Mitra Kukar Incar 3 Poin di Kandang Persija

KutaiKartanegara 29/02/2012 22:04 WITA
Skuad Mitra Kukar kembali akan melakoni laga tandang dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, besok (01/03) sore. Kali ini, lawan yang bakal dihadapi adalah tuan rumah Persija Jakarta. Meski berstatus tim promosi, Mitra Kukar tak gentar dengan nama besar Persija. Bahkan skuad Naga Mekes membidik kemenangan di kandang Macan Kemayoran, Stadion Utama Gelora Bung Karno. Optimisme tersebut tak lepas dari kekuatan Mitra Kukar yang bisa tampil full team. Beberapa pemain pilar yang sempat absen lantaran cedera sudah dapat diturunkan menghadapi Persija, seperti Marcus Bent, Lee Sang Min maupun Arif Suyono. “Para pemain terbaik kita sudah siap diturunkan, tidak ada lagi yang cedera atau terkena akumulasi kartu. Jadi kita optimis bisa meraih 3 poin di kandang Persija besok sore,” ujar Manajer Tim Mitra Kukar, H Roni Fauzan. Kendati demikian, Roni berharap timnya tetap mewaspadai kekuatan para punggawa Macan Kemayoran, kendati ada 3 pilar Persija yang absen karena akumulasi kartu seperti Hasim Kipouw, Fabiano Da Rosa Beltrame dan kiper Andritany. “Saya berharap anak-anak dapat bermain lepas seperti saat menghadapi Persisam. Mereka harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Jangan sampai lengah, karena Persija juga memiliki pemain-pemain bagus dan berbahaya,” imbuhnya. Roni pun berharap dukungan dan doa restu warga Kukar, khususnya para pendukung skuad Naga Mekes, agar timnya mampu meraih hasil maksimal saat menghadapi Persija. Laga antara Persija Jakarta vs Mitra Kukar besok sore rencananya akan disiarkan langsung oleh ANTV. Kick off pertandingan akan dimulai pada pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA.

PENTINGNYA PENETAPAN TARGET PERDA RTRW

Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam Santoso Ernawi menegaskan bahwa direktorat-direktorat pembinaan seyogyanya membuat rencana target penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi peraturan daerah (perda). Hal tersebut disampaikan Imam dalam acara “Rapat Koordinasi Project Management Unit (PMU) Kegiatan Pendampingan Percepatan Penyusunan/Revisi Raperda RTRW Kabupaten/Kota” di Jakarta, Selasa (21/2).

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, rencana target penetapan RTRW menjadi perda tersebut harus disepakati terlebih dahulu dengan pemerintah daerah (pemda). Harapannya, rencana target untuk masing-masing provinsi/kabupaten/kota tersebut sudah dapat disampaikan oleh masing-masing Penanggung Jawab Direktorat (PJD) dalam rapat koordinasi PMU yang akan datang.

Terkait proses percepatan penetapan Perda RTRW, Imam menjelaskan, masih ditemui berbagai kendala yang dihadapi, khususnya terkait permasalahan kehutanan. Untuk mengatasinya, Imam menegaskan perlunya standarisasi penyelesaian masalah-masalah tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Ditargetkan, RTRW provinsi/kabupaten/kota sudah dapat ditetapkan menjadi perda pada tahun 2012.

“Pentingnya pula Direktorat Jenderal Penataan Ruang memiliki himpunan perda beserta lampiran peta seluruh Indonesia yang terintegrasi dan berdasarkan RTRW,” tegas Imam.

Sebagai penutup, Imam kembali menegaskan perlunya keseragaman penanganan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam proses percepatan penetapan Perda RTRW. Jika diperlukan, akan disusun handbook/manual tentang bagaimana menetapkan perda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(al/nik/ifn)

Pusat Komunikasi Publik

230212