LKPj Bupati 2012 Dapat Nilai 90

TENGGARONG-DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan nilai 90 terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kukar tahun 2012. Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna istimewa penyampaian keputusan DPRD terhadap LKPj Bupati Kukar 2012, Jumat (26/4) malam.
“Kami belum bisa memberikan nilai 100, tapi 90. Sisanya yang 10 merupakan tantangan agar ke depannya penyelenggaraan pemerintahan kualitasnya ditingkatkan lagi,” ujar juru bicara Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kukar, Salehuddin, dihadapan Bupati Kukar Rita Widyasari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kukar, serta anggota dewan lainnya.
LKPj Bupati Kukar telah disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD 1 April lalu, kemudian dibahas secara internal berdasarkan Tata Tertib DPRD.
Berkenaan dengan itu, DPRD menyampaikan tanggapan dan masukan terhadap LKPj Bupati Kukar 2012 yang dibacakan Salehuddin. Tanggapan dan masukan itu di antaranya, dalam kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah dalam hal pendapatan, dikatakan, bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih rendah yakni baru mencapai 5,02 persen. Menurut Salehuddin, permasalahan utamanya karena impelemntasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Pajak Daerah dan Restribusi Daerah belum dilaksanakan sepenuhnya. Kemudian kesadaran wajib pajak (WP) dan retribusi masih rendahnya.
Untuk itu DPRD merekomendasikan, Dinas Pendapatan Daerah Kukar membangun dan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi, untuk menyusun database potensi pajak dan retribusi.
Selain itu juga disarankan, data WP Pemerintah Pusat, juga harus dimiliki oleh Pemkab. Sehingga ada data pembanding ketika Kementrian Keuangan menghitung bagi hasil pajak.
Kata Salehuddin, dalam hal penyelenggaraan pemerintaan daerah, di antaranya pada bidang pendidikan, realisasi anggaran pendidikan 2012 mencapai 77,38 persen. Sementara di bidang kesehatan mencapai 78 persen dan bidang lingkungan hidup 92 persen.
Ke depan diharapkan SKPD lebih serius dan berinovasi untuk mendukung tercapainya program dan sasaran kegiatan. Pada bidang pekerjaan umum, yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang terserap anggaran sebesar 64 persen. Sebagai indikator kinerjanya, jumlah rumah tangga bersanitasi mencapai 35,26 persen, sedangkan luasan kawasan kumuh tinggal 0,54 persen. Untuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kukar anggaran terserap 65 persen, dengan capaian indikator kinerja jalan kabupaten dalam kondisi baik mencapai 40,47 persen.
Adapun di bidang perencanaan pembangunan dari 12 program secara keseluruhan rata-rata terdapat kemajuan fisik mencapai 91,74, dengan rata-rata penyerapan anggaran 72,3 persen.
“Serapan anggaran rendah terjadi di bidang perumahan, yakni 43 persen, ini dikarenakan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) di bidang pengelolaan keuangan hingga kurangnya koordinasi,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
Hal lainnya, dalam penyelenggaraan ketertiban umum, DPRD memberikan apresiasi pada Pemkab Kukar. Bahwa untuk tahun 2012 tak ada konflik di masyarakat, dibanding tahun 2011 pernah terjadi sekali konflik. Biar ke depan selalu kondusif, pemkab diminta menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh-tokoh adat, agama, dan masyarakat, serta selalu mendeteksi dini terhadap permasalahan.
Diharapkan pembangunan di Kukar lebih dapat maju dengan serapan anggaran yang maksimal, sehingga tujuan dan sasaran kegiatan dapat tercapai dengan baik, yakni bermuara pada kesejahteraan rakyat. (hmp03/rom)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18715/lkpj-bupati-2012-dapat-nilai-90.html

