Kukar Optimistis Tetap Menjadi Lumbung Padi

Kukar Optimistis Tetap Menjadi Lumbung Padi

TENGGARONG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertan) Kukar saat ini sedang melakukan pemetaan kawasan sentral pertanian padi, guna menjaga keberadaan lahan pertanian di Kukar, agar tidak terjadi alih fungsi menjadi areal pertambangan dan perkebunan.

Kepala Dispertan Sumarlan menyebutkan, Kukar memiliki kontribusi padi terbesar se-Kaltim, sebab produktivitas padi di Kukar tahun lalu saja bisa mencapai 4,89 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan 5,02 ton per hekter (ha) jadi sekitar 40 persen padi yang dihasilkan Kaltim adalah dari Kukar.

Namun, keberadaan perusahaan tambang bisa mengancam luas sawah di Kukar. “Oleh sebab itu kami akan lakukan pemetaan dan menentukan titik koordinat areal pertanian, jangan sampai areal pertanian kita berubah fungsi menjadi areal pertambangan,” katanya.

Dia menyebutkan dasar yang akan dipakai untuk menjaga lahan pertanian dalam arti luas, pihaknya berpegang pada UU Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan kemudian diperkuat Perda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan yang saat ini sudah selesai di godok di DPRD dan sedang diproses di Bagian Hukum Setkab Kukar.

Jika kawasan pertanian telah ditetapkan, maka lahan pertanian tidak boleh dibebaskan menjadi lahan pertambangan, karena bisa dijerat dengan hukum pidana dan denda miliaran rupiah. Baik itu pejabat pemberi izin maupun pihak yang mengajukan izin untuk pengalihan lahan tersebut. “Terkecuali lahan tersebut diperuntukan fasilitas umum,” tandasnya.

Guna mendukung program pusat surplus padi 10 juta ton pada 2013 mendatang, dalam tahun ini Dispertan akan melakukan cetak sawah sebanyak 1.000 hektare. “Sentra penghasil beras terbanyak ada di 10 kecamatan di Kukar, diantaranya di Loa Janan, Samboja, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Kota Bangun, Muara Kaman dan Loa kulu,” ungkapnya.

Prestasi yang harus diacungi jempol untuk Kukar, meski pertanian di Kukar saat ini telah dikelilingan areal pertambangan, tetapi tidak membuat penghasilan pertanian Kukar menurun. “Kita dikepung tambang, tapi bisa bertahan menjadi lumbung padi di Kaltim,” tandasnya. (han911)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/29865/kukar-optimistis-tetap-menjadi-lumbung-padi.html