Enam Hari Tenggelam, Penumpang Kapal Ces Ditemukan

TENGGARONG – Setelah dinyatakan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam sejak Selasa (2/4) lalu, penumpang kapal ces bernama Rianor (20) karyawan PT Karya Tehnik Internusa Abadi akhirnya ditemukan tak bernyawa oleh warga. Ketika itu korban ditemukan dalam keadaan mengapung di bibir sungai di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu pada Senin (8/4) sekira pukul 06.45 Wita.

Mengetahui hal tersebut sejumlah warga kemudian melaporkan penemuan mayat ini ke Mapolsek Loa Kulu. Selanjutnya, pihak kepolisian beserta tim SAR melakukan evakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Aji Parekesit untuk di lakukan visum. Saat ditemukan, korban tampak masih mengenakan baju kaos berwarna hitam, celana panjang warna cokelat serta sejumlah gelang berbahan kayu.
Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Kukar AKP Suwarno membenarkan jika mayat tersebut merupakan korban kecelakaan di perairan yang terjadi di Kilometer 5, Kelurahan Jongkang, Kecamatan Loa Kulu. Saat itu, korban yang hendak menuju lokasi kerja tenggelam setelah menumpang sebuah kapal ces. Sedangkan motoris kapal bernama Rizal Suardi (29) diketahui selamat meski kapal ces yang ditumpangi tersebut telah terbalik karena diterjang ombak.
“Berdasarkan keterangan saksi saat itu sekitar pukul 12.00 Wita, korban dari Pal 9 Desa Loa Kulu Kota hendak menyeberang ke kelurahan Jongkang dengan menggunakan kapal ces. Setelah sampai 10 meter dari pelabuhan Galangan ternyata ada gelombang yang mengenai kapal ces. Hingga akhirnya perahu terbalik dan korban hilang,” kata Suwarno.
Meski telah dilakukan upaya pencarian, namun korban tak juga berhasil ditemukan. Hingga akhirnya, jenazah korban muncul ke permukaan sungai dan ditemukan warga. Saat di rumah sakit, sejumlah keluarga serta perwakilan perusahaan tempat korban bekerja tampak hadir. Diketahui, perusahaan tempat korban bekerja adalah bergerak di bidang pembuatan kapal.
Setelah usai dilakukan proses visum oleh pihak tim identifikasi Polres Kukar, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan pihak keluarga mengatakan akan membawa jenazah korban ke kampung halaman di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan untuk dikebumikan.
Dari hasil visum, diketahui korban juga menderita luka lecet serta benturan di bagian kepala, wajah serta di beberapa bagian tubuh lainnya. Diduga, saat tenggelam, korban sempat berbenturan dengan benda keras di dasar sungai. “Setelah dilakukan visum, jenazah kemudian kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” kata Suwarno lagi. (*/qi/obi)