Diskes dan 4 Puskesmas di Kukar Raih ISO 9001:2008

TENGGARONG – Dinilai profesional dalam kinerja maupun pelayanannya kepada masyarakat, Worldwide Quality Assurance (WQA) memberikan sertifikat International Organization for Standardization (ISO) 9001 kepada Dinas Kesehatan Kukar bersama empat Puskesmas di Kutai Kartanegara (Kukar). Diskes Kukar yang pertama meraih pengakuan bergengsi dari dunia internasional.
Teknikal Manajer dan Auditor WQA untuk Indonesia Syarif Hidayatullah menyerahkan sertifikat ISO kepada Bupati Rita Widyasari, Jumat (26/4) sore, di Aula Diskes Kukar Tenggarong. Selanjutnya, Bupati menyerahkan sertifikat kepada Kepala Diskes Kukar drg Koentijo Wibdarminto dan empat pimpinan Puskesmas lainnya. Keempat Puskesmas yang mendapatkan sertifikat ISO 9001 versi tahun 2008 itu adalah Puskesmas Sanga Sanga, Loa Kulu, Muara Jawa, dan Puskesmas Mangkurawang Tenggarong.
Di tempat yang sama juga diserahkan perpanjangan sertifikat ISO 9001 : 2008 untuk Puskesmas Loa Ipuh dan Puskesmas Rapak Mahang, ke duanya berada di Tenggarong.
Bupati Rita juga memberikan reward berupa penghargaan dan uang tunai sebesar Rp 17,5 juta bagi tiga Puskesmas berprestasi 2012. Ketiga Puskesmas berprestasi itu antara lain di wilayah hulu Kukar ada Puskesmas Rimba Ayu di Kecamatan Kota Bangun, di wilayah pesisir Kukar, Puskesmas Handil Baru di Kecamatan Muara Jawa, dan wilayah Kukar tengah yakni Puskesmas Loa Janan.
Menyikapi keberhasilan Diskes Kukar dan jajarannya meraih ISO 9001:2008, Bupati Kukar Rita Widyasari akan meningkatkan anggaran Diskes di APBD 2014 mendatang. Itu berdasarkan standar sesuai aturan kesehatan nasional di mana sebelumnya 10 persen dari anggaran APBD untuk kesehatan, tahun depan menjadi 12 persen atau sekitar Rp 700 miliar.
Dikatakan Rita, penambahan anggaran ini untuk perbaikan pelayanan kesehatan dan pembelian sarana kesehatan yang lebih baik. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat Kukar semakin baik lagi.
“Saya mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Diskes dan jajarannya serta Puskesmas di Kukar. Saya juga berharap hal ini bisa diikuti oleh SKPD lainnya,” kata dia.
Menurutnya, sertifikasi ISO merupakan pengakuan bahwa pemkab bekerja sesuai dengan prosedur kerja yang jelas dan terukur. Tentunya hal ini memiliki multiplier effect bahwa dengan menerapkan sistem manajemen mutu maka semua syarat dan prasyarat harus dipenuhi baik dari segi manajemen maupun sarana dan prasarana penunjang pelayanan.
Rita juga berharap pelayanan kesehatan dapat lebih ditingkatkan, “Saya menginstruksikan agar bangunan puskesmas yang baru segera difungsikan dan dilengkapi sarana dan prasarananya, serta komponen manajemennya sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, termasuk Puskesmas yang ada di daerah terpencil,” pintanya.
Usai penyerahan Sertifikat ISO, Bupati menandatangani prasasti peresmian bangunan Puskesmas Jonggon Jaya di Kecamatan Loa Kulu, Puskesmas Bunga Jadi di Kecamatan Marangkayu, dan Rawat Inap Puskesmas Mangkurawang. Dilanjutkan peninjauan sarana kinerja dan pelayanan di Kantor Diskes Kukar. (hmp4/rom)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18714/diskes-dan-4-puskesmas-di-kukar-raih-iso-90012008.html

