Kontraktor Lokal Jangan Cengeng

SAMARINDA – , Sekprov Kaltim, H Irianto Lambrie mengimbau seluruh kontraktor jasa konstruksi lokal atau perusahaan daerah asal Kaltim agar tidak cengeng dan cepat berputus asa merebut peluang dalam pelaksanaan pembangunan di Kaltim.
“Sebagai kontraktor profesional kalah menang dalam tender seharusnya menjadi hal biasa. Karena mereka yang memenangkan tender tentu kontaktor yang memang dianggap memenuhi berbagai kriteria yang ditetapkan. Tentunya yang tidak kalah penting punya rekam jejak kemampuan, kaulitas dan pengalaman baik dalam pelaksanaan pembangunan,” tegas H Irianto Lambrie dihadapan para kontraktor disela-sela acara pengukuhan pengurus lembaga pengembangan jasa konstruksi daerah (LPJKD) Kaltim periode 2011-2015, di Gedung Kesbangpol Kaltim, Samarinda, Rabu (28/3).
Pengukuhan sendiri dilakukan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak ynag diwakili Sekprov, H Irianto Lambrie. Pengukuhan ditandai dengan pembacaan fakta integritas oleh Ketuanya yang H Slamet Suhariadi diikuti beberapa pengurus inti dan dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas tersebut serta Sertijab dan penyerahan dokumen dari kepengurusan LPJKD Kaltim terdahulu yang diketuai Syahbandi kepada Ketua pengganti H Slamet Suhariadi. Nampak hadir saat ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, HM Taufik Fauzi dan mantan Kadis PU sebelumnya, Husinsyah.
Dikatakan, yang harus dilakukan kontraktor adalah secara bertahap dan tersistematis melakukan peningkatan kemampuan dalam melaksanakan pembangunan. Prinsipnya, kata Irianto, harus memiliki mental baja dan semangat berjuang yang tinggi untuk meningkatakan kualitas.
“Caranya sederhana. Tanamkan didalam diri semangat untuk maju dan berkembang. Seperti misalnya menamkan ungkapan masa dia bisa aku tidak. Nah pola-pola pengembangan seperti ini yang harus dimiliki,” katanya. “Jangan melihat kontraktor lain yang kebetulan kontraktor luar Kaltim memenangkan tender lantas dipermasalahkan. Menyebut pemerintah tidak berpihak pada kontraktor lokal dan sebagainya,” timpalnya.
Padahal seperti diketahui, jelas dia, sejak beberapa waktu lalu Pemprov Kaltim telah membuat kebijakan untuk melaksanakan lelang secara elektronik atau akrab dengan sebutan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Program tersebut dimaksudkan untuk menghindari intensitas pertemuan kontraktor dan tim penyelenggara lelang. Tujuannya tidak lain untuk menghindari terjadinya praktek KKN dalam penetapan pemenang.
Berkaitan itu, pihaknya berharap agar LPJKD Kaltim benar-benar dapat menjadi wadah bagi kontraktor lokal dibidang jasa kontruksi untuk melakukan pembinaan dalam kaiatan peningkatan kualitas kontraktor bersangkutan. Serta bagaimana kedepan menjadi fasilitasi kontraktor lokal untuk turut dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan bekerjasama dengan kontraktor-kontaktor luar yang memenangkan tender. Dalam hal ini memfasilitasi kontraktor lokal untuk menjadi bagian pelaksana pembangunan kontraktor pemenang tender atau sistem haier.
Terlebih Gubernur Faroek telah menginstruksikan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan harus turut melibatkan kontraktor lokal atau perusahaan-perusahaan daerah yang ada di Kaltim. Dengan maksud menghidupkan kontraktor lokal dengan tururt melibatkannya dalam pelaksanaan pembangunan. Itu artinya meskipun kontraktor lokal tidak berhasil memenangkan tender tetap dapat turut terlibat dalam proses pembangunan di Kaltim.
“Ini tentunya menjadi tantangan berat bagi pengurus LPJKD Kaltim yang baru untuk dapat meningkatkan perannya dalam pelaksanaan pembangunan, khusunya dibidang pengembangan jasa konstruksi. Karena baik buruknya citra suatu organisasi atau lembaga tergantung pada siapa yang dibelakanganya. Oleh karenanya kepengurusan yang baru diharapkan dapat membawa LPJKD Kaltim kearah yang lebih baik dan semakin baik dari sebelumnya. Utamanya dalam meningkatkan kulitas kontraktor-kontraktor lokal jasa pengembang konstruksi dalam pelaksanaan pembangunanan di Kaltim bahkan di daerah-daerah lain di Indonesia,” harapnya. (vb/arf)

sumber : http://www.vivaborneo.com/kontraktor-lokal-jangan-cengeng.htm