Posted On November 11, 2017 By In BEKIAS KEDIP MATA And 420 Views

LAGI-LAGI..!!! Kaltim Defisit Rp 188 Miliar


ANGGARAN DIPANGKAS: Pembiayaan proyek Jembatan Mahakam IV yang masuk dalam skema MYC dipertimbangkan DPRD Kaltim untuk direvisi pada tahun depan. (dok/kp)

SAMARINDA – Ironi. Kata tersebut menggambarkan pembahasan APBD 2018 Kaltim. Dari hasil perhitungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim pada Kamis (9/11), badai defisit belum berlalu. Nilainya mencapai Rp 188 miliar.

Angka itu muncul setelah proyeksi pendapatan ditambah dana alokasi khusus (DAK) hanya sebesar Rp 8 triliun. Nominal itu tidak cukup untuk menutupi kebutuhan belanja yang semula diperkirakan sebesar Rp 6,3 triliun naik menjadi Rp 8,18 triliun. Ketua DPRD Kaltim M Syahrun HS menyebutkan, pihaknya bakal terus melakukan rapat penyesuaian dengan TAPD untuk menutupi kekurangan tersebut.

”Besok (hari ini) kami rapat lagi. Senin (13/11) rapat. Kami akan cermati tiap item untuk menutupi defisit,” katanya. Politisi Golkar itu menyebut, berbagai upaya menutupi celah defisit sudah dilakukan. Seperti mengurangi anggaran berbagai acara dan kunjungan. Adapun belanja rutin seperti perawatan gedung, listrik, dan air sudah diminimalisasi. Termasuk belanja pegawai. ”DAK sudah turun cuma sekira Rp 1 triliun. APBD maksimal cuma Rp 8-8,1 triliun. Kami harap membaik di APBD perubahan, jadi kami taksir APBD 2018 bisa tembus Rp 9 triliun,” sebutnya.

Pembahasan TAPD bersama Banggar DPRD Kaltim dilakukan secara maraton. Dia menargetkan, pada 22 November sudah ada keputusan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD 2018. Kemudian, pada 24 November dilanjutkan tanggapan fraksi. Lalu, 27 November jawaban pemerintah. Besoknya, tanggapan fraksi lagi, dan terakhir pada 29 November penetapan APBD 2018.

’Kami berharap sesuai jadwal. Sekarang masih dicermati belanja dan pendapatan. Jangan sampai defisit semakin melebar,” tuturnya. Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy memaparkan, setelah penyesuaian DAK masuk KUA-PPAS masih terdapat kewajiban yang belum tertutupi. Defisit harus dicermati. Meskipun anggaran lain untuk urusan wajib, seperti pendidikan dan kesehatan sudah terpenuhi. ”RAPBD Kaltim 2018 sudah cukup sehat. Alokasi untuk pendidikan sudah 23,86 persen, untuk kesehatan 10,99 persen. Sudah mencukupi batas minimal,” sebutnya.

Politisi Gerindra itu melanjutkan, alokasi belanja bakal dicermati Banggar DPRD Kaltim. Item yang dianggap kelewat besar, seperti alokasi belanja pegawai dan belanja makan-minum prioritas bakal menjadi perhatian. Seperti diketahui, berdasarkan penyesuaian TAPD-Banggar DPRD Kaltim pada 30 Oktober, belanja pegawai dan tunjangan sebesar Rp 1,83 triliun. Kemudian, ditambah belanja wajib tenaga pendidik dan non kependidikan, serta tenaga kontrak di organisasi perangkat daerah, belanja pegawai membengkak hingga Rp 2,08 triliun.

Berikutnya, belanja makan dan minum prioritas untuk panti sosial, RSJD Atma Husada, dan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang mencapai Rp 20,14 miliar. Bahkan, DPRD meminta alokasi dana sekretariat hingga Rp 60 miliar dari sebelumnya hanya Rp 14 miliar. ”Itu semua memang perlu dikoreksi. Besok (hari ini) kami bahas item per item dengan TAPD. Kalau terlalu besar pasti kami kurangi. Pendapatan harus sesuai peruntukan. Sementara yang sudah aman alokasi untuk kesehatan dan pendidikan,” paparnya.

Khusus untuk menutupi celah defisit, lanjut dia, dewan meminta TAPD untuk menghapus item yang dianggap tidak perlu dan mengurangi pekerjaan yang belum mendesak seperti pembayaran multiyears contract (MYC). Pasalnya, jika dipaksakan bakal mengorbankan banyak kegiatan seperti pekerjaan jalan lingkungan. “Jalan berlubang dan rusak harus diperbaiki. Jangan cuma proyek MYC yang diperhatikan. Secukupnya, sisanya dibayar di APBD perubahan,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Meiliana yang dikonfirmasi seusai rapat enggan berkomentar. Meiliana buru-buru menuju lift di Sekretariat DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Samarinda. Dia kemudian meninggalkan Kompleks DPRD Kaltim tanpa mengeluarkan satu kata pun. (*/him/riz/k15)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/316590-lagi-lagi-kaltim-defisit-rp-188-miliar

About