Tahun Ini, Dinsos Siap Bedah 100 Rumah Tak Layak Huni


PENDATAAN Tim RRTLH melakukan pendataan terhadap sejumlah rumah tak layak huni yang akan di bedah.

Tahun Ini, Dinsos Siap Bedah 100 Rumah Tak Layak Huni

RRTLH Menjadi Program Unggulan Dinas Sosial

TENGGARONG – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH) yang dicanangkan Pemkab Kukar sejak 2011 yang dulunya hanya 25 unit pertahun, kali ini jumlahnya ditingkatkan menjadi 100 unit atau senilai Rp5 miliar. Rencananya pada tahun 2013 ini, Pemkab akan menggelontorkan dana Rp75 miliar untuk mewujudkan program RRTLH ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar Drs Mursito MM mengatakan jika program RRTLH merupakan salah satu program unggulan Dinsos yang harus terselenggara dengan baik. “Karena selaras dengan tekad maupun visi dan misi program Gerbang Raja yang ingin mense-jahterakan kehidupan warga khusus-nya yang tidak mampu,” ujarnya.

Dikatakan untuk tahun anggaran 2012 ada 100 unit RRTLH yang bakal dikerjakan. Pembiayaannya senilai Rp5 miliar dialokasikan pada APBD-P 2012.

Saat ini tim yang terdiri dari Dinas Cipta Karya, Bapemas Pem-des, Catatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Kodim 0906 Tenggarong sudah merampungkan kegiatan turun ke lapangan dengan mendata rumah tidak layak huni di enam kecamatan. “Bahkan tim verifikasi juga sudah menetapkan rumah warga mana saja yang layak dan pantas untuk rehab,” katanya.

Mursito yang didampingi stafnya Kepala Bidang (Kabid) Kesejah-teraan Sosial (Kesos) Marmadi SH menambahkan tahun ini program RRTLH di canangkan di enam Keca-matan yakni Tenggarong 16 unit, Kota Bangun 17 unit, Loa Janan 16 unit, Sebulu 17 unit, Loakulu 17 unit dan Tenggarong Seberang 17 unit.
Direncanakan untuk tahun depan program ini akan lebih diperluas hingga meliputi segenap penjuru Kukar yang tersebar di 18 kecama-tan. Jika disetujui program ini maka untuk 2013 akan membutuhkan dana sedikitnya Rp75 miliar.

Marmadi menambahkan permo-honan yang masuk dari warga yang meminta bantuan rehab ini sejak program ini dicanangkan 2011 lalu, jumlahnya hampir mencapai empat ribu pemohon. Diantara kriteria itu adalah Kartu Tanda Penduduk, foto kondisi rumah pemohon dan Surat Kepemilikan Lahan atas rumah.

Dikatakan untuk program ini setiap rumah di rehab mendapat Rp50 juta. Dana itu sudah termasuk pembelian material bangunan, biaya tukang, biaya administrasi dan pajak. “Untuk material di lakukan pe-lelangan sedang ongkos tukang diberikan kepada warga karena gotong royong,” katanya.(hmp4)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/32569/tahun-ini-dinsos-siap-bedah-100-rumah-tak-layak-huni-.html