Dana Perimbangan Kukar Menyusut

TENGGARONG – Dana perimbangan dari hasil pengelolaan Sumberdaya Alam (SDA) Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini turun sekitar Rp 300 miliar dibanding 2011 yang mencapai Rp 3,8 triliun. Hal tersebut berimbas pada Alokasi Dana Desa (ADD), yang seharusnya jauh lebih besar tahun ini. Bahkan, beberapa desa di Kukar bakal tak kebagian “kue” ADD. Pada 2011 saja, ada dua desa di Kukar tak kebagian ADD.

Demikian dikatakan Kasubag Pengelolaan Keuangan Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sopian kepada harian ini, kemarin. Menurut dia, tahun ini perbandingan dana ADD yang alokasikan Rp 282 miliar adalah 70 : 30. Tidak seperti tahun sebelumnya, pembanding yang dipakai 60 : 40. “Dari 193 desa di Kukar akan mendapat ADD yang merata, jika memakai perbandingan ini,” terangnya.

Besaran nilai perbandingan ADD itu dilihat dari banyaknya jumlah RT (Rukun Tetangga) dan warga di tiap desa. “Anggaran ADD dari 193 desa itu, ada yang kebagian Rp 800 juta hingga 1,8 miliar. Pokoknya, tak ada yang sampai di atas Rp 2 miliar,” selorohnya.

Saluran ADD pada 2012 ini agak membengkak, lantaran pada 2011 terdapat 8 desa yang dimekarkan. “Status desa yang mekarkan itu sudah definitif, dan tahun ini berhak mendapat dana ADD,” jelasnya.

Kendati dana perimbangan berkurang, namun sebenarnya pada 2012 ini anggaran ADD naik disbanding tahun sebelumnya. Pada 2011 lalu hanya Rp 234 miliar. “Pembagian ADD ini masih kami godok, belum sampai ke meja Bupati. Tetapi besaran nilai ADD tiap desa sudah kami tetapkan,” bebernya.

Dari 18 kecamatan di Kukar, pemekaran desa itu terjadi di Kecamatan Samboja ada 1 desa, yakni Desa Polewali. Sedangkan di Loa Kulu terdapat 3 desa pemekaran, yakni Desa Sumber Sari, Jongkang, dan Sepakat. Ada juga di Kecamatan Kenohan, dan Tenggarong. (*/adw/kri/far)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=128440