Musrenbang Loa Janan Bubar

Musrenbang Loa Janan Bubar

TENGGARONG – Mungkin inilah kejadian pertama kalinya di Kukar, pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Loa Janan yang dilaksanakan pada Selasa (3/4) kemarin di ruang pertemuan kecamatan berakhir buntu dan tidak ada kesepakatan yang dihasilkan.

Pasalnya, delapan kepala desa atau perwakilannya dan para peserta rapat yang hadir langsung ke luar ruangan pertemuan tanpa menyetujui usulan program yang diajukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Mereka menilai, program yang diajukan Bappeda beserta SKPD-SKPD di lingkungan Pemkab Kukar tanpa melihat hasil Musrenbang desa yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Diketahui, Musrenbang diikuti delapan kepala desa atau perwakilannya seperti Loa Janan Ulu, Loa Duri Ilir, Loa Duri Ulu, Bakungan, Purwajaya, Tani Bhakti, Batuah, Tani Harapan, Ketua Asosiasi LPM Kecamatan Loa Janan, Ketua Asoisasi BPD Kecamatan Loa Janan, Kaur PMD delapan desa, Bappeda, Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut), Dinas Pertanian dan SKPD terkait.

Ketua Assosiasi Badan Permusyaratan Desa (BPD) Kecamatan Loa Janan, H Suganda SE mengatakan, para peserta rapat meninggalkan ruang pertemuan karena tidak setuju dengan apa yang diprogramkan Bappeda dan SKPD tanpa melihat isi usulan yang diajukan masing-masing desa.

“Bagaimana bisa SKPD yang hadir membuat program tanpa melihat yang diajukan oleh masing-masing desa, ini ‘kan aneh. Apalagi usulan yang disampaikan Bappeda tidak sama dengan usulan hasil Musrenbang desa, makanya kami sepakat keluar ruang rapat,” katanya.

Dia juga merasa bingung dengan dasar apa SKPD mengajukan program tanpa melihat usulan dari masing-masing desa, sedangkan SKPD dinilai tidak paham sama sekali struktur dan kebutuhan desa. Apalagi Musrenbang di delapan desa sudah dilaksanakan dan telah memprogramkan tiga bidang yang akan diproritaskan pembangunannya di Kecamatan Loa Janan, dan hal itu tidak diakomodir, namun justru SKPD tersebut menghendaki programnya yang harus dijalankan.

“Kami tidak bisa menjalankan program yang disampaikan itu, karena usulan terdahulu yakni hasil Musrenbang desa seharusnya disampaikan dalam Musrenbang kecamatan, kemudian diajukan ke Musrenbang kabupaten, baru kemudian disahkan DPRD. Tidak dengan program langsung seperti apa yang disampaikan oleh SKPD tersebut,” tuturnya.

Salah seorang kepala desa yang menolak namanya dikorankan mengatakan, banyak usulan-usulan dari desa selama ini selalu mentok dan tak diakomodir di Musrenbang ditingkat kecamatan.

“Informasinya dari 2009 lalu usulan dari desa selalu tidak diakomodir, termasuk pada Musrenbang kecamatan kali ini, makanya para kepala desa tidak setuju dan langsung keluar ruang pertemuan,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Camat Loa Janan, Drs Hery Rusnadi yang dikonfirmasi awalnya menilai wajar apa yang disampaikan Bappeda tersebut. Namun tak berapa lama, Hery kemudian menelepon kembali Koran Kaltim dan mengatakan tak mau berkomentar. “Saya tidak ada tanggapan, tulis saja no comment,” ucapnya singkat. (ami911/dk)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/25769/musrenbang-loa-janan-bubar.html