Lahan Gambut di Kukar Bakal Konservasi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi (rakor) di Ruang Rapat Sekretaris Kabupaten, Kamis (25/4) lalu. Rakor itu membahas penetapan lokasi dan luasan areal untuk model konservasi lahan gambut di Kukar.
Rapat dipimpin Asissten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bahteramsyah, didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Aparatur Bappeda, Hamli, dan dihadiri perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, di antaranya, Dinas Perkebunan, dan Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Energi, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Balitbangda, Dinas Pertanahan, Dinas Pariwisata, Kecamatan Muara Kaman, dan Kecamatan Muara Uwis, serta Yayasan Clinton Climate Initiative (CCI) dan Bioma sebagai inisiator.
Rapat diawali penyampaian presentasi dari perwakilan Yayasan CCI, Wijaya yang menjelaskan Kukar memiliki lahan gambut terluas di Kaltim, sebesar 235.862 hektare (Bioma, 2012), dan memiliki level tertinggi dari share emisi di tingkat provinsi (DDPI & Pemprov Kaltim, 2011), serta sangat berperan dalam isu-isu perubahan iklim, dan juga rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung secara periodik. Dari hasil penafisan seluas 76,882 hektare yang terdapat di lima kecamatan atau 30 desa diperuntukkan bagi konservasi lahan gambut. “Itu mengapa konservasi gambut Mahakam Tengah di Kukar perlu dilakukan, karena Kukar memiliki lahan gambut terluas di Kaltim yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan cadangan karbon,” ujar Wijaya.
Sementara itu, Bahteramsyah mengatakan, langkah yang akan ditempuh Pemkab Kukar membentuk tim kecil beranggotakan SKPD terkait, yakni Bappeda, Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Distamben, dan BLHD yang memetakan luasan lahan gambut yang akan dikonversi. “Langkah ini dulu yang mesti dilakukan sebelum menginjak ke langkah berikutnya, saat ini kami baru mendapatkan pencerahan” ujar Bahteram.
Ia mengatakan hasil rakor ini akan ditindak lanjuti oleh SKPD terkait dengan pembentukan tim yang akan merumuskan hasil kajian yang disampaikan Yayasan Bioma dan CCI, dengan melakukan inventarisasi data lokasi dan luasan area potensi model konservasi lahan gambut. (hmp 12/rom)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18709/lahan-gambut-di-kukar-bakal-konservasi.html

Kukar Gelar Rangking I

Peserta Pakai Kebaya, Rita Ajak Perempuan Gemar Menulis

TENGGARONG-Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari membuka acara lomba menulis dan Ranking I, di Halaman Planetarium Jagat Raya, Sabtu (27/4). Acara garapan Lintas Media Kukar itu digelar untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April Lalu.
Bupati Rita dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa ibu-ibu menyampaikan padanya, dalam menyemarakkan peringatan Hari Kartini akan mengadakan lomba memasak, “Saya bilang kalau memasak, semua ibu-ibu pasti memasak di rumah. Tapi kalau lomba menulis, Kartini itu mengajari kita menulis dan Ranking I mengajari kita untuk berpikir” ujar Rita menceritakan awal mula lomba menulis dan Ranking I ini digagas.
Lomba menulis, kata dia, erat kaitannya dengan peringatan Hari Kartini, di mana RA Kartini yang merupakan panutan bagi perempuan Indonesia mengajari kaum perempuan untuk menulis. Awalnya, dari surat – menyurat yang dikirimkan kepada sahabatnya di Belanda. Akhirnya terkumpulah menjadi sebuah buku, yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, “Bisa dibayangkan jika tidak ada RA Kartini pada waktu itu, paradigma pendidikan di indonesia tidak akan seperti saat ini, perempuan akan tetap terkurung dalam kebodohan” papar Rita.
Ia mengajak kaum perempuan di Kukar untuk belajar menulis, dan itu dijadikan kegemaran. Sebab dengan menulis akan membuka cakrawala berpikir, dan akan terus menggali kemampuan dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. “Saya juga gemar menulis. Itu saya lakukan di saat dalam perjalanan di pesawat dari luar negeri, ‘kan waktunya lama, pasti saya gunakan untuk menulis” kenangya.
Rita berharap, perempuan di Kukar bisa menjadikan RA Kartini sebagai inspirasi dalam melakukan segala hal agar menjadi yang terbaik.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Wahidin Noor mengatakan, Ranking I dari 61 orang pendaftar yang ikut 35 orang. Sedangkan lomba menulis dari 26 orang pendaftar yang hadir 21 orang.
Usai menyampaikan sambutan Rita didaulat untuk membacakan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta Ranking I. konsep Ranking I dikemas mirip acara salah satu stasiun televise. Namun uniknya semua peserta memakai kebaya. Lantaran digelar di tempat terbuka dan cuaca cukup panas, peserta pun memakai payung untuk berteduh.
Untuk lomba menulis mengambil tema “Peran perempuan dalam Pembangunan di Kukar” digelar di dalam Ruang Planetarium Jagat Raya. Sebagian besar pesertanya diikuti kaum perempuan dari berbagai profesi. Ada ibu rumah tangga, mahasiswi, PNS, dan remaja putri yang masih duduk di bangku sekolah.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah oleh Bupati Rita Widyasari kepada juara Ranking I yang diraih oleh Hj. Hendry Miyarsih. Sedangkan Tarti sebagai peserta terheboh dan Siska Eriana sebagai peserta berpenampilan menarik. (hmp 12/rom)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18712/kukar-gelar-rangking-i.html

