Kapal Penyebrangan Tradisional Kembali Alami Musibah

TENGGARONG -, Kapal penyeberangan tradisional pengangkut kendaraan di Tenggarong Kutai Kartanegara kembali mengalami musibah. Musibah kali ini menimpa kapal penyebrangan dari Pelabuhan Jongkang yang mengangkut kendaraan roda empat, Senin (16/7). Kejadian ini serupa pernah menimpa kapal tradisional yang mengangkut sepeda motor yang berada di penyeberangan Pal 7 Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya dua buah mobil tercebur ke pinggir sungai Mahakam, namun telah dapat dievakuasi.
Mendengar adanya kapal tradisional tenggelam, Sekkab Kukar HAPM Haryanto Bachroel bersama Kabag Humas dan Protokol Dafip Haryanto, serta Dinas Perhubungan langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal. Dilokasi nampak kapal pengangkut mobil tersebut terlihat tinggal bagian atapnya. Sedangkan mobil yang terjebak didalamnya berhasil dievakuasi dengan bantuan alat berat yang sudah disiapkan.
Haryanto mengingatkan sekaligus menghimbau kepada kedua belah pihak baik itu penumpang maupun pemilik kapal agar melihat situasi dan kondisinya.
“Kalau kira-kira kapalnya tidak mampu mengangkut beban yang lebih besar, ya jangan dipaksakanlah, begitupun sebaliknya bagi para penumpang artinya sama-sama melihat agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.
Pemkab Kukar melalui Dinas Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran No. 551.2/635/Dishub/III/2012 terkait keamanan dan keselamatan pelayaran kapal penyeberangan tradisional lintas Tenggarong Kota-Tenggarong Seberang. Dalam surat edaran yang disampaikan Kasi LLSADP Dishub Kukar Suminto menyebutkan ada 7 poin dalam edaran diantaranya, operator penyebrangan menyediakan dan menggunakan alat-alat keselamatan penumpang (baju pelampung, ring boy) yang cukup sesuai kapasitas penumpang.
Kemudian membatasi jam untuk operasional pada malam hari maksimal pukul 19.00 wita, tidak mengangkut barang/orang melebihi kapasitas kapal, tidak dibenarkan operator penyebrangan yang lintasannya menyilang.
“Himbauan ini sudah sering kita sampaikan baik kepada operator penyeberangan dan pengguna jasa untuk dapat memperhatikan keamanan dan keselamatan penumpang,” pungkasnya. (vb/ir)

sumber : http://www.vivaborneo.com/kapal-penyebrangan-tradisional-kembali-alami-musibah.htm