Pulau Kumala Ganti Nama Jadi Fantasy Island


GANTI NAMA: Setelah sekali berganti nama, Pulau Kumala di Tenggarong Kukar kini berganti nama lagi menjadi Fantasy Island atau Pulau Fantasi. Sebelumnya pulau ini bersalin nama dari Pulau Kumala menjadi Pulau Parai Kumala.

Pulau Kumala Ganti Nama Jadi Fantasy Island

TENGGARONG- Setelah sekali berganti nama, Pulau Kumala di Tenggarong Kukar kini berganti nama lagi menjadi Fantasy Island atau Pulau Fantasi. Sebelumnya pulau ini bersalin nama dari Pulau Kumala menjadi Pulau Parai Kumala. Adalah El John, perusahaan pengembang Pulau Kumala yang memutuskan mengganti pulau wisata tersebut untuk dapat lebih menarik pengunjung.

Corporate General Manager El Jhon, Edy Sukamto, mengatakan pihaknya tidak akan menyerah memajukan pulau yang sudah mereka kelola sejak 2009 tersebut. Pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan di Jakarta dengan manajemen El Jhon. Manajemen menyebutkan akan tetap melanjutkan untuk menjalankan objek wisata yang menjadi ikon kebanggaan Kukar tersebut dengan melakukan pembenahan-pembenahan.

“Kita sudah bahas di Jakarta, dan rencananya mulai Mei ini, kita akan mengkonsep ulang Pulau Parai Kumala menjadi Fantasy Island. Kita harapkan dengan mengubah nama ini akan menambah daya tarik para pengunjung ke pulau,”katanya.

Selain itu Edy yang juga membawahi 80 objek wisata yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera tersebut, mengatakan akan mendatangkan dua orang yang diharapkan mampu untuk membantu manajemen untuk dalam meningkatkan pelayanan di Pulau Kumala. Karena rencananya pulau akan dibagi tiga manajemen terpisah antara lain untuk penginapan, resort dan spa, maajemen wahana hiburan dan satu manajemen terbaru adalah agro wisata.

“Satu orang dari Jakarta dan satu orang lagi Surabaya. Untuk yang dari Surabaya kita datangkan untuk membuat agrowisata di sini, dan sekarang lahannya sedang disurvei untuk diketahui cocoknya tanaman apa. Dia akan mendatangkan para petani dari daerahnya untuk bertcocok tanam,” ungkapnya.

Dia juga mengharapkan komitmen pihak Pemkab Kukar yang berencana ingin menambah wahana di pulau tersebut agar bisa memancing pengunjung lebih banyak untuk berkunjung ke Fantasy Islan.

“Seperti proyek taman burung, mohon dilanjutkan pembangunannya. Katanya akan membangun kebun binatang mini dan waterpark di sini,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan pihak Pemkab yang tidak mengadakan kegiatan di pulau tersebut. Padahal jika ingin memajukan pariwisata kesayangan Kukar ini, mesti dimulai dari para pejabatnya.

“Selama ini kita banyak mendengar isu yang tidak sedap tentang Pulau Kumala. Tetapi jika pihak pemerintah sering mengadakan kegiatan di sini maka masyarakat tidak akan takut ke pulau,” ketusnya.

Sebelumnya manajemen Pulau Parai Kumala dikabarkan menunggak pembayaran sebagai hasil perjanjian kontrak kepada Pemkab Kukar Rp500. Tetapi selama dua tahun ini pihak pengelola tidak menyetor.

“Iya betul, tapi kami sudah mengajukan surat dispensasi karena anda tahu sendiri banyak karyawan kami yang mengundurkan diri. Kita juga sempat kesulitan menggaji karyawan. Bahkan selama ini kita dipasok dana dari Pusat untuk menutupi kebutuhan di Pulau Kumala,” ungkapnya. (han911)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/27299/pulau-kumala-ganti-nama-jadi-fantasy-island–.html

Survei Pilgub Kaltim, Rita Tak Mau Tinggalkan Kukar


BELUM SIAP: Meski menempati urutan kedua survei elektabilitas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013, Bupati Kukar Rita Widyasari mengaku belum siap untuk maju di perhelatan tersebut. Ia menyebutkan, sebagai anak asli Kukar, yang diimpikannya adalah memimpin Kukar menjadi daerah seperti yang dicita-citakannya.