AFI dan Rita Panen Raya Padi di Desa Semangkok

Terus Tingkatkan Produksi

TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak dan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, Rabu (24/4) melakukan panen raya padi di Desa Semangkok Kecamatan Marangkayu.
Panen raya padi kali ini dilakukan di atas lahan 250 hektare milik kelompok tani Subur Jaya. Lahan itu merupakan satu hamparan dari 900 hektare sawah yang melingkupi beberapa desa, di antaranya Desa Semangkok serta tiga desa sekitarnya, yang pada musim panen kali ini panen bersamaan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim Ibrahim, untuk lahan 250 hektare tersebut diperkirakan akan menghasilkan 1.425 ribu ton lebih gabah kering panen karena dalam satu hektare diperkirakan menghasilkan 5,7 ton gabah kering panen.
“Produksi 5,7 ton gabah per hektare itu sudah di atas standar minimal 4 ton gabah per hektare. Yang patut disyukuri, kelompok tani di Marangkayu mampu melakukan panen selama dua kali setahun, walaupun kondisi lahan merupakan tadah hujan,” kata Ibrahim.
Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, pelaksanaan panen raya padi ini memberikan manfaat besar baik bagi Kecamatan Marangkayu secara khusus maupun bagi Kabupaten Kukar secara umum. Terutama, dalam upaya mempertahankan Kukar sebagai lumbung pangan Kaltim.
“Sesuai data, Kukar telah masuk swasembada beras dengan surplus sekitar 16,68 ton pada 2012, dengan jumlah penduduk sebesar 845.058 jiwa dan produksi beras mencapai 112,175 ton, maka tingkat konsumsi beras kita mencapai 133 kg/kapita/tahun. Tingkat konsumsi ini sudah jauh melampaui standar konsumsi beras Kaltim sebesar 113 kg/kapita/tahun,” kata Rita.Menurutnya, tingginya tingkat pemenuhan konsumsi beras di Kukar karena ditopang besarnya produksi padi di beberapa kecamatan sebagai kantong pangan Kabupaten Kukar.
Salah satu kantong pangan terbesar itu, yakni Kecamatan Tenggarong Seberang dengan sumbangan produksi padi sawah sebesar 41.447 ton, diikuti Kecamatan Loa Kulu sebesar 30.082 ton, Kecamatan Tenggarong 19.812 ton, Kecamatan Kota Bangun 17.857 Ton, dan Kecamatan Marangkayu sebesar 17.751 ton.
“Kukar akan terus meningkatkan produksi berasnya dari tahun ke tahun dan mempertahankan sebagai lumbung pangan Kaltim, “ ujar Rita.
Dia menyadari upaya peningkatan hasil pertanian terutama padi perlu mendapatkan perhatian serius terkait pertumbuhan produksi, produktivitas, luas tanam, serta luas panen padi sawah yang cenderung statis, sementara pertumbuhan penduduk cenderung signifikan.
Terkait hal itu, perlu program peningkatan produksi padi secara cepat dan tepat untuk mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan konsumsi beras. Strategi yang dapat dilakukan yakni dengan meningkatkan produktivitas per hektare, mengoptimalkan lahan tidur, serta melaksanakan kegiatan perluasan areal tanam (PAT) dengan cara meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan atau cetak sawah baru.
“Tentunya berbagai strategi di atas perlu segera dilaksanakan secara intensif agar predikat Kukar sebagai lumbung pangan Kaltim sebesar 30-40 persen padi, senantiasa terjaga seiring tercapainya misi ke-4 Gerbang Raja, yakni meningkatkan sumber-Sumber pendapatan dan mengembangkan potensi serta daya saing agrobisnis, industri, dan pariwisata,” ungkap Rita.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (AFI) mengingatkan agar lahan pertanian di seluruh wilayah Kaltim luasnya tidak lagi berkurang, bahkan dia menginginkan untuk menambah luasannya.
“Saya juga mengingatkan kepada perusahaan tambang di Kaltim, untuk tidak mencaplok lahan pertanian. Jika itu terjadi, perusahaan tambang tersebut harus mengganti dua kali lipat luas lahan yang telah diambil untuk kepentingan pertanian,” tegas Awang. (hmp02/wan/k3)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18480/afi-dan-rita-panen-raya-padi-di-desa-semangkok.html

