Bupati Minta PLTD Loa Raya Fokus Suplai Tenggarong

“Belum Saatnya Membagi untuk Kota Lain”

TENGGARONG – Belakangan ini di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya Kota Tenggarong sering sekali mengalami biarpet atau pemadaman listri. Hal tersebut ditanggapi serius Bupati Kukar Rita Widyasari dengan langsung mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (KSDE) di Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis (25/4) kemarin.
Usai melihat lPLTD tersebut, Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, masalah biarpet listrik merupakan “pantangan” buat Kukar.
“Padahal Kukar memiliki beberapa pembangkit listrik di antaranya PLTD Loa Raya, pembangkit listrik batu bara di Senoni, artinya kalau diberikan jalurnya ke Tenggarong, sedikit akan mengurangi beban PLN Tenggarong,” kata Rita.
Perusda PLTD di Loa Raya ini masih satu atap dengan Sistem Mahakam (jaringan kelistrikan yang mengaliri Samarinda, Balikpapan, Tenggarong).
“Sebab itulah saya memohon kepada yang punya Sistem Mahakam maupun PLN, agar aset Pemkab Kukar PLTD Loa Raya ini dapat fokus menyuplai Tenggarong melalui Bukit Biru dan Senoni,” pinta Rita.
Dia juga sangat berharap agar PLTD yang baru beroperasi ini dapat fokus memberikan penerangan di Tenggarong. “Hal ini juga akan dapat mengurangi beban PLN di Tenggarong sehingga tidak terjadi biarpet lagi. Belum saatnya kita membagi, sementara kota Tenggarong sering mati lampu,” ujarnya.
Dia meminta PLTD ini difokuskan menyuplai listrik ke Tenggarong.
“Ini yang saya harapkan, dan saya memohon kepada PLN maupun Sistem Mahakam agar PLTD Loa Raya yang sudah beroperasi agar tidak dibagi dulu ke kota lainnya, melainkan fokus penerangan di Tenggarong,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Umum PKSDE M Shafik Avicenna didampingi Direktur Teknik dan Operasional Joko Aditya Utama mengatakan, apa yang disampaikan Bupati Rita Widyasari pasti akan dilaksanakan. Terkait hal teknis, pihaknya akan melakukan koordinasi baik dengan PLN maupun stakeholder lainnya.
“Apa yang diharapkan Bupati Rita Widyasari akan kami usahakan semaksimal mungkin dengan melakukan koordinasi dengan PLN dan lainnya,” katanya.
Dia menambahkan, pengoperasian PLTD Loa Raya ini dimulai sejak Oktober 2012 dengan rata-rata 5,5 MW bahkan pernah sampai 7 MW. Sedangkan kebutuhan suplai listrik di Tenggarong mencapai 30 MW. (hmp04/wan)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18479/bupati-minta-pltd-loa-raya-fokus-suplai-tenggarong.html