Survei Pilgub Kaltim, Rita Tak Mau Tinggalkan Kukar

DUDUKI PERINGKAT DUA ELEKTABILITAS PILGUB

TENGGARONG- Meski menempati urutan kedua survei elektabilitas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013, Bupati Kukar Rita Widyasari mengaku belum siap untuk maju di perhelatan tersetbu. Ia menyebutkan, sebagai anak asli Kukar, yang diimpikannya adalah memimpin Kukar menjadi daerah seperti yang dicita-citakannya. Bila hal itu sudah terwujud, barulah putri Syaukani HR ini bisa merasa puas. Rita mengaku masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Kukar.

“Saya tidak serakah. Jadi bupati saja saya sudah merasa cukup. Nanti jika kerja keras saya terlihat, saya pasti akan dicalonkan ramai-ramai oleh masyarakat Kaltim,” ujarnya Jumat kemarin.

Lalu bagaimana bila Partai Golkar – partai asal Rita – menginginkan dirinya maju Pilgub?

“Wah, ampun deh. Kalau perlu saya akan memohon (tidak dicalonkan, Red.), bahkan sampai cium kaki. Karena saya masih punya janji di Kukar,” akunya.

Ketika Koran Kaltim mengingatkannya soal Walikota Solo Joko Widodo yang diminta PDIP maju di Pilgub DKI Jakarta, Rita berharap hal seperti itu tidak terjadi padanya. “Semoga yang seperti itu tidak terjadi,” katanya.

Seperti diberitakan, Jumat pekan silam empat lembaga survei memaparkan elektabilitas figur-figur Kaltim menjelang Pilgub 2013. Mereka adalah Survei Indonesia (LSI), Indo Barometer (IB), Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham) dan Developing Countries Studies Centre (DCSC).

Dalam paparan keempatnya, tidak ada yang istimewa pada urutan pertama, di mana Gubernur Kaltim Awang Faroek berada di urutan pertama elektabilitas. Namun tiga dari empat lembaga tersebut memaparkan bahwa Rita ada di urutan kedua. Pada hasil Indobarometer Rita mendapat dukungan 2,0%, LSI 4,5%, DSCS 2,8%, dan Pusdeham 7,3% (urutan ketiga). Hasil ini agak mengejutkan mengingat Rita masih terhitung ‘orang baru’ dalam kancah perpolitikan di Kaltim, meski ayahnya adalah politisi senior yang masih dihormati hingga saat ini. (bio/han911)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/27300/survei-pilgub-kaltim-rita-tak-mau-tinggalkan-kukar–.html

