Petinggi Perusahaan Diundang untuk Pastikan Komitmen

Hari Ini, Groundbreaking Jembatan Kartanegara di Tenggarong

Agenda besar yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat Benua Etam, hari ini diwujudkan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar). Yakni, groundbreaking Jembatan Kartanegara. Proyek ini boleh dikata bangunan monumental kedua yang mulai direalisasikan dalam masa kepemimpinan Bupati Kukar Rita Widyasari.

SUKRI SIKKI, Tenggarong
PETAKA runtuhnya Jembatan Kartanegara 26 November 2011, menuai cerita panjang. Musibah itu tak hanya berdampak pada sosial ekonomi daerah ini, tapi juga memengaruhi skala kebijakan pemerintah. Betapa tidak, Jembatan Kartanegara sudah menjadi ikon Kota Raja yang sempat dipopulerkan pemkab dengan sebutan Golden Gate Tenggarong.
Nama jembatan itu diambil dari Kesultanan Kutai Kartanegara, yang berdiri pada abad ke-13 di Kutai Lama, Anggana, Kukar. Sayang, infrastruktur vital itu runtuh pada usianya yang masih terbilang muda (10 tahun). Sebanyak 24 orang tewas dalam peristiwa itu dan 12 orang dilaporkan hilang. Selain itu, 31 luka berat, serta 8 orang menderita luka ringan.
Belum lagi sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang diperkirakan ikut tenggelam ke dasar Sungai Mahakam. Dampak runtuhnya jembatan sepanjang 710 meter itu juga luar biasa. Kunjungan wisatawan ke Tenggarong menurun drastis, angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sembako ke Hulu Mahakam sempat terganggu. Termasuk angkutan batu bara untuk kepentingan pembangkit listrik di Tanjung Batu.
Di sisi lain, mobilitas masyarakat di jalur Tenggarong-Tenggarong Seberang hingga Samarinda terhambat selama tidak ada jembatan. Repotnya angkutan penyeberangan ini paling terasa ketika PS Mitra Kukar menjamu tamunya di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Di sejumlah titik tepian Sungai Mahakam menguning oleh Mitra Mania (MitMan), yang menunggu giliran menyeberang untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding.
Bayangkan pula penderitaan pegawai, karyawan, pelajar, dan mahasiswa yang tinggal di Tenggarong Seberang, tapi kesehariannya bekerja, atau sekolah/kuliah di Tenggarong. Begitu pun sebaliknya. Belum lagi yang berada di Samarinda, kadang harus berputar lewat Loa Janan-Loa Kulu baru sampai ke Tenggarong.
Ada dua kapal feri didatangkan Pemerintah Pusat untuk melayani penyeberangan ini sampai jembatan terbangun kembali. Jasa KMP Bili dan KMP Kerapu itu memang gratis bagi warga, karena operasionalnya ditanggung pemerintah pusat bersama pemkab. Tetapi pengguna jasa penyeberangan ini harus antre setiap hari.
Banyak jasa penyeberangan dengan feri tradisional atau kapal kelotok milik swasta tersedia, bahkan ada yang melayani 24 jam. Jasa kapal kelotok itu terus meningkat, meski penumpang dikenakan tarif Rp 2.000 – Rp 3.000 bagi pengendara R2 dan Rp 15 ribu – Rp 30 ribu bagi pengendara R4. Di sana memang tidak terlihat antrean panjang, namun faktor keamanan dan keselamatan penumpang masih sering diabaikan.
Lampu penerangan tak memadai saat beroperasi malam, minim pelampung, hingga angkutan melebihi kapasitas sering jadi sorotan. Akibatnya, sejak Jembatan Kartanegara runtuh, tercatat sudah 6 kali terjadi kecelakaan kapal kelotok di jalur penyeberangan tersebut.
Hiruk pikuk akibat tiadanya jembatan tersebut mengilustrasi secara jelas, betapa mendesaknya pembangunan kembali Jembatan Kartanegara ini. Pemkab pun menempatkan proyek ini dalam skala prioritas. Menurut Bupati Kukar Rita Widyasari, proyek tersebut ditargetkan rampung akhir 2014 mendatang.
Karena itu, PT Hutama Karya sebagai kontraktor diminta fokus mengerjakan proyek tersebut. Begitu juga dengan PT Adhiyasa Desicon selaku konsultan perencana dan PT Pemeta Engineering System sebagai konsultan pengawas. Mereka diharap menjalankan perannya masing-masing dengan baik.
Ingat, fakta hukum terkait runtuhnya Jembatan Kartanegara 26 November lalu. Ada tiga orang dipidana karena dinilai lalai menjalankan tugas, sehingga jembatan runtuh dan mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa. “Saya berharap, kejadian (jembatan runtuh, Red) itu tidak terulang,” jelasnya.
Groundbreaking proyek Jembatan Kartanegara akan dihadiri tim ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pejabat teras Pemprov Kaltim. Pemkab juga mengundang pimpinan tiga perusahaan yang terlibat langsung dalam proyek ini. Yakni, Direksi Adhiyasa Desicon, Pemeta Engineering System, dan Hutama Karya.
Pimpinan tertinggi ketiga perusahaan tersebut diundang, karena pemkab ingin memastikan komitmen mereka membangun jembatan itu tepat waktu. Juga jaminan mutu konstruksi jembatan yang akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 191 miliar. Tahun ini, pemkab mengalokasikan Rp 101 miliar ditambah bantuan Pemprov Kaltim sebesar Rp 27,5 miliar.
Sekadar diketahui, Jembatan Kartanegara yang runtuh menggunakan tipe gantung (suspension). Sedangkan jembatan yang akan dibangun ini menggunakan tipe arch bridge atau baja penerus. Panjang sekitar 470 meter dan lebar 10,45 meter. Struktur jembatan ini telah dilakukan pengujian pemodelan dan disahkan Direktorat Jenderal Bina Teknik Kementerian PU.
Groundbreaking proyek besar ini merupakan yang kedua semasa kepemimpinan Bupati Kukar Rita Widyasari bersama Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf.Sebelumnya, groundbreaking dilakukan untuk pembangunan Royal World Plaza (RWP). Pusat perkantoran dan bisnis ini dibangun di samping Kantor Bupati Kukar dan direncanakan juga rampung tahun depan.

JANJI PUSAT
Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman mengatakan, Jembatan Kartanegara adalah kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kukar. Dahulu dibangun dengan konsep kebersamaan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemkab. Sinergi tersebut harus ditingkatkan dalam membangun Jembatan Kartanegara yang baru. Begitu juga dengan Jembatan Loa Kulu.
Menurut Awang Yacoub, semestinya Jembatan Loa Kulu juga mulai dibangun tahun ini. Sebagai wakil masyarakat Kukar, ia berharap kesadaran penuh dari semua pihak, khususnya para pengambil kebijakan akan pentingnya jembatan ini. Proyek ini harus jadi fokus perhatian bersama.
“Kita harus sama-sama berjuang agar kedua Jembatan Loa Kulu juga bisa  dibangun dalam waktu dekat. Bila perlu kita tuntut kembali janji Komisi V DPR-RI dan janji Menteri PU yang siap membantu,” tandasnya. (adv/che/k1)