Dirut PLN Mau Dengar Langsung

Krisis Listrik Tarakan, Sebut CFK sebagai Contoh Positif

TENGGARONG – Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji belum mau berspekulasi soal krisis listrik di Tarakan yang berbuntut kerusuhan massal, Rabu (6/3) lalu. Kendati demikian, PLN menegaskan siap mengikuti rekomendasi Pemkot dan DPRD Tarakan.

Salah satu yang direkomendasikan, adalah pengembalian PLN Tarakan (kini masih berstatus swasta) ke PLN Pusat. Ini dinilai tepat demi mengatasi persoalan di sana. Namun demikian, Pamudji memilih tak berkomentar.
“Wah, itu no comment dulu saya. Saya belum ketemu Wali Kota Tarakan. Perlu ketemu dulu,” ucapnya kepada Kaltim Post, dalam peresmian proyek pengembangan PLTU Unit III 1×60 Megawatt (MW) di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, kemarin (8/3).
Pamudji menyebut, penyebab krisis listrik di sana lantaran gangguan pasokan gas. Sebelumnya, PLN Tarakan dapat pasokan 6 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) dari PT Medco E&P. “Tapi, tiba-tiba sumurnya mati. Kejadiannya tahun lalu. Jadi, mereka cari sumber gas lain. Dapat dari Pulau Bunyu punya Pertamina. Mereka dapat 5 MMSCFD,” terangnya.
Hanya, kuota itu rupanya juga tak stabil. Jika pasokan Pertamina sedang bagus, kuota tersebut tak terganggu. Namun jika sebaliknya, pasokan yang diterima PLN bisa jauh di bawah itu.
“Tapi, waktu itu tinggal 3 MMSCFD. Makanya kekurangan,” kata Pamudji. “Intinya, gara-gara Tarakan hanya mengandalkan (pembangkit bertenaga) gas,” sambungnya.
Berdasar kesepakatan Pemkot dan DPRD Tarakan dengan perwakilan warga, ada permintaan mendatangkan 10 mesin baru untuk produksi distribusi listrik ke rumah penduduk. Mesin ini beroperasi dengan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Sebetulnya, 46 mesin di sana dalam kondisi baik, yang notabene sudah masuk kategori ideal. Namun perubahan dari gas ke BBM, bikin mesin-mesin itu tak berfungsi. “Keperluan listrik di Tarakan itu 33 MW. Dari segi kesiapan, mesinnya cukup, hanya pasokan gas enggak ada. Jadi di-switch ke BBM,” urainya.
Ketika diwawancarai lagi KPNN setelah jamuan makan di rumah dinas Bupati Berau malam tadi, Pamudji tetap enggan memberi kepastian. Dia hanya ingin berkunjung ke Bumi Paguntaka untuk melihat langsung kondisi di sana. “Selama ini ‘kan saya hanya tahu (persoalan krisis listrik di Tarakan, Red) dari media massa,” katanya.
Dengan mendengar langsung tuntutan warga Tarakan, dirinya dapat mengambil kesimpulan sebagai solusi mengatasi krisis. “Setelah itu saya jawab. Tidak baik kalau saya berandai-andai,” sambung Pamudji lagi.
Jika langsung menjawab tuntutan warga Tarakan, dirinya khawatir tidak sesuai harapan. “Nanti saya jawab, ternyata pemintaannya lain. Jadi, memang saya harus pahami (tuntutan warga) dulu,” tegasnya.
Mengenai solusi jangka pendek, Pamudji tak memungkiri penggunaan mesin diesel yang paling cepat. Tapi, itu pun memerlukan waktu 1-2 bulan ke depan. “Nah, kalau solusi jangka panjangnya adalah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap, Red),” ujarnya.
Hanya, karena rencana pembangunan pembangkit berbahan bakar batu bara itu bermasalah, pihaknya meminta Pemkot Tarakan mencari lahan baru. Sehingga, pihaknya bersama kontraktor yang memenangi tender bisa sesegera mungkin merealisasikan pembangunan PLTU.
TARGET DAYA 1X125 MW
Sebelumnya, niat PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK) meningkatkan daya PLTU Embalut Ekspansi didukung sepenuhnya oleh Dirut PLN Nur Pamudji. CFK disebut sebagai contoh bagi perusahaan swasta yang bergerak di bidang listrik lantaran torehan positifnya selama ini.
“Saya senang. Sudah lama ingin ke sini (CFK). Saya lihat Embalut ini bagus sekali,” ucap Pamudji, dalam peresmian proyek pengembangan PLTU Unit III 1×60 Megawatt (MW) di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, kemarin pagi.
Pamudji mengaku terkejut melihat perkembangan CFK. Menurutnya, bagi Kaltim, PLTU Embalut sangat membantu.  Capaian tersebut sekaligus meyakinkan pihaknya bahwa proyeksi CFK bakal luar biasa ke depan. “PLN sangat senang berpartner dengan CFK. Prestasinya bagus,” terang dia.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) CFK Zainal Muttaqin sekaligus menyatakan keinginannya mengembangkan daya CFK menjadi 1×125 MW. Meski belum berani berbicara gamblang, Pamudji memberi lampu hijau bagi niatan itu. Apalagi, ia melihat masa depan cerah bagi kelistrikan Kaltim. “Feeling saya mengatakan ya,” ucap pengganti Dahlan Iskan di PLN ini.
Namun demikian, kalaupun niat itu terwujud, Pamudji mengimbau agar peningkatan dilakukan lewat transmisi baru dengan rute berbeda. “Transmisinya enggak cukup, jadi perlu transmisi baru. Jangan upgrade yang sudah ada,” tutur dia.
Pamudji mengaku menyambut baik keinginan swasta berinvestasi di sektor kelistrikan. Hanya, berbisnis di bidang ini, kata dia, diperlukan perusahaan swasta yang lincah. Banyak perusahaan swasta menawarkan investasi, namun tak berjalan lancar lantaran tak punya lahan atau persoalan lainnya.
Bagi dia, selama perusahaan bonafide dan memiliki kekuatan berinvestasi, pihaknya tak ragu menyetujui tawaran kerjasama tersebut. “Harus swasta yang beneran. Seperti CFK ini. Kalau mau ekspansi lagi, saya akan seriusi,” sambungnya.
Sementara Zainal menyebut, keinginannya membangun daya 1×125 MW merupakan tantangan bagi CFK. Respons positif Dirut PLN, tentu jadi sinyal terwujudnya keinginan tersebut. Kendati demikian, Zainal mengingatkan pihaknya tetap fokus dengan progres yang kini berjalan. “Kalau bisa, April sudah masuk sistem,” kata dia.
Direktur CFK Abdurahman mengatakan, berdasarkan asumsi 1000 watt per rumah, kapasitas 1×60 MW dapat melayani 55 ribu rumah. Jika tak sampai 1000 watt, sudah tentu kuantitasnya lebih banyak. Daya tersebut melayani keperluan listrik di Sistem Mahakam (Samarinda-Balikpapan-Kukar). Daya 1×60 MW ditarget rampung pada 2014. “Sebelumnya 1×50 MW bisa melayani 45 ribu rumah. Cuma yang ini lebih cepat karena konstruksinya baja,” urainya.(rey/kpnn/*/bby/zal/k1)
Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/14230/dirut-pln-mau-dengar-langsung.html