Bupati : Wujudkan Kukar Berbasis IT

TENGGARONG – vivaborneo.com, Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari memberikan apresiasi atas ide dan gagasan yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika yang melakukan sosialisasi dan pelatihan aplikasi layanan kepemimpinan dan aplikasi publik.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dapat dilanjutkan secara simultan kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar apa yang menjadi harapan kita menghantarkan Kabupaten Kutai Kartanegara berbasis IT menjadi kenyataan yang dicapai,” kata Bupati Rita Widyasari saat membuka sosialisasi dan pelatihan aplikasi kepemerintahan dan aplikasi layanan publik bagi SKPD kecamatan dan SKPD tingkat kabupaten, Rabu (25/4) di Ruang Serbaguna Kantor Bappeda Tenggarong.
Dikatakan Rita, untuk menjawab tantangan tersebut kita harus mampu membentuk dimensi baru yaitu mengubah paradigma manual ke paradikma yang berbasis elektronik disemua lini pelayanan baik pada sistem manajemen pengelolaan data melalui aplikasi sampai pada proses kerjanya yang transparan dan efisien.
“Tidaklah gampang untuk memulai sesuatu yang baru di tengah-tengah budaya atau kebiasaan dari berlangsungnya sebuah sistim. Artinya, tidaklah mudah untuk merubah sistem yang telah membudaya sedemikian lama, salah satunya dengan mempelajari aplikasi,” katanya.
Terlepas dari ada tidaknya, komitmen lanjut Rita, kita semua sebagai penyelenggara pemerintahan sudah saatnya kita bangun semua aktivitas pelayanan yang berbasis IT, hendaknya disadari bahwa hal positif yang diperoleh dari penyelenggaraan aplikasi.
“Saya berharap dengan dipelajarinya aplikasi ini nantinya dapat memberikan pelayanan yang cepat dan transparan juga akan penghematan anggaran dari biaya pengadaan atau alat tulis kantor, berupa kertas dan tinta,” ujarnya.
Ditambahkan dia, perubahan menuntut kepemerintahan yang bersih, transparan dan mampu menjawab tuntutan tersebut kepada perubahan secara efektif. Pemkab Kukar harus mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang berbeda namun berkaitan erat seperti halnya, masyarakat menuntut pelayanan publik yang dapat memenuhi kepentingan masyarakat luas di semua sektor pelayanan serta masyarakat menginginkan informasi secara transparan sebagaimana yang diatur UU No.14/2008 tentang keterbukaan informasi publik. Demikian katanya. (vb/ir)

sumber : http://www.vivaborneo.com/bupati-wujudkan-kukar-berbasis-it.htm

Bupati Kukar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Loa Duri

TENGGARONG-, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari saat meninjau korban kebakaran di Loa Duri Loa Janan Kukar (23/4) mengatakan, kebakaran terjadi karena kelalaian manusia atau human error, namun hal tersebut dapat diminimalisir apabila kita semua selalu berhati – hati dan saling perduli, hindari sesuatu yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
Rita mengucapkan turut berduka atas musibah yang menimpa warga RT. 2 dan 3 desa Loa Duri Ulu tersebut, “Semoga dari kejadian ini ada hikmahnya bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap sekeliling kita yang dapat menimbulkan bencana, baik itu bencana alam maupun kebakaran, seperti yang terjadi saat ini“ imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut Rita Juga mengimbau kepada Masyarakat Kutai Kartanegara Umumnya dan Masyarakat Loa Janan khususnya untuk selalu berhati – hati dalam mempergunakan alat – alat yang dapat memicu kebakaran, baik itu alat elektronik, kompor, maupun peralatan listrik lainnya, karena kebakaran satu rumah akan berakibat pada rumah yang lain.
Dalam peninjauan tersebut Rita didampingi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Darmansyah, Kepala Dinas Pendidikan H. Hermawan, Kepala Dinas Cipta Karya Basri Hasan, Camat Loa Janan Mastukah, Anggota DPRD Kukar Isnaini, serta Jajaran SKPD Kukar dan unsure Muspika Kecamatan Loa Janan.
Musibah kebakaran tersebut juga menimpa SD 006 Loa Duri Ulu. Bupati meminta kepada Kepala Dinas Cipta Karya untuk segera membangun kembali gedung sekolah yang terbakar tersebut agar anak didik tidak terlalu lama terganggu aktifitas belajarnya.
“ Silahkan kepala Cipta Karya untuk menulis surat, nanti akan kami bahas di DPR, Karena ini force major tentunya harus dipercepat pembangunannya” tegasnya
Selain menyerahkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dan Dinas Sosial (Dinsos) berupa sembako, pakaian, selimut dan tilam, secara pribadi Rita juga memberikan bantuan kepada para korban kebakaran berupa uang tunai sebesar Rp. 150 juta yang diterima oleh Camat Loa Janan Mastukah.
Rita berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan dalam pembagian hendaknya dibagi sesuai jumlah jiwa setiap KK nya dengan seadil – adilnya.
“ Bantuan ini jangan dilihat dari besar dan kecilnya, namun hendaknya dilihat bahwa ini merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami bencana” harapnya.
Sementara itu Camat Loa Janan Mastukah, atas nama masyarakat Loa Janan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Rita dan Jajarannya yang telah bersedia meninjau dan menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran, senada apa yang disampaikan Rita, Mastukah berharap sekali pembangunan ruang sekolah yang ikut terbakar hendaknya dapat dilakukan sesegera mungkin.
Menurut Mastukah kebakaran yang terjadi minggu malam (22/4) lalu selain menghanguskan kurang lebih 54 unit rumah, 1 unit bangunan langgar, yang mengakibatkan 91 KK atau sebanyak 435 jiwa kehilangan tempat tinggal, kebakaran itu juga menghanguskan 8 ruang belajar SD 006 yang terletak di lantai 2, sementara lantai 1 aman dari amukan sijago merah, untuk itu Ia berharap adanya tim khusus yang meneliti kelayakan ruang kelas dilantai 1 yang tidak terbakar tersebut layak atau tidak untuk dipergunakan sebagai tempat kegiatan mengajar.
Penyerahan bantuan digelar di Posko bantuan bencana kebakaran yang sekaligus dapur umum dalam suasana penuh kesederhanaan yang disaksikan ratusan masyarakat korban kebakaran, bantuan juga mengalir dari berbagai pihak antara lain, dari Dinsos Propinsi Kaltim, BPBD Kaltim, PT Pama, Anggota DPRD Kukar Isnaini, serta Perusahaan – perusahaan yang ada di Loa Janan, setelah penyerahan bantuan dilanjutkan peninjauan lokasi kebakaran yang letaknya tidak jauh dari Posko. (vb/*)

