Posted On August 11, 2017 By In BEKIAS KEDIP MATA And 630 Views

Tujuh Murid SD Keracunan Permen Tengkorak


DIBERI OBAT MUAL: Salah seorang murid SD di Sangatta Utara, Kutim, saat mendapat perawatan karena keracunan setelah mengonsumsi permen kemarin. (Puskesmas Sangatta Utara For Kaltim post)

SANGATTA – Kepada orangtua, awasi jajanan anak Anda. Di Kutai Timur (Kutim), tujuh murid SD 011 Sangatta Utara keracunan setelah mengonsumsi permen. Mereka mengalami pusing, muntah cairan merah, lemas, dan keringat dingin. Bocah-bocah itu pun harus mendapat penanganan medis.

Para korban awalnya secara bersamaan mengalami sakit perut sekitar pukul 11.30 Wita. Kemudian, ada yang muntah dan keringat dingin. Melihat ada yang tidak wajar, para guru lantas membawa mereka ke Puskesmas Sangatta Utara. Tujuh anak-anak malang itu adalah Siti Aisyah, Lutfia Cista, Rifka, Ayyira, M Rizki, Andi Akbar, dan Surya Triatmojo.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post, permen yang sebelumnya dikonsumsi murid-murid itu adalah produksi salah satu perusahaan di Guangdong, Tiongkok. Permen berbentuk tengkorak itu berperisa stroberi. Itu seperti tertulis di kemasannya “Permen keras berperisa stroberi”. Sementara itu, masa expired 30 Desember 2018.

Dari penelusuran media ini, dengan mengeklik nama perusahaan yang tertera pada kemasan di mesin pencari Google, muncul sebuah website penjual aneka permen anak-anak dengan latar belakang putih dan nama perusahaan berwarna biru. Produksi utama perusahaan ini adalah candy, lollipop, candy toy, tablet candy, dan popping candy. Perusahaan yang didirikan pada 2001 itu punya pasar utama di Amerika Utara, dalam negeri, dan Timur Tengah.

“Menurut keterangan murid, permen ini memiliki rasa manis dan lama-lama berubah menjadi rasa seperti obat. Kami tidak tahu pastinya mengandung apa. Ada narkobanya atau tidak, kami serahkan kepada yang berwajib. Dinas Kesehatan juga akan menguji permen itu di laboratorium,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Sangatta Utara Priskila Rabok.

Di puskesmas, kata dia, para murid yang keracunan mendapat perawatan dengan diberi obat antimual dan pusing. Setelah itu kondisi mereka berangsur membaik. Keluarga membawa mereka pulang ke rumah masing-masing. Priskila berpesan kepada orangtua untuk memberikan istirahat yang cukup kepada anak-anak mereka.

Guru SD 011, Nurul Hidayah, mengatakan permen tersebut bersumber dari seorang muridnya, Da. Da yang membagikan permen kepada beberapa temannya. Ada yang diberi cuma-cuma ada juga yang dijual per buah Rp 1.000. “Da dapat permen itu dari neneknya yang punya warung,” katanya.

BAHAN KIMIA

Permen yang dimakan murid SD itu diketahui memiliki komposisi, antara lain, gula sirop glukosa, perisa sintetik stroberi, dan pewarna merah allura Cl 16035. Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD AW Sjahranie, Samarinda, dr Astried Indrasari SpPd, menyebut komposisi yang terkandung di dalam permen itu ada pewarna dan pengawet yang merupakan zat kimia. Zaman sekarang awam ditemui kandungan zat pewarna dan pengawet di minuman atau makanan kemasan yang beredar di pasaran.

“Kalau muntah sampai berwarna merah, bila bukan merah darah, artinya itu merupakan zat pewarna permen tersebut. Lebih pastinya, harus dibuktikan lagi pewarna permen tersebut (melalui uji laboratorium), apakah aman atau tidak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Biasanya, terang Astried, efek dari zat kimia tersebut tidak langsung terasa. Prosesnya tak sebentar. “Jadi, memang harus dibuktikan lagi kandungan permen itu, aman atau tidak,” ulasnya.

Namun, lanjut dia, kasus seperti itu terjadi bisa saja karena pengonsumsinya adalah anak-anak. Sebab, tubuh anak-anak memiliki perbedaan dan keunikan dibanding orang dewasa. “Tentu responsnya beda terhadap tubuh anak,” ucap dia.

TURUN TANGAN

Kasus dugaan keracunan tujuh murid SD itu sudah masuk ke penegak hukum. Unit IV Opsnal Sat Intelkam, Polres Kutim, Ipda Made Arya Swadana, menyebut telah menyita permen. Hingga kemarin masih dilakukan pendalaman dan dia belum bisa memastikan efek dari kandungan permen itu. “Sejauh ini, kami hanya bisa mengimbau agar orangtua selalu waspada terhadap berbagai jajanan yang beredar sekarang,” kata Made. “Selain itu, kami akan melakukan sosialisasi tentang permen ini kepada sekolah,” lanjutnya. (mon/far/k8)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/308384-tujuh-murid-sd-keracunan-permen-tengkorak.html

About