Workshop Penerapan Aplikasi Open Source dalam Penulisan Tugas

Wujudkan Kabupaten Berbasis IT

TENGGARONG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar), belum lama ini menggelar Workshop Penerapan Aplikasi Open Source dalam Penulisan Tugas atau Karya Ilmiah tingkat Sekolah di Laboratorium Diskominfo Kukar. Kabid Telematika Diskominfo HAM Decki Ismail mengatakan, workshop tersebut diikuti para siswa setingkat SMA dari 13 sekolah dari Kecamatan Tenggarong, Loa Janan, Sangasanga, Muara Muntai, Loa Kulu, dan Kecamatan Tenggarong Seberang.
“Tiap-tiap sekolah mengirimkan empat siswa dan satu guru pendamping dengan jumlah peserta seluruhnya sebanyak 85 orang, terdiri dari 55 siswa dan 13 guru pendamping,” ujar Decki. Dijelaskannya, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan aplikasi open source untuk penulisan tugas/karya ilmiah. Selain itu, mengembangkan minat siswa dan para guru untuk memanfaatkan aplikasi itu dalam berbagai kegiatan.
“Kegiatan ini ditujukan sebagai upaya pemanfaatan teknologi informatika, khususnya perangkat lunak legal yang telah dideklarasikan sebagai Program Nasional Indonesia Go Open Source (IGOS) yang ditandatangani lima menteri,” ujar Decki. Sementara itu, Kadis Kominfo Kukar Surif S yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, workshop ini merupakan penjabaran amanat Bupati Kukar Rita Widyasari yang menginginkan Kukar sebagai kabupaten berbasis IT.
“Kegiatan kali ini merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang kita upayakan untuk turut berperan aktif menyukseskan program Gerbang Raja (Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera) dalam hal peningkatan sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” kata Surif.
“Saat ini banyak tersedia software untuk aplikasi yang memudahkan memberikan informasi. Namun, untuk mendapatkan lisensi yang legal sungguh sangat mahal, sehingga saat ini software yang umumnya digunakan baik di pemerintahan hingga sekolah tidak memiliki lisensi resmi, untuk mengatasinya, pakar-pakar TIK menyiapkan program aplikasi open source yang cara kerjanya sama dengan program aplikasi yang berlisensi legal,” jelas Surif. (hmp02/wan/k3)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18483/workshop-penerapan-aplikasi-open-source-dalam-penulisan-tugas.html