Sumber : http://www.vivaborneo.com/bupati-kukar-serahkan-bantuan-korban-kebakaran-loa-duri.htm

Rita Widyasari Terima Anugerah Perempuan Indonesia

JAKARTA – , Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari sangat terkejut mendengar dirinya keluar sebagai pemenang finalis dari 1000 orang di Indonesia dan 26 orang tercatat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) termasuk dirinya dinyatakan berhak mendapatkan Anugerah Perempuan Indonesia 2012. Bertemakan “Keteladanan Perempuan Pemimpin di Indonesia Menuju Kancah Dunia”.

Dalam penganugerahan itu, Rita sendiri mendapatkan penghargaan pada kategori Pemimpin Kabupaten Yang Adaptif. Anugerah tersebut di serahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amelia Sari Gumelar, Kamis (19/4) siang bertempat di Grand Ballroom Hotel Dharmawangsa Jl. Brawijaya Jakarta Selatan.
“Saya kaget waktu dikasih tahu, saya dianugerahi perempuan indonseia 2012, saya tidak menyangka dan saya senang sekali karna ini dari Ibu Menteri PP dan PA, (Linda Amelia Sari Gumelar,red),” sambut Rita usai menerima penghargaan didampingi suami tercintanya.
Dikatakan Rita, penganugerahan ini sangat luar biasa, sebab dari 1000 orang finalis di indonesia hanya 26 orang keluar sebagai pemenang dan mendapatkan anugerah perempuan indonesia 2012. Tentunya hal ini kata Rita, sebagai motivasi untuk terus berkarya dan bekerja yang lebih baik. Bahkan tidak hanya itu lanjut Rita, hal ini bisa menjadi tauladan bagi kaum perempuan yang harus pintar sehingga tidak hanya menjadi hiasan atau pemanis melainkan kaum perempuan pun harus punya kegiatan.
“Saya senang sekali, bisa memberikan yang terbaik bagi kaum perempuan khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai motivasi untuk terus berkarya dan mandiri,” ujarnya.
Kepedulian Rita Widyasari sebagai Bupati Kutai Kartanegara benar-benar memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap kaum perempuan. Perhatian serius tersebut dimasukkannya dalam visi dan misinya yang ke-7 yakni peran perempuan disegala sektor pembangunan. Dalam hal ini Rita, mengalokasikan dana 2 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kukar.
“Saya sangat membela kaum perempuan, bahkan saya memberikan alokasikan dana 2 persen dari APBD Kutai Kartanegara berupa bantuan pinjaman lunak tanpa anggunan, mulai dari perorangan hingga per kelompok supaya mereka produktif dalam berusaha berkarya secara mandiri,” katanya.
Ditambahkan dia, saat ini perempuan masih banyak yang belum percaya diri dan berpikir belum mampu, dari sebab itu kita dorong memberikan motivasi untuk berkarya. Perempuan itu harus diangkat derajatnya, melahirkan pun harus di jaga kita setara dan profesional.
“Saya berpesan perempuan itu harus maju, pintar dan bisa memajukan kabupaten Kutai Kartanegara, tetapi harus menghormati suami bagi yang sudah bekeluarga. Kita harus seperti ibu kartini memberikan manfaat bagi semua kaum perempuan,” ujarnya kembali mengatakan majulah perempuan indonesia, kita aplikasikan dan implementasikan secara nyata. Tambahnya. (vb/ir)

