Atasi Blank Spot Area, Kaltim Butuh 44 Menara Komunikasi

SAMARINDA – , Kawasan perbatasan kaltim yang notabene blank spot area atau wilayah yang tidak dapat terkoneksi jaringan telekomukasi, diisyaratkan masih membutuhkan 44 menara Base Transceiver Station (BTS) atau pemancar jaringan agar upaya bebas blank spot area 2013 dapat terwujud.

Hal tersebut menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informati (Diskominfo) Kaltim, melalui Kabid Pos dan Telekomunikasi (Postel), Atmaji diakibatkan letak gografisnya sangat luas dan terpencar. Akibatnya, sekalipun disuatu desa sudah ada menara besar, tetap perlu ditunjang dengan menara kecil-menara kecil disetiap wilayah agar mampu menjangkau seluruh wilayah tersebut.

“Jadi untuk perkembangan manara di tiga Kabupaten perbatasan terdiri dari tiga macam berdasarkan waktu pembagunannya. Untuk 2010 Kemendagri membangun 22 menara. Rinciannya Kubar dan Malinau sama-sama mendapat 1 menara besar dan 6 menara kecil. Serta Nunukan mendapat 2 menara besar dan 6 menara kecil,” beber Atmaji ketika dikonfirmasi terkait perkembangan pembangunan menara BTS di kawasan perbatasan seusai memimpin rapat membuka keterisoliran bidang komunikasi kawasanperbatasan, di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Kamis (28/6).

Rapat yang dihadiri Dishubkominfo tiga Kabupaten Perbatasan dan Operator pemenagn tender tersebut membahas dua agenda utama. Yakni tentang MoU Pemda – Operator pemenang tender tentang pemanfaatan menara telekominikasi di perbatasan dan penetuan lokasi pembangunan tower sesuai kebutuhan daerah dan letak geografisnya.
Dilanjutkan, pembangunan menara di kawasan perbatasan lainnya diantaranya termasuk pembangunan 9 menara tahun anggaran 2012yang sedang baru mulai memasuki tahap pengerjaan. 9 menara dimaksud adalah 1 dibangun oleh Pemprov Kaltim dengan pendanaan APBD Kaltim 2012, kemudian 3 menara untuk 3 kabupaten perbatasan yang dibangun masing-masing Kabupaten dengan menggunakan dana bantuan keuangan yang bersumber dari APBD Kaltim 2012, serta 5 menara yang dibangun dan menggunakan pendanaan yang bersumber dari APBD Pemkab Malinau 2012.

Sebagai informasi, 9 menara tersebut dibangun di Long Nawang, Long Ampung, Long Berang, Data Dian, Long Lawe, Apau Ping Mading dan Long Sule untuk yang berada di Kabupaten Malinau, Long Layu untuk yang berada di Kabupaten Nunukan serta di Long Apari untuk wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Sedangkan untuk macam yang ketiga, sambung dia, pembangunan 20 menara yang merupakan program pembangunan USO telekomunikasi dengan sumber pendaan yang berasal dari Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pihak penyedia dana program USO.

“Namun untuk macam yang ketiga ini, pembangunan menara bukan hanya untuk kawasan perbatasan saja. Tapi juga untuk daerah terluar, pedalaman dan terpencil atau yang masuk dalam special area development atau pembangunan area khusus,” jelasnya.
Ditambahkan, mengingat pembangunan menara macam ketiga terdapat beberapa yang penempatan lokasi pembangunannya dianggap sudah tidak sesuai dengan syarat special area development, sehingga perlu peralihan penetapan lokasi di daerah lain, seperti Kubar yang belum termasuk diantara 20 menara tersebut. Bahakan, tuk mendukung itu pihaknya mengaku telah menyurati pihak terkait tentang saran peralihan tersebut agar pembangunan menara tepat sasaran dan tepat guna.

Sementara terkait hasil rapat yang diselenggarakan, intinya Dishub Kominfo masing-masing Kabupaten diminta mengusulkan daerah yang manjadi prioritas untuk pembangunana menara lantaran mereka yang dianggap lebih faham kondisi daerahnya masing-masing. Seperti wilayah Kubar misalnya, oleh karena pembangunan menara di Long Pahangay dirasa masih kurang, karena jangkauannya tidak sampai di Datah Dawai, sehingga pihaknya mengusukan pembangunan di daerah tersebut termasuk tiga daerah lain yang juga dianggap sangat membutuhkan pembangungan tower.(vb/arf)

sumber : http://www.vivaborneo.com/atasi-blank-spot-are-kaltim-butuh-44-menara-konunikasi.htm