Bupati Minta PLTD Loa Raya Fokus Suplai Tenggarong

“Belum Saatnya Membagi untuk Kota Lain”

TENGGARONG – Belakangan ini di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya Kota Tenggarong sering sekali mengalami biarpet atau pemadaman listri. Hal tersebut ditanggapi serius Bupati Kukar Rita Widyasari dengan langsung mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (KSDE) di Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis (25/4) kemarin.
Usai melihat lPLTD tersebut, Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, masalah biarpet listrik merupakan “pantangan” buat Kukar.
“Padahal Kukar memiliki beberapa pembangkit listrik di antaranya PLTD Loa Raya, pembangkit listrik batu bara di Senoni, artinya kalau diberikan jalurnya ke Tenggarong, sedikit akan mengurangi beban PLN Tenggarong,” kata Rita.
Perusda PLTD di Loa Raya ini masih satu atap dengan Sistem Mahakam (jaringan kelistrikan yang mengaliri Samarinda, Balikpapan, Tenggarong).
“Sebab itulah saya memohon kepada yang punya Sistem Mahakam maupun PLN, agar aset Pemkab Kukar PLTD Loa Raya ini dapat fokus menyuplai Tenggarong melalui Bukit Biru dan Senoni,” pinta Rita.
Dia juga sangat berharap agar PLTD yang baru beroperasi ini dapat fokus memberikan penerangan di Tenggarong. “Hal ini juga akan dapat mengurangi beban PLN di Tenggarong sehingga tidak terjadi biarpet lagi. Belum saatnya kita membagi, sementara kota Tenggarong sering mati lampu,” ujarnya.
Dia meminta PLTD ini difokuskan menyuplai listrik ke Tenggarong.
“Ini yang saya harapkan, dan saya memohon kepada PLN maupun Sistem Mahakam agar PLTD Loa Raya yang sudah beroperasi agar tidak dibagi dulu ke kota lainnya, melainkan fokus penerangan di Tenggarong,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Umum PKSDE M Shafik Avicenna didampingi Direktur Teknik dan Operasional Joko Aditya Utama mengatakan, apa yang disampaikan Bupati Rita Widyasari pasti akan dilaksanakan. Terkait hal teknis, pihaknya akan melakukan koordinasi baik dengan PLN maupun stakeholder lainnya.
“Apa yang diharapkan Bupati Rita Widyasari akan kami usahakan semaksimal mungkin dengan melakukan koordinasi dengan PLN dan lainnya,” katanya.
Dia menambahkan, pengoperasian PLTD Loa Raya ini dimulai sejak Oktober 2012 dengan rata-rata 5,5 MW bahkan pernah sampai 7 MW. Sedangkan kebutuhan suplai listrik di Tenggarong mencapai 30 MW. (hmp04/wan)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18479/bupati-minta-pltd-loa-raya-fokus-suplai-tenggarong.html