sumber : http://www.vivaborneo.com/rita-widyasari-terima-anugerah-perempuan-indonesia.htm

Balapan Liar, Polres Kukar Sita 19 Unit Sepeda Motor

Balapan Liar, Polres Kukar Sita 19 Unit Sepeda Motor

Jalanan Samping Kantor Bupati Jadi Arena Balap Liar

TENGGARONG – Santernya pemberitaan terkait aktifitas geng motor yang belakangan ini banyak meresahkan warga, menjadi perhatian semua kalangan termasuk pihak kepolisian di Kukar. Buktinya, Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kukar, Sabtu (14/4) malam lalu sekitar pukul 00.00 Wita berhasil mengamankan 19 unit sepeda motor yang digunakan untuk aksi balapan liar. Ke 19 sepeda motor tersebut disita saat pemiliknya sedang menggelar balapan liar di jalanan samping kantor bupati Kukar yang memang sepi.

” Saat ini semua sepeda motor kami amankan di kantor Satlantas Polres Kukar,” kata Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana didampingi Kasat Lantas AKP Yovan Fatika melalui Kasubag Humas AKP I Nyoman Subrata, Minggu (15/4) kemarin.

Informasi yang dihimpun Koran Kaltim, dalam operasi penindakan aksi balapan liar ini, setidaknya pihak kepolisian menurunkan sebanyak 35 personel gabungan Satlantas, Reskrim dan Intelkam yang dipimpin langsung Kasat Lantas.

Dan upaya agar para pemuda yang kerap melakukan balapan liar tidak berhasil melarikan diri, polisi melakukan penutupan semua akses jalan. Bahkan, ada salah satu pembalap yang bersembunyi disemak-semak lantaran takut ditangkap. ” Semua jalur kita tutup, dari simpang tiga dekat Dinas pendidikan (Disdik) hingga jalur menuju lokasi perkantoran bupati. Banyak yang berhasil diamankan,” ujar Yovan.

Penindakan terhadap aksi balapan liar ini, ungkap Yovan, karena banyaknya keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah para pembalap liar tersebut. Selain membuat keributan akibat knalpot racingnya, ulah para pembalar kerap membahayakan para pengguna jalan lainnya.” Sudah sering kita ingatkan agar jangan melakukan balapan liar dijalur umum dan terus kita tindak. Bahkan, kami juga mengingatkan kepada mereka kalau bisa bertanding diroad race atau dilokasi yang tidak dilalui pengguna jalan lain, sehingga tidak membahayakan yang lainnya,” paparnya.

