Lumpur Genangi Lahan Warga

TENGGARONG – Protes warga terhadap aktivitas tambang batu bara seperti tiada hentinya di daerah ini. Yang terbaru, terjadi di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, sejak Senin (5/3) lalu. Ratusan warga setempat berunjuk rasa lantaran tanggul di area tambang PT Multi Harapan Utama (MHU) jebol dan mengakibatkan sekitar seribu hektare lahan pertanian di sekitarnya digenangi lumpur.

Koordinator aksi warga, Suroto menjelaskan, kejadian bermula pada 16 Februari lalu. Ketika itu terjadi hujan deras. Namun, dampaknya tidak seperti biasanya. Lahan pertanian milik warga digenangi lumpur dengan ketinggian tidak wajar. Setelah warga mencoba mencari tahu penyebabnya, ternyata warga menemukan salah satu tanggul milik MHU dalam keadaan jebol.

“Kami cukup kesal dengan masalah ini. Apalagi saat ini pihak perusahaan tak mau melakukan negosiasi di tempat kami. Maunya mereka, perwakilan dari kami yang datang ke kantor mereka,” terang Suroto.

Suroto menambahkan, saat ini warga masih melakukan aksi untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan MHU. Lahan pertanian dialiri lumpur diperkirakan lebih seribu hektare. “Warga di sini (Jonggon, Red) hanya ingin menuntut ganti rugi. Kami tidak akan berhenti melakukan aksi sampai ada kejelasan ganti rugi,” terangnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kukar Baharudin Demmu mengemukakan, dirinya bersama Komisi II DPRD telah melakukan kunjungan ke daerah tersebut. Ia menyayangkan sikap perusahaan yang seolah ingin lepas tangan. Menurutnya, MHU saat ini menjadi salah satu perusahaan yang pengelolaan lingkungannya tidak baik.

“Ini bukan kali pertama PT MHU menjadi sorotan. Dulu, BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah, Red) dan Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi, Red) juga pernah mengeluarkan surat peringatan kepada perusahaan. Tapi, sampai saat ini juga tidak jelas apa sikap pihak perusahaan,” terang Baharudin.

Ia meminta agar pihak perusahaan dalam waktu dekat segera melakukan pembayaran ganti rugi kepada warga. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab MHU yang telah menyebabkan kerugian kepada warga. “Komisi II dalam waktu dekat ini akan segera memanggil pihak perusahaan. Kami ingin dalam pertemuan tersebut, yang hadir adalah dari unsur pimpinannya. Jangan sampai hanya anak buah yang tidak mengerti dan tak bisa mengambil kebijakan,” tambah Demmu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari perusahaan. Beberapa nomor ponsel pihak berkompeten di MHU yang dikonfirmasi tak bisa tersambung. Salah satunya, Jamhur, Humas PT MHU.

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=128239