Jembatan Kukar Masuk Radar KPK dan Polri


Jembatan Kukar Masuk Radar KPK dan Polri

JAKARTA- Sejumlah kajian terkait beberapa kasus yang terjadi sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satunya mengenai runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara pada 26 November 2011 lalu. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengatakan dalam kajian yang dibuat KPK, seharusnya jembatan yang menghubungkan pusat perekonomian setempat itu bisa bertahan selama 50 tahun. Namun, baru menginjak sepuluh tahun jembatan itu rubuh.

Menurut dia, dampak yang terjadi dari rubuhnya jembatan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Tetapi, lebih lanjut, menurut Bambang, juga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Harusnya itu juga bisa masuk di kerugian, termasuk dampak lingkungannya,” ujar Bambang.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Mabes Polri. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman mengatakan Mabes Polri mulai mengusut dugaan korupsi dalam pembangunan jembatan itu.

“Polri masih menyelidiki dan belum meningkatkan pada tahap penyidikan,” kata Sutarman.

Saat ini sudah tiga terdakwa divonis bersalah dalam peristiwa ambruknya jembatan itu. Ketiganya adalah Pejabat dinas PU Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan, H Setiono dan Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Kukar selaku Kuasa Pengguna Anggaran Alm Yoyo Suriana. Keduanya divonis satu tahun penjara.

Sementara, Kepala Bagian Departemen Engineering Unit Usaha Jembatan PT Bukaka Teknik Utama Muhammad Syahriar Fakrurrozi divonis satu tahun dan delapan bulan penjara.

Jembatan Kutai Kartanegara roboh pada Sabtu 26 November 2011. Sebanyak 24 orang ditemukan dalam kondisi tewas, sementara itu belasan lainnya masih dinyatakan hilang.(vi)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/31002/jembatan-kukar-masuk-radar-kpk-dan-polri-.html