PT Badak Luncurkan Bahan Bakar LNG untuk Kendaraan dan Kompor


HEMAT RP13,6 TRILIUN: PT Badak NGL kemarin meluncurkan bahan bakar berjenis gas alam cair atau liquid natural gas (LNG) untuk kendaraan besar dan kompor rumah tangga. Bahan bakar ini lebih murah, efisien dan ramah lingkungan. Selain itu pemerintah bisa hemat Rp13,6 triliun per tahunnya.

PT Badak Luncurkan Bahan Bakar LNG untuk Kendaraan dan Kompor

Lebih Murah, Efisien dan Ramah Lingkungan

BONTANG- PT Badak NGL menorehkan sejarah energi di Indonesia. Perusahaan gas alam ini kemarin meluncurkan bahan bakar berjenis gas alam cair atau liquid natural gas (LNG) untuk kendaraan besar dan kompor rumah tangga. Inovasi bahan bakar ini merupakan kerja keras Badak yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina selama empat bulan.

CEO PT Badak NGL Nanang Untung, mengatakan beberapa keuntungan penggunaan energi alternatif ini adalah lebih efisien, ramah lingkungan dan cepat. Untuk penggunaan LNG pada kompor, terbukti lebih cepat panas ketimbang menggunakan gas elpiji di pasaran.

Menurut Nanang, peluncuran ini dilatarbelakangi atas kondisi minyak yang semakin meningkat, sementara pembangunan di Indonesia semuanya membutuhkan bahan bakar yang luar biasa. Karena itulah Badak mencoba alternatif bahan bakar LNG. Selain itu juga untuk memanfaatkan momentum dicanangkannya era LNG Domestik yang telah dimulai dengan pengapalan perdana LNG dari Badak ke PT Nusantara Regas pada bulan Mei 2012 lalu.

Peluncuran di Town Center PT badak NGL kemarin dihadiri Walikota Bontang, Wakil Ketua DPRD, muspida dan manajemen PT Badak. Acara ini juga disaksikan secara langsung oleh Pertamina Pusat Jakarta melalui video conference, yang dihadiri Dirjen Migas Evita Legowo, Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan seluruh jajaran direksi serta manajemen Pertamina.

Bahan bakar LNG ini, lanjut Nanang, sangat baik untuk transportasi umum pada kendaraan besar seperti bis, truk, alat berat pertambangan. “Di Amerika Serikat sudah menggunakan pada seluruh alat-alat berat, bahkan di Cina. Dari sinilah kita mencontoh. Cina bisa kenapa Indnesia tidak?” ujarnya yang menambahkan, bahwa penghematan bahan bakar LNG bisa capai efesiensi sebesar 30 persen.

Pada peluncuran pertama bahan bakar LNG, teknisi langusng mengisikan bahan bakar LNG ke salah satu unit kendaraan jenis bus besar Mercedes Benz, dan beberapa kompor, yang kemudian diujicoba. Terbukti bahwa air yang dimasak di atas kompor yang menggunakan LNG lebih cepat mendidih dibanding kompor yang berbahan bakar LPG.

Khusus untuk bahan bakar kompor LNG, Nanang mengatakan, untuk pertama kali bisa diujicoba pada pusat jajan serba ada (Pujasera) Badak. Jika sudah dipasarkan, maka yang bisa menggunakannya adalah restouran, hotel, apartemen maupun perumahan yang belum mendapatkan program city gas dari pemerintah.

Menurut Dirjen Migas Evita Legowo melalui video conference, terobsosan ini dapat beri manfaat yang sangat baik bagi manusia. Selain itu produknya sangat ramah lingkungan dan lebih efesien dan ekonomis dibanding dengan bahan bakar lain seperti LPG, bensin, solar dan lainnya.

“Jika bahan bakar LNG bisa digunakan di seluruh Indonesia maka, Indonesia bisa menghemat sebanyak Rp13, 6 triliun per tahunnya,” ujarnya. Evita juga berharap pilot project ini berhasil baik.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan langkah awal Pertamina melalui anak perusahaannya yakni PT Badak NGL merupakan komitmen Pertamina untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan untuk keperluan dalam negeri di masa depan. “Ini karya PT Badak dan Pertamina karena melakukan terobosan bagaimana mengurangi konsumsi BBM bersubsidi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Karen menilai, jika LNG setidaknya memiliki 3 kelebihan dibandingkan solar dan premium. Menurutnya LNG lebih ramah lingkungan, memiliki nilai densitas (kepadatan) 3 kali lebih besar pada volume yang sama dengan BBM dan memiliki tekanan yang rendah yaitu sebesar 1 atmosfer.

“Mengulami emisi hingga 85 persen,” imbuhnya.

Selain itu, karen optimis dalam 2 tahun kedepan jika LNG sudah banyak digunakan pada transportasi umum dan transportasi pertambangan.

“Kurang dalam 2 tahun bus, truk dan alat berat sudah menggunakan LNG,” tutup Karen.

Sementara Walikota Bontang Adi darma juga sangat mendukung program tersebut. Menurutnya, pemerintah kota akan bersinergi dengan Dirjen Migas dan PT Badak NGL. Mengenai penggunaan bahan bakar LNG untuk perumahan, saat ini Bontang mencanangkan city gas. Daerah yang belum mendapatkan jaringan city gas adalah wilayah bontang Selatan yang notabene berdekatan dengan peruashaan PT Badak NGL. “Ini akan kita bicarakan, apakah Bontang selatan nanti menggunakan LNG ataukah city gas,” ujarnya. (ool)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/32570/pt-badak-luncurkan-bahan-bakar-lng-untuk-kendaraan-dan-kompor.html