Disnak Kesehatan Hewan Kukar Lakukan Vaksinasi Rabies

TENGGARONG – , Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang di sebabkan oleh virus rabies, penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan kemanusia melalui gigitan hewan misalnya anjing, kucing, kera, rakun dan kelelawar. Rabies bisa juga disebut dengan anjing gila, sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya, apabila virus sudah mencapai otak korban tidak bisa ditolong lagi.

Untuk mencegah penyakit tersebut pada anjing dan hewan lainnya Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disnak Keswan Kukar) melakukan vaksinasi  Rabies dan pengobatan massal di Kecamatan Muara Badak, Vaksinasi dilakukan di dua desa yaitu Desa Tanah Datar dan Desa Sungai Bawang, Kamis (7/3).

Kepala Bidang Pasca Panen dan Kesmavet H Kamaruddin menjelaskan Kecamatan Muara Badak mempunyai populasi anjing yang cukup banyak sekitar 350 ekor, sehingga rentan terhadap penyebaran penyakit rabies. Populasi anjing yang yang tinggi ini disebabkan karena masyarakat menggunakan  anjing untuk keperluan berburu, penjaga rumah dan kebun. Selain vaksinasi rabies dilakukan juga dengan kegiatan pengobatan massal terhadap sapi milik masyarakat di dua desa tersebut.

“Pengobatan dimaksudkan untuk mengantisipasi penyakit jembrana, yaitu penyakit yang biasanya ada padai sapi Bali,” jelas Kamaruddin.

Sementara itu Drh Abdul Kadir menerangkan Penyakit jembrana yang menyerang  sapi – sapi Bali ini,menyerang pada disistem kekebalan  tubuh. Manistipasi  yang kena jembrana ciri – cirinya keringatnya berdarah setelah digigit lalat, kalo kita bedah terlihat organ limpa membesar dari normalnya.  Secara keseluruhan kec Muara Badak memiliki populasi sapi sekitar 802 ekor (jantan 215 dan betina 597 ekor ).

Sebelumnya di Desa Badak Baru, Desa Gas Alam dan Desa badak Ulu, Bidang Pasca Panen dan Kesmavet Seksi Kesehatan Masyarakat  Vateriner mengadakan kegaiatan Pengawasan  kualitas mutu daging di pasar tradisional dengan tujuan untuk menjamin keamanan pangan asal hewan dari cemaran mikroba dan bahan pengawat (formalin). Kegiatan diantaranya pengambilan sample pada pedagang daging di pasar tersebut yang selanjutnya sample tersebut di kirim ke UPTD Labolatorium Keswan dan Kemavet Samarainda, untuk diuji kandungan bakteri Salmonella sp,staphilo Cocus, Ecoli dan TPC (Total Plate Count).

“Hasilnya akan diketahui sekitar 1 bulan kemudian, kegiatan ini rutin dilakukan oleh Disnak Keswan kab Kukar, sedangkan untuk vaksinasi rabies dan pengobatan massal untuk sapi dilakukan 1 tahun sekali.”ujar Kamaruddin. (vb/hayru)

 

Sumber : http://www.vivaborneo.com/disnak-kesehatan-hewan-kukar-lakukan-vaksinasi-rabies.htm