Pembangunan Jembatan Kukar Harus Dikeroyok

SAMARINDA – Rapat dengar pendapat antara DPRD Kaltim, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar digelar pada Senin (5/3) malam lalu di Gedung DPRD Kaltim. Pada pertemuan itu Pemprov diminta komitmenya untuk membantu pembangunan jembatan Kukar, termasuk perbaikan jalan Loa Kulu, Loa Janan menuju Tenggarong yang menjadi urat nadi transportasi pasca runtuhnya Jembatan Mahakam II atau Jembatan Kutai Kartanegara pada 26 November 2011 lalu.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadi Mulyadi tersebut, digelar untuk mengetahui langkah Pemkab Kukar paska runtuhnya Jembatan Kukar, baik menyangkut penanganan asuransi korban dan santunan kepada keluarga korban, penanganan transportasi penyeberangan baik untuk mengangkut barang dan orang, dari Tenggarong Seberang menuju Kota Tenggarong, serta rencana pembangunan jembatan baru.

“Dalam pertemuan itu Pemprov diminta komitmennya untuk membantu Pemkab Kukar baik dari sisi perhatian maupun anggaran. Soal pembangunan jembatan kukar, ini tolong fokus saja satu jembatan dulu, karena kami dengar mau dibangun dua jembatan,” jelas Hadi pada rapat tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan itu Asisten II Setprov Kaltim Sa’bani, Ketua Bappeda Kaltim H Rusmadi dan Kadis PU Kaltim Taufik serta Wabup Kukar Gufron Yusuf, Sekkab Kukar Haryanto Bachroel, Asisten I Setkab Kukar Chairil Anwar, Asisten II Setkab Kukar Edy Damansyah dan Kadis Bina Marga Kukar Wicaksono.

Satu persatu anggota DPRD Kaltim yang hadir baik Komisi III, anggota fraksi maupun komisi lainnya menyampaikan pertanyaan. Seperti Sudarno selaku Ketua komisi I DPRD Kaltim, memertanyakan mengenai janji Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang akan memberikan beasiswa bagi anak-anak korban runtuhnya jembatan. Janji ini sempat disampaikan Awang pada talkshow Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Desember tahun lalu di Jakarta.

Sedangkan Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, meminta langkah konkret dari Pemprov Kaltim dalam komitmen perbaikan akses jalan Loa Janan-Loa Kulu-Tenggarong mengalami kerusakan dibeberapa titik yang kini menjadi urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan orang.

“Pemprov harus berjuang ke pusat agar akses jalan itu diperbaiki dan dilebarkan. Dalam pembangunan jembatan yang baru perlu penekanan agar anggaran Pemprov diberikan secara proporsional. Jangan hanya mengandalkan anggaran dan Pemkab Kukar. Untuk pembangunan jembatan Kukar perlu dikeroyok bersama termasuk anggaran dari APBN,” jelas sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

Sedangkan Anggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi, dalam pertemuan itu mengingatkan, hasil rapat seputar runtuhnya jembatan Kukar pada November lalu bahwa aspek keselamatan penumpang, khususnya melalui feri kayu, agar dikontrol. Jangan sampai nanti terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Sementara Sa’bani pada kesempatan itu mengatakan yang diperlukan untuk pemberian beasiswa kepada korban jembatan Kukar adalah tersediannya data mengenai korban. Pemprov sudah memprogramkan perbaikan dan pelebaran jalan Loa Janan-Loa Kulu. Kemudian mengenai rencana pembangunan jembatan yang baru, Pemprov perlu mendapatkan laporan mengenai Detail Engineering Design (DED) dan titik lokasi pembangunan.

Pihak Pemkab Kukar pada pertemuan itu meminta agar dana tanggap darurat yang informasinya akan dikembalikan ke pusat, diharapkan penyeluranya tetap melalui Pemkab Kukar. Dikatakan Wabup Gufron, pihaknya masih perlu membangun lokasi penyebarangan, apalagi ponton yang dijadikan pelabuhan statusnya masih menyewa.

sumber : http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/25278/pembangunan-jembatan-kukar-harus-dikeroyok–.html