.732 kilogram beras, 2.741 kilogram gula, 2.741 dus mi instan, 2.741 kotak teh, dan 2.741 liter minyak goreng.
Ia meminta masyarakat Tabang agar bisa mengambil keputusan apakah bersedia untuk direlokasi ke dataran lebih tinggi dan akan dibuatkan tata kota yang diatur sedemikan rupa untuk memperindah kecamatan tersebut.
Kepada camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat, diminta untuk membicarakan bersama keputusan terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Tabang. “Dan, keputusan apa yang akan diambil dan diharapkan dari pemerintah,” ungkapnya pula.
Rita berkomunikasi langsung soal apa yang diinginkan masyarakat agar tidak mengalami banjir terus-menerus setiap tahun. Karena itu, dia dengan seksama mendengar keluh-kesah masyarakat agar hal tersebut bisa dicarikan solusinya.
“Ini bisa menimbulkan masalah besar bagi Kukar kalau tidak ditangani secepat mungkin, dan saya tidak ingin masyarakat Tabang mengalami ketertinggalan karena banjir setiap tahunnya,” katanya.
Di sisi lain, tambah Rita, dengan adanya air yang melimpah di Tabang, pemerintah sudah mulai melakukan penelitian untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang akan diserahkan kepada Perusda untuk dikelola dengan biaya lebih murah. Dengan harapan, program yang direncanakan bisa terlaksana secepat mungkin.
Dalam penjelasannya, Camat Tabang Andrie Libya Zainuddin mengatakan dari 19 desa yang di Tabang, sebanyak 18 desa terkena banjir dengan jumlah korban 2.741 kepala keluarga (KK) dan 10.610 jiwa, dengan kedalaman air sampai 6 meter.
Ia juga mengatakan, PT Rea Kaltim Group dan PT Fajar Sakti Prima selain memberikan bantuan berupa sembako, juga telah membuka posko kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu masyarakat Tabang. (hmp10/zal)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18381/rita-minta-masyarakat-tabang-mau-direlokasi.html