Usai semua kendaraan berhasil diamankan, semua pemuda yang melakukan balapan liar dan diberikan pembinaan. Sementara sepeda motornya diamankan dan disita.” Mereka semua akan dijerat dengan pasap 297 Ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan pidana kurungan setahun dan denda Rp 3 juta,” pungkasnya. (bio)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/26470/balapan-liar-polres-kukar-sita-19-unit-sepeda-motor.html

Kapal Penyebrangan Tradisional Kembali Alami Musibah

TENGGARONG -, Kapal penyeberangan tradisional pengangkut kendaraan di Tenggarong Kutai Kartanegara kembali mengalami musibah. Musibah kali ini menimpa kapal penyebrangan dari Pelabuhan Jongkang yang mengangkut kendaraan roda empat, Senin (16/7). Kejadian ini serupa pernah menimpa kapal tradisional yang mengangkut sepeda motor yang berada di penyeberangan Pal 7 Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya dua buah mobil tercebur ke pinggir sungai Mahakam, namun telah dapat dievakuasi.
Mendengar adanya kapal tradisional tenggelam, Sekkab Kukar HAPM Haryanto Bachroel bersama Kabag Humas dan Protokol Dafip Haryanto, serta Dinas Perhubungan langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal. Dilokasi nampak kapal pengangkut mobil tersebut terlihat tinggal bagian atapnya. Sedangkan mobil yang terjebak didalamnya berhasil dievakuasi dengan bantuan alat berat yang sudah disiapkan.
Haryanto mengingatkan sekaligus menghimbau kepada kedua belah pihak baik itu penumpang maupun pemilik kapal agar melihat situasi dan kondisinya.
“Kalau kira-kira kapalnya tidak mampu mengangkut beban yang lebih besar, ya jangan dipaksakanlah, begitupun sebaliknya bagi para penumpang artinya sama-sama melihat agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.
Pemkab Kukar melalui Dinas Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran No. 551.2/635/Dishub/III/2012 terkait keamanan dan keselamatan pelayaran kapal penyeberangan tradisional lintas Tenggarong Kota-Tenggarong Seberang. Dalam surat edaran yang disampaikan Kasi LLSADP Dishub Kukar Suminto menyebutkan ada 7 poin dalam edaran diantaranya, operator penyebrangan menyediakan dan menggunakan alat-alat keselamatan penumpang (baju pelampung, ring boy) yang cukup sesuai kapasitas penumpang.
Kemudian membatasi jam untuk operasional pada malam hari maksimal pukul 19.00 wita, tidak mengangkut barang/orang melebihi kapasitas kapal, tidak dibenarkan operator penyebrangan yang lintasannya menyilang.
“Himbauan ini sudah sering kita sampaikan baik kepada operator penyeberangan dan pengguna jasa untuk dapat memperhatikan keamanan dan keselamatan penumpang,” pungkasnya. (vb/ir)

sumber : http://www.vivaborneo.com/kapal-penyebrangan-tradisional-kembali-alami-musibah.htm

Ketua Penggerak PKK Pusat Kunjungi Kukar

Tenggarong- , “Selamat datang diKutai Kartanegara yang merupakan the Heart of borneo,” ujar Bupati Kukar Rita Widyasari saat menjamu Ketua Umum Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi saat acara Welcome party roadshow semarak gotong royong, Kamis (12/4) malam di Pendopo Odah Etam Tenggarong.

