BP2T Sosialisasikan Pelayanan Perizinan pada Masyarakat

Tingkatkan Iklim Usaha dan Investasi.

TENGGARONG – Untuk meningkatkan iklim usaha dan investasi yang kondusif, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dan Pelayanan Perizinan, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Marang Kayu, Selasa (25/2), kemarin.
Dalam sambutannya, ketua panitia, Rani Asmadi mengatakan, sosialisasi ini diberikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha dari usaha kecil dan besar di Kecamatan Marangkayu.
“Kegiatan ini kami lakukan baru pertama kali tahun 2013, yang diawali di Kecamatan Marangkayu, dan akan berlanjut ke Kecamatan Anggana, Muara Jawa, dan Samboja,” katanya. Sementara itu, Suparman yang mewakili Kepala BP2T saat membuka sosialisasi mengatakan, pelayanan di kabupaten maupun kecamatan, sudah dibagi tugas masing-masing sesuai peraturan pemerintah.
“Untuk izin yang diurus di kecamatan, silakan urus di kecamatan, dan untuk izin yang diurus di kabupaten, silakan ke BP2T. Itulah salah satu tujuan kami mengadakan sosialisasi, agar masyarakat mengerti dan membedakan izin usaha mana yang ke kecamatan dan kabupaten,” jelasnya. BP2T melakukan sosialisasi berdasarkan Inpres Nomor 3, Permendagri Nomor 24 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, setiap perizinan harus melalui satu pintu dan tidak ditangani lagi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Sementara, Camat Marangkayu, Rekson Simanjuntak, mengingatkan masyarakat Marangkayu, agar dalam mendirikan usaha tidak ada lagi yang tidak mempunyai izin usaha. “Inilah kesempatan bapak dan ibu untuk menanyakan secara langsung kepada yang menangani perizinan. Apa saja yang perlu ditanyakan, silakan ditanyakan. Acara ini bisa menambah pengetahuan kita tentang perizinan,” katanya.
Berdasarkan data yang diterima, baru beberapa orang yang mempunyai izin usaha di Marangkayu karena minimnya pengetahuan tentang perizinan. Di beberapa tempat di Marangkayu juga sudah mulai berdiri usaha sarang burung wallet. Kepada masyarakat yang membuka, mungkin perlu informasi tentang perizinan dan dampak lingkungannya. Ia berharap kepada masyarakat yang mempunyai usaha jangan sampai tidak mempunyai izin usaha. Melalui sosialisasi perizinan, masyarakat yang belum mengetahui masalah perizinan jadi bisa lebih memahaminya.
“Gunakan waktu sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tanyakan perizinan usaha apa saja yang akan dibuka maupun sudah dibuka,” katanya. Hadir sebagai nara sumber di antaranya dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Bayu Prakasa, Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Panjang, dan Dinas Peternakan, Rahman Hakim. (hmp10/wan)

 

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/13356/bp2t-sosialisasikan-pelayanan-perizinan-pada-masyarakat.html