Rita Minta Masyarakat Tabang Mau Direlokasi

TENGGARONG– Sebanyak 18 desa di Kecamatan Tabang terkena musibah banjir yang menenggelamkan rumah warga di sepanjang Sungai Mahakam. Banjir terbesar yang melanda setelah tahun 1991 tersebut terjadi pada Jumat (19/4) lalu. Bupati Kukar Rita Widyasari meminta agar masyarakat setempat bersedia direlokasi ke daerah yang lebih tinggi.
Hal tersebut diungkapkan bupati dalam kunjungannya ke Tabang untuk melihat dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir, Selasa (23/4) kemarin. Rita datang bersama Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana, Asisten II Setkab Bahteramsyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Darmansyah, dan perwakilan instansi lainya.
Bantuan yang diberikan Pemkab Kukar berupa 12.732 kilogram beras, 2.741 kilogram gula, 2.741 dus mi instan, 2.741 kotak teh, dan 2.741 liter minyak goreng.
Ia meminta masyarakat Tabang agar bisa mengambil keputusan apakah bersedia untuk direlokasi ke dataran lebih tinggi dan akan dibuatkan tata kota yang diatur sedemikan rupa untuk memperindah kecamatan tersebut.
Kepada camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat, diminta untuk membicarakan bersama keputusan terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Tabang. “Dan, keputusan apa yang akan diambil dan diharapkan dari pemerintah,” ungkapnya pula.
Rita berkomunikasi langsung soal apa yang diinginkan masyarakat agar tidak mengalami banjir terus-menerus setiap tahun. Karena itu, dia dengan seksama mendengar keluh-kesah masyarakat agar hal tersebut bisa dicarikan solusinya.
“Ini bisa menimbulkan masalah besar bagi Kukar kalau tidak ditangani secepat mungkin, dan saya tidak ingin masyarakat Tabang mengalami ketertinggalan karena banjir setiap tahunnya,” katanya.
Di sisi lain, tambah Rita, dengan adanya air yang melimpah di Tabang, pemerintah sudah mulai melakukan penelitian untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang akan diserahkan kepada Perusda untuk dikelola dengan biaya lebih murah. Dengan harapan, program yang direncanakan bisa terlaksana secepat mungkin.
Dalam penjelasannya, Camat Tabang Andrie Libya Zainuddin mengatakan dari 19 desa yang di Tabang, sebanyak 18 desa terkena banjir dengan jumlah korban 2.741 kepala keluarga (KK) dan 10.610 jiwa, dengan kedalaman air sampai 6 meter.
Ia juga mengatakan, PT Rea Kaltim Group dan PT Fajar Sakti Prima selain memberikan bantuan berupa sembako, juga telah membuka posko kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu masyarakat Tabang. (hmp10/zal)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18381/rita-minta-masyarakat-tabang-mau-direlokasi.html

Cegah Golput, Gelar Pendidikan Politik

Desk Pilkada Sosialisasi Pilgub bagi Pemilih Pemula

TENGGARONG- Persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Timur 2013 di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dilakukan akhir April ini. Diawali dengan sosialisasi Pilgub bagi pemilih pemula di empat dari 18 kecamatan di daerah ini.
Di Kukar, Pilgub yang dijadwalkan berlangsung 10 September mendatang telah dipersiapkan dengan beberapa agenda kegiatan, termasuk di antaranya sosialisasi. Sosialisasi Pilgub diawali di empat kecamatan, yaitu satu di wilayah hulu dan tiga lainnya di wilayah Kukar pantai. Untuk wilayah hulu dipilih Kecamatan Muara Muntai, sedangkan di Kukar pantai adalah Samboja, Muara Jawa, dan Muara Badak.
Menurut Ketua Desk Pilkada Gubernur Kaltim Kukar, Drs Damansyah, diwakili Ketua Harian Drs H Fatekur Rochman MAP saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/4), mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi Pilgub bagi pemilih pemula ini dilakukan bagi mereka yang sudah mencapai umur 17 tahun pada 10 September. “Sehingga mereka memiliki hak suara yang perlu diakomodasi,” ujarnya.
Fatekur yang juga menjabat kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Masyarakat (Kesbangpolmas) Kukar menambahkan, sosialisasi dimaksudkan untuk meminimalisasi golongan putih (golput) sekaligus sarana pendidikan politik bagi masyarakat.
Dikatakan, setelah menuntaskan sosialisasi bagi pemilih pemula di empat kecamatan, akan dilanjutkan di empat kecamatan lainnya. Sehingga, secara bertahap sosialisasi pemilih pemula ini dapat diselesaikan di seluruh kecamatan se-Kukar. “Sebelumnya, pada bulan Februari hingga Maret lalu, kami juga telah melakukan sosialisasi tentang tahapan Pilgub Kaltim 2013 di kecamatan se-Kukar,” kata dia.
Sementara, Kepala Sub Bidang Fasilitas Parpol dan Pemilu Kesbangpolmas Sutrisno SSos, yang mendampingi Fatekur, menambahkan untuk penyampaian materi pada sosialisasi ini pihaknya menggandeng anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar dan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kukar, dan instansi terkait lainnya. Sedangkan jumlah peserta di setiap kecamatan minimal 90 hingga 110 pemilih pemula. “Sosialisasi pemilih pemula tahap I ini diawali di Kecamatan Muara Badak pada tanggal 20 April mendatang,” demikian Sutrisno. (hmp4/zal)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18380/cegah-golput-gelar-pendidikan-politik.html