Bupati Kukar Rita Widyasari sat memberikan Cindramata kepada Ketua Umum Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi saat acara Welcome party roadshow semarak gotong royong
Menurut Rita, belum lengkap rasanya bila berada di Kalimantan tetapi belum berkunjung ke Kutai Kartanegara karena Kukar adalah the Heart of borneo (jantungnya Kalimantan) yang memiliki banyak sekali sejarah dan keunikan lainnya.
Rita juga merasa senang dengan kehadiran ketua umum PKK Vita Gamawan Fauzi karena dengan begitu bisa bertemu, memberi arahan, bertukar pikiran serta saling memberikan informasi demi kemajuan masyarakat dan khususnya kaum wanita di Kukar.
Sesuai visi dan misi Gerbang Raja yang diusung Rita, salah satunya adalah bagaimana perempuan di Kukar lebih sejahtera dan lebih baik. “Secara emosional dan pribadi saya adalah perempuan dan saya punya keinginan kaum perempuan itu maju,” imbuh Rita. Melalui program Gerbang Raja, Rita mencanangkan minimal 2% anggaran dari APBD untuk kemajuan perempuan.
Rita juga sangat berharap tim pengerak PKK dapat mendorong dan memberikan nuansa pembangunan yang baik bagi Kukar. Seorang perempuan harus mempunyai kemampuan dan kemauan untuk maju dan berkembang. Ia sangat yakin bahwa bila seorang perempuan maju dan sejahtera maka keluarganya pun akan sejahtera.
“Menurut saya perempuan produktif bukan wanita-wanita yang baru menikah tetapi wanita produktif adalah wanita-wanita yang sudah memasuki fase melahirkan, menyusui dan membesarkan anak,”ujar Rita.
Hal tersebut merupakan salah satu tantangan bagi Tim penggerak PKK yang sudah pasti mempunyai banyak cara dan usaha dalam mensejaterakan masyarakat karena PKK merupakan motor penggerak baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Selain itu, di tempat yang sama Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi berterimakasih atas sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kukar. Ia juga sangat beharap kedatanganya dan rombongan dapat memberikan dampak saling mengisi atara PKK pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Dalam roadshow semarak gotong royong kali ini ada 4 lokasi yang akan didatangi yaitu pertama di Kalimantan Timur khusunya Kutai Kartanegara, Propinsi Kepri Kabupaten Bintan, Propinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros dan Propinsi Bali Kabupaten Badung.
Dengan road show ini, Vita berharap dapat bertukar informasi karena kegiatan ini bukan hanya kegiatan PKK saja tetapi ada kegiatan posyandu, PAUD dan juga kegiatan-kegiatan yang pelaksanaanya dilaksanakan oleh pemberdayaan masyarakat desa yaitu PNPM mandiri perkotaan maupun PNPM pedesaan. Selain itu ia ingin bisa melihat langsung gerakan PKK di seluruh Indonesia dan kemajuan apa saja yang sudah dicapai.
Vita juga sangat bangga dengan Bupati Kukar yang juga seorang perempuan dan memahami seluk beluk keluarga karena masalah yang dihadapi oleh PKK adalah bagaimana mensejahterakan keluarga dengan 10 program pokok yang diusung oleh PKK. Menurut Vita, PKK bukan sembarang organisasi karena PKK merupakan organisasi yang tumbuh dari bawah, dibangun oleh dan dari masyarakat untuk masyarakat. Motor Penggerak PKK adalah kaum perempuan tetapi boleh laki-laki menjadi pengurusnya.
”Saya yakin dengan niat baik akan menjadikan nilai tambah dan ibadahbagi semuanya,” imbuh Vita. Tak lupa pula ia mengucapkan terima kasih kepada para Kader PKK yang sudah bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat.
Vita juga sempat menitipkan Tim PKK Kabupaten Kukar kepada Bupati Kukar untuk dapat dibina dan dibantu dalam mensukseskan programnya. Karena kader PKK bisa menjangkau sampai ke akarnya dan beri sedikit perhatian bagi kader-kader PKK yang berprestasi. (vb/lina)

Sumber : http://www.vivaborneo.com/ketua-penggerak-pkk-pusat-kunjungi-kukar.htm

100 Unit Rumah Tak Layak Huni Dibedah Tahun Ini

100 Unit Rumah Tak Layak Huni Dibedah Tahun Ini

Setiap Rumah Dialokasikan Dana Rp50 Juta

TENGGARONG – Sebanyak 100 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 6 kecamatan akan diprioritaskan untuk masuk dalam program bedah rumah pada tahun ini. Adapun 6 kecamatan dimaksud yakni Kota Bangun, Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Tenggarong.

