Divonis 2 Tahun, Mantan Cawabup Nyatakan Banding

SAMARINDA. Akhirnya Ketua Majelis Hakim Tipikor Samarinda I Gede Suarsana didampingi Hakim Adhoc Medan Parulian Nababan dan Abdul Gani menjatuhkan vonis hukuman 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta kepada mantan Camat Tenggarong Seberang, Suko Buono, Selasa (10/7) pukul 15.45 wita kemarin dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda.
Dalam persidangan tersebut, Majelis Hakim menyatakan Suko terbukti merugikan negara sekitar Rp 2.795.540.000. Mantan Camat Tenggarong Seberang ini terbukti telah melakukan tindakan korupsi dengan melakukan penyelewengan kewenangan selaku anggota panitia dalam proyek pembebasan lahan untuk pembangunan kompleks olahraga di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang. Dirinya didakwa memperkaya orang lain atau bekerjasama sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.
Berdasarkan Fakta-fakta yang ada, Suko yang pernah menjadi Calon Wakil Bupati Kukar berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat, anak Gubernur Kaltim dijerat dengan pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Udang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Purwantoro menyatakan tidak ingin langsung menerima atau menolak vonis yang diberikan Majelis Hakim. Karena menurutnya, ia harus berkonsultasi dengan ketuanya dulu. “Saya menghormati keputusan Majelis Hakim hari ini. Namun masalah menolak atau menerima, itu saya masih harus harus mempelajari salinan berkas putusan karena saat ini saya belum memegang salinan putusan majelis hakim,” jelasnya.
Suko Buono yang didampingi Penasehat Hukumnya Arjunawan langsung menyatakan banding setelah pembacaan putusan hakim tersebut. Sebelumnya, Suko Buono diduga terlibat dalam Pembebasan lahan seluas.559.108 m2. Bersama panitia yang lain, ia diduga melakukan penggelembungan dana hingga Rp 32,2 miliar tahun 2006 yang merugikan negara hingga mencapai Rp 8,5 Milliar. Sementara itu, pembebasan lahan tersebut adalah dalam rangka pembangunan kompleks olahraga di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang. (rm-1/agi)

sumber : http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/38342