Pacu Pelayanan Prima di Desa

Staf Ahli Bupati Buka Pelatihan Latop

TENGGARONG– Staf Ahli Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Bidang Hukum dan Politik, Salmon Zakaria, pada Senin (22/4) lalu membuka Pelatihan Operasional (Latop) Pemerintahan Desa (Pemdes) di Hotel Lizha, Tenggarong. Pembukaan pelatihan ditandai penyematan tanda peserta. Pelatihan yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dan Pemerintahan Desa (Pemdes) Kukar ini, diikuti 40 peserta dari 20 desa di 10 kecamatan.
Menurut ketua panitia Murtis, pelatihan ini berlangsung selama 3 hari. Tujuannya, meningkatkan kapasitas perangkat desa mandiri sehingga dapat memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta mampu menyelenggarakan roda pemerintahan desa sesuai harapan dan ketentuan berlaku. Sehingga, dengan adanya pelatihan Latop ini, diharapkan perangkat desa mampu melaksanakan tugas dengan baik sesuai tupoksi.
Lebih lanjut Murtis menambahkan, nantinya perangkat desa mampu mengelola administrasi desa dengan baik dan benar sesuai peraturan berlaku. Selain itu, mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan mampu mendorong percepatan pembangunan di desa. Juga, mampu menjalankan program Gerbang Raja di wilayah kerja masing-masing, melalui pengelolaan administrasi desa dengan baik.
Sedangkan, dalam sambutan Bupati Kukar yang dibacakan Salmon Zakaria disampaikan, Pemkab Kukar selalu berupaya mendorong dan memfasilitasi pembangunan, pengembangan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini telah dilakukan dalam program-program pemberian alokasi dana desa yang bertujuan memberdayakan sumber daya manusia dan potensi desa, pembentukan desa mandiri, dan perbaikan infrastruktur desa
“Untuk itu, saya berpesan agar peserta Latop atau Pelatihan Operasional Pemerintahan Desa ini dapat mengikuti sebaik mungkin dan bersungguh-sungguh, sehingga nantinya para perangkat desa dapat meningkatkan kapasitas dan memiliki kompetensi yang memadai dalam rangka menerapkan jenis-jenis kewenangan dan peraturan-peraturan desa. Dengan demikian, perangkat desa mampu mendorong percepatan pembangunan di desa dan mampu menyukseskan program Gerbang Raja,” harap Salmon
Adapun materi dalam pelatihan ini disampaikan oleh pejabat eselon di lingkungan Bapemas dan Pemdes Kukar. Yaitu, Kabid Pemdes dan Kelurahan Hardie Herman, Kasubbid Administrasi Pemerintahan, Perangkat, dan Pengembangan Desa H Hamdiansyah, Kasubbid Pengembangan Kapasitas Pemdes Murtis, Kabid Kelembagaan Rina, Kabid UED, SDA, dan TTG Djunaidi serta Sumarno.
Materi yang disampaikan narasumber di antaranya, tentangan Kewenangan Desa, Administrasi Desa, Produk Hukum Desa, Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Konsep Desa Mandiri, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). (hmp06/encek/zal)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/18378/pacu-pelayanan-prima-di-desa.html