Posted On March 4, 2012 By In BEKIAS KEDIP MATA, Informasi Penting And 467 Views

DPRD Kukar Minta Pembangunan Wilayah Pesisir Diprioritaskan

Plt Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Baharuddin Demmu meminta Pemkab Kukar agar memperioritaskan alokasi APBD untuk kecamatan di wilayah pesisir Kukar. Permintaan itu menyusul minimnya sarana dan prasarana publik serta infrastruktur, sehingga menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan penduduk akibat keterbatasan tersebut.

Wilayah pesisir itu, khususnya di Muara Badak, Marangkayu dan Anggana yang memberi kontribusi dalam menghasilkan devisa SDA terhadap Kukar. “Alokasi anggaran untuk wilayah pesisir di Kukar harus menjadi prioritas anggaran yang besar, karena hakekat pembangunan harus memberi keadilan terhadap seluruh daerah secara merata dan tak membedakan antar satu dengan daerah lain,” jelas Baharuddin, kemarin.

Menurut wakil rakyat asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini, aspek keterbatasan sarana dan prasarana yang tersedia di kawasan pesisir menjadi salah satu alasan mendasar, sehingga pihaknya sangat mengharapkan dukungan eksekutif agar memberi perhatian ekstra dalam mendorong kemajuan pembangunan di kawasan pesisir. Terlebih dengan adanya aspirasi kepala desa yang telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), kemudian disampaikan ke Musrenbang kecamatan dan kabupaten, namun aspirasi tersebut tak mendapatkan alokasi anggaran di APBD.

Seperti aspirasi disampaikan Kepala Desa Bunga Putih Marangkayu sejak 2010 hingga 2012 tak mendapat porsi anggaran. “Saya juga bingung kalau ada aspirasi yang diajukan masyarakat Marangkayu, tapi tidak teralokasi. Karena, selama ini kami yang sangat keras untuk meminta alokasi pembangunan di pesisir, khususnya tiga kecamatan di Kukar itu. Jika memang aspirasinya tidak masuk, harus ditelusuri dokumennya itu ada di mana,” terangnya.

Ia juga mengaku sepakat dengan keluhan yang disampaikan kepala desa akibat minimnya sarana dan prasarana publik yang menjadi kewajiban pemerintah ke masyarakat. Harapannya, seluruh kepala desa di Kukar memiliki sikap kritis terhadap fasilitas pembangunan yang dimiliki.

“Tahun ini, Marangkayu hanya mendapatkan Rp50 miliar anggaran pembangunan fisik, termasuk proyek multi years semenisasi lanjutan jalan Muara Badak-Marangkayu sepanjang 14 kilometer senilai Rp10 miliar, semenisasi jalan lingkungan di Santan Tengah senilai Rp10 miliar, Santan Ulu dan Santan Ilir senilai Rp8,4 miliar serta proyek drainase dan jalan akses menuju pelabuhan di Desa Sebuntal dan Desa Semangkok. Kucuran APBD tahun ini sekitar Rp50 miliar lebih,” sebutnya.

Senada dengan hal itu, Ketua LSM Suara Arus Bawah (SAB) SM Armand meminta Pemkab Kukar tidak menganaktirikan kawasan pesisir, khususnya dalam porsi alokasi APBD yang diberikan untuk daerah tersebut. Hal itu diminta agar tak terjadi kecemburuan sosial antar kecamatan di Kukar akibat ketidakadilan dalam pengalokasian anggaran.

Sumber  :http://www.korankaltim.co.id/read/news/2012/24988/dprd-kukar-minta-pembangunan-wilayah-pesisir-diprioritaskan.html

About