Program ini merupakan ide cemerlang Bupati Kukar, Rita Widyasari seperti tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbud) Nomor 46 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kukar yang dananya berasal dari APBD murni 2012.

Kepala Dinas Sosial Kukar, Mursito didampingi Kabid Kesejahteraan Sosial, Marmadi melalui Kasi Informasi Kesejahteraan Sosial, Sri Haryadi mengatakan, rincian jumlah rumah tak layak huni yang akan dibedah tahun ini adalah 16 unit rumah di Tenggarong, 16 unit di Loa Kulu, 17 unit di Loa Janan, 17 unit di Tenggarong Seberang, 17 unit di Sebulu, dan 17 unit di Kota Bangun.

Dikatakan Sri, 100 unit rumah yang akan dibedah ini adalah hasil seleksi dari 572 rumah yang masuk dalam pemetaan dan dilakukan Dinsos pada 2011 lalu.“Tahun ini, 100 rumah tersebut di prioritaskan karena kondisi rumah rusak berat. Dimana atap, dinding, lantai, jendela mengalami kerusakan cukup parah,” tuturnya.

Data itu juga jelasnya merupakan hasil singkronisasi antara data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan peninjauan langsung oleh tim verifikasi yang terdiri dari Dinsos, Kodim 0906/Tgr, Bapemas dan Pemdes, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, dan Dinas Cipta Karya.

Dalam program ini nanti, setiap rumah akan dialokasikan dana Rp50 juta untuk rehabilitasi atau perbaikan. Namun dia menjelaskan, program bedah rumah yang akan dilaksanakan Pemkab ini tidak sama dengan program bedah rumah yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta, karena hanya akan dilakukan rehabilitasi atau perbaikan rumah, baik atap, dinding, jendela atau fentilasi, dan bukan renovasi rumah. (ami911)

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/26077/100-unit-rumah-tak-layak-huni-dibedah-tahun-ini–.html

Selasa, Naskah Soal UN SMA Sederajat Diterima

Tenggarong – , Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan jika Naskah Soal Ujian Nasional (UN) Jenjang SMA sederajat dipastikan tiba di Posko UN Kukar pada, Selasa (10/4).
Menurut koordinator Posko UN Kukar Isman Zaidan, awalnya naskah soal dikabarkan akan tiba di Posko UN pada Sabtu, (14/4) nanti namun hari ini, Zaidan merefisi kabar yang ada.
”Kabar yang kita terima dari Provinsi, awalnya Naskah Soal baru akan tiba hari Sabtu nanti di Posko UN namun kemarin, pihak Provinsi kembali menginformasikan bahwasannya naskah soal UN akan tiba besok (hari ini.red),” ungkapnya saat dihubungi, Senin (9/4).
Zaidan menambahkan, Naskah akan langsung di distribusikan ke Polsek atau Koramil terdekat, sedangkan untuk dus atau kotak naskah soal UN tahun ini sudah tertera nama sekolah jadi Dinas Pendidikan Provinsi hingga Kabupaten tidak diperkenankan untuk membuka dus walaupun hanya untuk memeriksa jumlah amplop yang terdapat dalam dus tersebut.
Saat ditanya terkait kepastikan jam berapa tibanya Naskah tersebut, Zaidan tidak bisa memastikannya, ”Kita juga tidak tahu pastinya jam berapa, yang pasti Naskah tersebut akan tiba besok,” tutupnya.
Sesuai jadwal UN jenjang SMA Sederajat akan digelar pada 16 April hingga 18 April 2012, sedangkan untuk Susulan akan digelar pada tanggal 25 April 2012. semenatara itu untuk pengumuman hasil UN akan digelar pada 26 Mei 2012. (vb/hayru)

sumber : http://www.vivaborneo.com/selasa-naskah-soal-un-sma-sederajat-diterima.htm